AbstractThis study aims to examine teacher creativity in implementing digital-based learning models in the science subject at SDIT Lukmanul Hakim. This study uses a qualitative research type. The primary data sources in this study are school residents including: the principal and several teaching staff members. Based on the results, the conclusion shows that teacher creativity is a key element in the successful implementation of digital-based learning in the science subject at SDIT Lukmanul Hakim Limboto. This creativity is not only seen from the use of various digital media, but more so in the teacher's ability to understand student learning characteristics, map learning needs, and adapt media to the level of student development. Teachers' use of digital technology is not a mechanical act, but rather a reflective process involving careful pedagogical consideration. Digital media has been shown to facilitate student understanding through conceptual visualization, interactive materials, and stimulating activities that enhance student concentration and motivation. The use of videos, digital presentations, and educational games makes science material more accessible and understandable. However, the success of technology use is still influenced by factors such as the readiness of infrastructure, students' literacy and numeracy skills, and teachers' accuracy in simplifying scientific language and terminology.Keywords: Teacher Creativity, Digital-Based Learning, Science and ScienceAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk kreativitas guru dalam implemenasi model pembelajaran berbasis digital pada mata pelajaran IPAS di SDIT Lukmanul Hakim. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah warga sekolah yang meliputi: Kepala sekolah dan beberapa dewan staf guru. Berdasarkan hasil kesimpulan menunjukkan bahwa kreativitas guru menjadi elemen kunci dalam keberhasilan implementasi pembelajaran berbasis digital pada mata pelajaran IPAS di SDIT Lukmanul Hakim Limboto. Kreativitas tersebut tidak sekadar terlihat dari penggunaan media digital yang beragam, tetapi lebih pada kemampuan guru dalam memahami karakteristik belajar siswa, memetakan kebutuhan pembelajaran, dan menyesuaikan media dengan tingkat perkembangan peserta didik. Penggunaan teknologi digital oleh guru bukanlah tindakan yang bersifat mekanis, tetapi merupakan proses reflektif yang melibatkan pertimbangan pedagogis yang matang. Media digital terbukti dapat memfasilitasi pemahaman siswa melalui visualisasi konsep, materi interaktif, serta aktivitas stimulatif yang meningkatkan konsentrasi dan motivasi siswa. Penggunaan video, bahan tayang digital, serta games edukatif membuat materi IPAS lebih mudah diakses dan dipahami. Namun demikian, keberhasilan penggunaan teknologi tetap dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kesiapan sarana-prasarana, kemampuan literasi dan numerasi siswa, serta ketepatan guru dalam menyederhanakan bahasa dan istilah ilmiah. Kata Kunci: Kreativitas Guru, Pembelajaran Berbasis Digital, IPAS