Mahrus Mahrus
Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Maaram

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Jenis Mulsa Dan Dosis Kompos Terhadap Hasil Panen Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Ahmad Raksun; Mahrus Mahrus; I Gde Mertha
Jurnal Pijar Mipa Vol. 15 No. 1 (2020): Januari
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.793 KB) | DOI: 10.29303/jpm.v15i1.1386

Abstract

Penelitian tentang pengaruh jenis mulsa dan dosis kompos terhadap hasil panen cabai rawit, telah dilaksanakan di Desa Bajur Kabupaten Lombok Barat. Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengetahui: (1) pengaruh jenis mulsa terhadap hasil panen cabai rawit, (2) pengaruh dosis kompos terhadap hasil panen cabai rawit, (3) pengaruh interaksi antara jenis mulsa dan dosis kompos terhadap hasil panen cabai rawit. Dalam penelitian ini digunakan rancangan faktorial yang terdiri atas 2 faktor. Faktor pertama adalah jenis mulsa yang terdiri atas 3 macam mulsa yaitu mulsa plastik hitam perak (M1), mulsa jerami padi (M2)  dan mulsa daun-daun kering (M3). Faktor kedua adalah dosis kompos yang terdiri atas 6 level yaitu: Ko = tampa pemberian  kompos, K1 = pemberian 0,4 kg kompos/1 m2 lahan, K2 = pemberian 0,8 kg kompos/1 m2 lahan, K3 = pemberian 1,2 kg kompos/1 m2 lahan, K4 = pemberian 1,6 kg kompos/1 m2 lahan, K5 = pemberian 2,0 kg kompos/1 m2 lahan. Parameter hasil panen yang diukur adalah panjang buah dan berat basah buah cabai rawit. Analisis data dilakukan dengan analisis sidik ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perbedaan jenis mulsa berpengaruh sangat nyata terhadap panjang buah dan berat basah buah cabai rawit, mulsa plastik hitam perak menghasilkan panjang dan berat basah buah cabai rawit lebih tinggi dari pada mulsa lainnya, (2) dosis kompos berpengaruh sangat nyata terhadap panjang buah dan berat basah buah cabai rawit, dosis kompos optimum adalah 1,6 – 2 kg kompos per 1 m2 lahan, (3) interaksi jenis mulsa dan dosis kompos tidak berpengaruh nyata terhadap panjang buah dan berat basah buah cabai rawit.
Pengaruh Dosis Pupuk Urea Terhadap Pertumbuhan Kangkung Darat (Ipomoea reptans poir.) Mahrus Mahrus; Ahmad Raksun
Jurnal Pijar Mipa Vol. 15 No. 3 (2020): Juni
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.237 KB) | DOI: 10.29303/jpm.v15i3.1464

Abstract

Penelitian tentang pengaruh dosis pupuk urea terhadap pertumbuhan kangkung darat sudah dilakukan di Desa Bajur Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat. Dalam penelitian ini digunakan rancangan acak lengkap dengan 4 ulangan. Dosis pupuk urea terdiri atas 5 level yaitu U0 = 0 gram pupuk urea per 10 kg tanah (kontrol), U1 = 0,5 gram pupuk urea per 10 kg tanah, U2 = 1 gram pupuk urea per 10 kg tanah, U3 = 1,5 gram pupuk urea per 10 kg tanah dan U4 = 2 gram pupuk urea per10 kg tanah. Parameter pertumbuhan yang diukur adalah tinggi batang, diameter batang, panjang helaian daun dan lebar helaian daun. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis sidik ragam dan uji lanjut dengan Uji Beda Nyata Terkecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Perbedaan dosis pupuk urea berpengaruh  nyata terhadap tinggi batang, panjang helaian daun dan lebar helaian daun tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap diameter batang kangkung darat, (1) Dosis optimum pupuk urea untuk tanaman kangkung darat adalah 1,5 gram per 10 kg tanah
Pengaruh Dosis Dan Waktu Pemberian Kompos Terhadap Pertumbuhan Kangkung Darat Ahmad Raksun; Lalu Zulkifli; Mahrus Mahrus
Jurnal Pijar Mipa Vol. 15 No. 2 (2020): Maret
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.342 KB) | DOI: 10.29303/jpm.v15i2.1516

Abstract

penelitian tentang pengaruh dosis dan waktu pemberian kompos terhadap pertumbuhan kangkung darat telah dilaksankan di Desa Bajur Kecamatan Labuapi kabupaten Lombok Barat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: (1) pengaruh dosis kompos terhadap pertumbuhan kangkung darat, (2) pengaruh waktu pemberian kompos terhadap pertumbuhan kangkung darat, (3) pengaruh interaksi antara dosis dan waktu pemberian kompos terhadap pertumbuhan kangkung darat. Dalam penelitian ini digunakan rancangan faktorial yang terdiri atas 2 faktor. Faktor pertama adalah dosisis kompos yang terdiri atas 5 level yaitu: Ko = tampa pemberian  kompos (kontrol), K1 = pemberian 0,5 kg kompos/1 m2 lahan pertanian, K2 = pemberian 1,0 kg kompos/1 m2 lahan pertanian, K3 = pemberian 1,5 kg kompos/1 m2 lahan pertanian,, K4 = pemberian 2,0 kg pupuk organik/1 m2 lahan pertanian. Faktor kedua adalah waktu pemberian pupuk kompos yang terdiri atas: W1 = pemberian kompos 10 hari sebelum tanam, W2 = pemberian kompos 20 hari sebelum tanam, W3 = pemberian kompos 30 hari sebelum tanam dan W4 =  Pemberian kompos 40 hari sebelum tanam. Parameter pertumbuhan yang diukur adalah tinggi batang, jumlah daun, panjang helaian daun dan lebar helaian daun.  Data penelitian dianalisis dengan analisis sidik ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) perbedaan dosis kompos berpengaruh nyata terhadap tinggi batang, panjang helaian daun dan lebar helaian daun kangkung darat tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun kangkung darat, (2) perbedaan waktu pemberian kompos berpengaruh nyata terhadap tinggi batang, panjang helaian daun, jumlah daun dan lebar helaian daun kangkung darat, (3) interaksi antara dosis dan waktu pemberian kompos berpengaruh nyata terhadap jumlah daun dan panjang helaian daun tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap  tinggi batang dan lebar helaian daun kangkung darat, (4) dosis optimum kompos yang perlu diberikan pada lahan pertanian Desa Bajur Kecamatan Labuapi agar kangkung darat dapat tumbuh optimal adalh 1,5 kg per 1 m2 lahan Kata-kata kunci: Kompos, pertumbuhan kangkung darat