Masa remaja merupakan puncak dari emosi, yaitu perkembangan emosi yang cukup tinggi. Pertumbuhan fisik, terutama organ seksual, mempengaruhi perkembangan emosi atau perasaan impuls-impuls baru yang telah dialami sebelumnya. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan regulasi emosi dengan dismenore pada remaja putri di SMKN 6 Jeneponto. Metode yang digunakan kuantitatif dengan desain penelitian asosiatif dengan pendekatan cross sectional untuk menentukan hubungan antara variabel independen dan variabel dependen dengan menggunakan pengukuran secara Bersama dengan jumlah responden 22 orang. Berdasarkan hasil Analisa dijelaskan bahwa responden yang menjawab (Regulasi emosi) yang sesuai serta desminore yang baik sebanyak 10 orang (76,9%), responden yang menjawab sangat sesuai (Regulasi emosi) dengan desminore baik sebanyak 1 orang (7,7%), responden yang menjawab tidak sesuai (Regulasi emosi) dengan deminore sebanyak 2 orang (15,4%), Sedangkan Desminore kurang baik dengan regulasi emosi sesuai sebanyak 5 orang (29,4%), responden yang memiliki desminore kurang baik dengan regulsi emosi sangat sesuai sebanyak 4 orang (23,5%), responden yang memiliki desminore kurang baik dengan regulasi tidak sesuai sebanyak 6 orang (35,3%), dan responden yang memiliki desminore kurang baik dengan regulasi emosi yang sangat tidak sesuai sebanyak 2 orang (6,7%). Uji statistik dengan menggunakan uji chi-square diperoleh nilai p = 0,016 yang artinya lebih kecil dari pada α (0,05). Dengan demikian hipotesis penelitian dinyatakan diterima, berarti ada hubungan regulasi emosi dengan dismenore primer pada remaja putri di SMKN 6 Jeneponto. Pada penelitian lain yang dilakukan oleh spearman rank hasil analisis hubungan antara regulasi emosi dengan intensitas nyeri dismenore primer pada remaja putri di SMKN 6 Jeneponto, didapatkan nilai signifikan 0,015 (p value ≤ 0,05) artinya ada hubungan antara regulasi emosi dengan intensitas nyeri dismenore primer pada remaja putri.