p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pijar MIPA
I Wayan Merta
Program Studi Pendidikan Biologi Universitas mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Growth response of pakcoy (Brassica rapa L.) due to difference dosage and time of giving bokashi I Wayan Merta; Ahmad Raksun
Jurnal Pijar Mipa Vol. 16 No. 4 (2021): September 2021
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.209 KB) | DOI: 10.29303/jpm.v16i4.1410

Abstract

Pakcoy is one of the commodities favored by the people of Indonesia. The presence of nutrients around  the plant root system greatly affects the growth of pakcoy. The availability of nutrients can be increased by fertilizing. Fertilization of plants can be done by using bokashi. Study on the growth response of pakcoy due to differences in dosage and time of giving bokashi was conducted to determine: (1) the growth response of pakcoy due to bokashi treatment,  (2) the growth response of pakcoy due to difference in the time of giving bokashi, (3) the growth response of pakcoy due to the interaction between the dose and the time of giving bokashi. Completely randomized design with 3 replications was used in the study. The growth pakcoy parameters were plant height, number of leaves and leaf length. The result showed that: (1) plant height, number of leaves and leaf length had a positive response to bokashi treatment with the best bokashi dose is 15 tons per hectare, (2)  plant height, number of leaves and leaf length of pakcoy responded to the time of giving bokashi, the highest growth parameters were pound in pakcoy given bokashi 30 days before planting. (3) plant height, number of leaves and leaf length were not significantly different due to the interaction between dose and time giving bokashi
Pengaruh Dosis dan Waktu Pemberian Kompos Terhadap Pertumbuhan Bayam Cabut (Amarathus gangeticus) Ahmad Raksun; I Wayan Merta; I Gde Mertha
Jurnal Pijar Mipa Vol. 16 No. 3 (2021): Juni 2021
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.22 KB) | DOI: 10.29303/jpm.v16i3.2543

Abstract

Bayam merupakan tanaman sayuran yang cukup digemari oleh masyarakat Indonesia. Ketersediaan unsur hara pada media tanam merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan terhadap pertumbuhan bayam cabut. Pemupukan tanaman untuk meningkatkan ketersediaan unsur hara dan pertumbuhan tanaman bayam dapat dilakukan menggunkan kompos. Penelitian tentang pengaruh dosis dan waktu pemberian kompos terhadap pertumbuhan bayam cabut sudah dilakuakan di Desa Terong tawah pada bulan Juni sampai dengan November 2020. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: (1) pengaruh dosis kompos terhadap pertumbuhan bayam cabut, (2). pengaruh waktu pemberian kompos terhadap pertumbuhan bayam cabut, (3) pengaruh interaksi antara dosis dan waktu pemberian kompos terhadap pertumbuhan bayam cabut, (4) kadar optimum kompos  yang harus diberikan  pada lahan pertanian agar bayam cabut tumbuh secara optimal. Dalam penelitian ini digunakan rancangan 2 faktor dengan 3 ulangan. Parameter pertumbuhan yang diukur adalah tinggi batang, jumlah daun, panjang daun dan diameter batang bayam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perbedaan dosis kompos berpengaruh nyata terhadap tinggi batang, jumlah daun, panjang daun dan diameter batang bayam cabut, (2) perbedaan waktu pemberian kompos berpengaruh nyata terhadap semua parameter pertumbuhan yang diukur, (3) interaksi antara dosis dan waktu pemberian kompos tidak berpengaruh nyata semua parameter pertumbuhan yang diukur, (4) dosis optimum kompos adalah 1,5 kg per 1 m2 lahan pertanian, (5) pemberian kompos 28 hari sebelum tanam memberikan hasil pertumbuhan bayam cabut yang lebih baik dari pada perlakuan lainnya.