Lailatus Sadiyah
Program Studi DIII Farmasi, Akademi Farmasi Surabaya, Jawa Timur, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Lama Pemanasan Terhadap Nilai ALT Bakteri Teh Kombucha Sadiyah, Lailatus; Puji Lestari, Kinanti Ayu
Journal of Pharmacy and Science Vol. 5 No. 1 (2020): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v5i1.159

Abstract

ABSTRAK Kombucha adalah minuman teh yang difermentasi oleh simbiosis koloni bakteri dan yeast. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek lama pemanasan dalam menghambat jumlah bakteri teh kombucha paska pemanasan. Lama pemanasan digunakan untuk menghasilkan minuman kombucha yang bebas fermentasi berkelanjutan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan faktor yaitu lama pemanasan 3 menit dan 5 menit kombucha pasca fermentasi. Analisis yang dilakukan meliputi nilai Angka Lempeng Total bakteri. Berdasarkan data yang didapatkan menyatakan bahwa lama pemanasan berpengaruh terhadap perubahan nilai Angka Lempeng Total bakteri kombucha. Kata kunci: kombucha, lama pemanasan
Pengaruh Variasi pH Terhadap Kemampuan Bakteri dalam Dekolorisasi Limbah Cair Gula Rafinasi Lailatus Sadiyah; Kinanti Ayu Puji Lestari
Jurnal Pijar Mipa Vol. 14 No. 1 (2019): Maret
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.917 KB) | DOI: 10.29303/jpm.v14i1.1028

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan bakteri indigenus dalam mendekolorisasi limbah cair gula rafinasi dalam berbagai pH.Penelitian ini merupakan penelitian experimental dengan rancangan acak lengkap dengan 3 kali pengulangan. Data yang diperoleh dari penelitian ini berupa: 1) jumlah bakteri indigenus pendekolorisasi limbah; 2) pengukuran nilai dekolorisasi; 3) nilai Log TPC; 4) identifikasi tiga bakteri dengan nilai dekolorisasi tertinggi. Hasil isolasi dan uji dekolorisasi menunjukkan bahwa terdapat sembilan bakteri indigenus yang mampu mendekolorisasi zat warna melanoidin. Sembilan bakteri indigenus tersebut yang memiliki kemampuan dekolorisasi terbaik secara berturut-turut yaitu DC2, DC4 dan DC1 dengan nilai dekolorisasi masing yaitu, 29,59±0,061, 23,68±0,055, dan 22,85±0,038. Adapun nilai Log TPC berkisar antara 9,2 – 4,5. Sedangkan pH terbaik untuk dekolorisasi ketiga bakteri tersebut adalah 11. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa ketiga bakteri terbaik tersebut adalah Bacillus sp dan Pseudomona diminuta. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa untuk menguraikan melanoidin atau dekolorisasi limbah cair gula rafinasi dapat menggunakan bakteri indigenus yg bias diisolasi dari limbah itu sendiri.