This Author published in this journals
All Journal Al-Qalam Ulumuna
Jamaluddin Jamaluddin
IAIN Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sejarah Tradisi Tulis Dalam Masyarakat Sasak Lombok Jamaluddin Jamaluddin
Ulumuna Vol 9 No 2 (2005): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/ujis.v9i2.493

Abstract

A great number of classical intellectual treatises, usually called manuscripts, can be found in Lombok, an island in West Nusa Tenggara province. All the manuscripts indicate that writing tradition has been growing in this island since a long time ago. Of many factors influenced the growing of that tradition is trade relationship between Lombok traders and those from other islands. Some significant contributions can be traced through languages ever used in oral communication and in works produced in the community i.e. Sasak, Java, Bali, and Malay, Sanskrit, Arabics. The relationship also contributed to rising intellectual activity and enriching contents of the manuscripts. This article observes historical sides of the writing tradition by providing historical data, epigraphs and other supporting resources that made the writing tradition exist. The article tradition in Sasak community is predicted to have been started since the Sasak people recognized writing system, and have developed hundreds of years ago, producing thousands of manuscripts in some different languages, titles and forms.The writing systems used were varied such as old Javanese, Arab, Bali and Bugis. And the languages used were old Java, Java, Bali, Arabic and Malay. This indicates that, long time ago, Sasak people had made contact with people from many parts of this archipelago like Bali, Java, Malay and even Celebes (Bugis).
ABDUL GAFUR: KETERLIBATAN ULAMA SASAK DALAM JARINGAN ULAMA (1754-1904) Jamaluddin jamaluddin
Al-Qalam Vol 22, No 1 (2016)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.806 KB) | DOI: 10.31969/alq.v22i1.307

Abstract

TGH. Abdul Gafur adalah salah seorang tuan guru yang berpengaruh pada masanya. Ia telah terlibat dalam jaringan ulama Haramain dan Nusantara pada abad ke 18 Masehi, hal ini terlihat pada hubungan antar dirinya dengan beberapa gurunya di Makkah dan murid-muridnya di tanah air. TGH. Abdul Gafur oleh pengikut dan keturunannya biasa dipanggil dengan sebutan Syekh Abdul Gafur sementara di kalangan keluarga raja Bali-Cakra ia dikenal sebagai Dukuh Gafur. Seperti halnya dengan beberapa da’i sebelumnya yang mengajarkan Islam di Lombok adalah keturunan Jawa. Ia adalah keturunan dari Jawa, orang tuanya berasal dari kota wali Demak Jawa Tengah, lahir pada pertengahan abad ke-18 tepatnya pada tahun 1754 M, dan meninggalnya pada awal abad ke-20, yaitu tahun 1904, jadi umurnya 150 tahun. Abd Gafur dimakamkan di Sumbek, samping kanan mesjid kuno Sumbek. Mesjid Kuno Sumbek adalah masjid dengan arsitektur kuno masjid Nusantara yang dibangun oleh Abdul Gafur.Beberapa pemikiran dari TGH. Abdul Gafur antara lain: menurutnya bahwa bahwa hukum Islam terdiri dari dari tiga bagian (dalam kitab yang ditulis Us}u>l al-Tah{qi>q). Kitab ini menguraikan tentang pembagian hukum, menurutnya hukum itu ada tiga yaitu, 1) hukum akal, hukum yang disandarkan kepada akal pikiran; 2) hukum syara’, hukum yang disandarkan kepada syar’i; 3) hukum adat, hukum yang didasarkan pada adat atau kebiasaan yang terjadi di masyarakat.