Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TINDAK TUTUR PELAKU PECEMARAN NAMA BAIK DI MEDIA SOSIAL KAJIAN LINGUISTIK FORENSIK Riska Halid
KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra Vol 5, No 2 (2022): JURNAL KREDO VOLUME 5 NO 2 TAHUN 2022
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/kredo.v5i2.6342

Abstract

Tindak tutur kebencian atau Kasus defamasi sering kali dijumpa di dunia maya atau media sosial. Kasus defamasi tersebut berasal dari berbagai kalangan seperti pejabat public, artis, guru, dosen, mahasiswa, kiai, santri, pengusaha, TNI/Polri, dokter, pasien, perawat, developer, komsumen, politikus, pilot, pramugari, petani dan sebagainnya. Dilihat dari usia pelinbatnya dapat diketahui mulai dari usia muda, remaja, dewasa, maupun tua, baik bertempat tinggal di desa, di kota kecil, serta di kota besar. Setelah diadakannya delik aduan hukum pidan bagi pelaku kasus defamasi maka hal ini akan membuat efek jerah bagi orang-orang yang melakukan defamasi di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis makana rindak tutur ilokusi menurut seralu dan peristiwa tutur yang bermuatan ujaran kebensian, pencemaran nama baik, fina dan hinaan. Yang bereda di dunia maya atau sosial media. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif sumber data dalam penelitian ini berupa ujaran kebencian, pencemaran nama baik, penghinaan dan fitnah di media sisoal seperti facebook dan twitter. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya dugaan tindak pidana dengan sengaja menunjukkan kebencian atau menghina orang lain di depan umum serta mencemarkan nama baik orang lain melalui media online. Berdasarkan UU ITE No. 11 Tahun 2008 yang di perbaharui kedalam UU RI No. 19 tahun 2016 dan KUHP pasal 27 ayat (3). Ditinjau dari teori tindak tutur ilokusi Searle (1969) (dalam Endang, 2018:114) dan pengaruh dari peristiwa tutur dalam bentuk SPEAKING.