Cara berpikir siswa sekolah dasar masih pada taraf operasi kongkret. Akibatnya pengajaran konsep geometri disini dikembangkan sejalan dengan cara berpikir mereka yakni siswa dihadapkan kepada manipulasi fisik dari obyek-obyek kongkret yang cocok. Membangun konsep melalui cara melihat dan berbuat jauh lebih efektif dibandingkan hanya mendengar saja. Konsep luas daerah adalah konsep abstrak, maka dari itu jika disajikan dalam bentuk kongkret, maka siswa akan merasa lebih mudah memahami dan mengerti apa yang sedang dipelajari. Pemanfaatan media yang baik dapat menyebabkan pembelajaran menjadi efektif. Namun pernyataan itu belum menyebut bagaimana tata cara penggunaan media itu dapat dilakukan supayaÃÂ pesan yang disampaikan dua guru kepada siswa tepat samaÃÂ seperti tujuan yang diharapkan. Untuk itu peragaannya dilengkapi dengan pedomannya agar tujuan yang dikehendakiÃÂ menjadi konsisten. Permasalahan yang ditemui adalah belum ada alat peraga yang dilengkapi petunjuk penggunaannya untuk rumus luas daerah segitiga dan layang-layang. Kedua apakah peragaan yang dilengkapi dengan petunjuk penggunaannyaÃÂ konsisten untuk membangun rumus luas daerah segitiga dan layang-layang. Tujuan penelitian ini adalah 1) mengembangkan alat peraga yang dilengkapi petunjuk penggunaannya untuk rumus luas daerah segitiga dan layang-layang dan 2) untuk mengetahuiÃÂ ÃÂ konsistensi peragaan yang disertai petunjuk penggunaanya untuk membangun rumus luas daerah segitiga dan layang-layang. Telah dibuat dua buah alat peraga dilengkapi petunjuk penggunaannya mengenai luas daerah segitiga dan layang-layang. Alat telah dievaluasi oleh ÃÂ 9 orang yang terdiri dari 3 ahli dan 6 praktisi disimpulkan bahwa alat peraga yang dibuat sangat layak. Dari sisi lain telah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan alat peraga tersebut dan hasilnya efektif dan konsisten. Hal ini ditunjukkan oleh rata-rata skor dari ke dua kelas masing-masing 81,13 dan 82,06. Rata-rata skor ini sangat tinggi yang belum pernah diperoleh sebelumnya. Disamping itu diperoleh harga ÃÂ 102 <ÃÂ = 2,042. Hal ini menunjukkan bahwaÃÂ tidak ada perbedaan yang signifikan pada taraf 5 % antara rata-rata kelas A dan Kelas B ketika belajar menggunakan alat yang dimaksud.ÃÂ Ini berati bahwa alat yang dibuat ÃÂ dilengkapi dengan petunjuk penggunaan,ÃÂ digunakan oleh dua guru untuk mengajar di kelas yang berbeda dengan dengan materi sama pada tingkatan sama, maka informasi yang disampaikan sama.ÃÂ