Perubahan sosial di suatu masyarakat muslim biasanya ditunjukkan dengan berkembangnya peradaban di masyarakat muslim tersebut. Jadi bisa diambil konklusi bahwa substansi perubahan sosial tersebut adalah munculnyaperadaban Islam yang kuat. Namun di balik faktor aktivitas dan kreativitas masyarakat masih terdapat faktor lain yaitu agama, spiritualitas atau kepercayaan. Para sarjana Muslim kontemporer umumnya menerima pendapat bahwa agama adalah asas peradaban, menolak agama adalah kebiadaban. Meskipun dalam paradaban Islam struktur organisasi dan bentuknya secara material berbeda-beda, namun prinsip-prinsip dan nilai-nilai asasinya adalah satu dan permanent. Prinsip-prinsip itu adalah ketaqwaan kepada Tuhan (taqwa), keyakinan kepada keesaan Tuhan supremasi kemanusiaan di atas segala sesuatu yang bersifat material, pengembangan nilai-nilai kemanusiaan dan penjagaan dari keinginan hewani, penghormatan terhadap keluarga, menyadari fungsinya sebagai khalifah Allah di bumi berdasarkan petunjuk dan perintah-Nya (syariat). Tulisan ini bertolak dan dua permasalahan utama yakni Bagaimana Problematika Pendidikan Islam saat ini dan Seperti Apa rumusan Pendidikan Islam Dalam Merespon Perubahan Masyarakat Kekinian. Kajian dari penulisan ini bertujuan untuk mengetahui Problematika yang ditemukan dalam setiap praktik penyelenggaraan pendidikan islam dan bagaimana ikhtiar pendidikan islam dalam merespon perubahan sosial yang terus mengalir seiring dengan kebutuhan masyarakat. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa pada tataran filosofis dan praksis pendidikan Islam di Indonesia tak luput dari bermacam persoalan baik yang bersifat akut maupun faktual. Persoalan akut seperti diskursus yang tak kunjung usai antara ilmu agama dan ilmu umum. Sementara problema faktual lebih terkait pada masalah-masalah teknis implementatif pelaksanaan pendidikan Islam. Namun dibalik masalah tersebut, secara historis Islam membangun peradaban melalui pendidikan, karena jalan pendidikanlah merupakan salah satu cara yang efektif dalam membangun umat. Berbeda dengan pendidikan umum, dalam merespon problematika sosial, pendidikan Islam memperhatikan dua sudut pandang dalam segala aspek, seperti aspek lahiriyah dalam menjawab kebutuhan praktis dan bathiniyah untuk memenuhi tuntutan psikologis, berikut juga pendidikan islam memenuhi aspek individual dan sosial, duniawi dan ukhrowi.