Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Edukasi Pencegahan Penyakit Demam berdarah Dengue dan Optimalisasi Pemanfaatan Tanaman Berpotensi Penolak Vektor Penular DBD Reni Yunus; Supiati Supiati; Wa Ode Nurtimasiah
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): Juli- Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/jippm.v4i2.1535

Abstract

Terdapat kurang lebih 50 juta kasus DBD setiap tahun , dan terdapat 40 % penduduk yang memiliki resiko untuk terinfeksi virus dengue . Selain pemanfaatan program pemerintah melalui program 3M, tindakan pencegahan DBD dapat dilakukan dengan menabur larvasida. Namun demikin pemakaian larvasida kimia memiliki kekurangan, seperti penggunaan larvasida kimia yang berulang memiliki risiko kontaminasi residu pestisida dalam air, terutama air minum, dan pemakaian yang berulang mengakibatkan munculnya resistensi dari berbagai macam spesies nyamuk. Penelitian-penelitian mengenai tanaman berpotensi larvasida dan repellent atau penolak nyamuk telah membuktikan bahwa tanaman dapat digunakan digunakan sebagai penolak nyamuk sehingga dapat mengeliminir tingkat populasi nyamuk Aedes sebagai vector penular DBD. Hasil penelitian tersebut perlu diperkenalkan kepada masyarakat, sehingga sehingga secara tidak langsung dapat menekan terjadinya kasus DBD di suatu desa. Tujuan Pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai Demam Berdarah Dengue dan penyuluhan mengenai tanaman berpotensi penolak nyamuk sebagai upaya eliminasi vektor penular DBD. Pengabdian masyarakat ini juga bertujuan untuk mengukur pengetahuan masyarakat mengenai demam berdarah dengue dan pencegahannya.Kegiatan edukasi mengenai demam berdarah dengue, cara pencegahan dan sosialisasi tanaman berpotensi penolak vector DBD telah dilaksanakan pada tanggal 14 September 2023 di desa Taipa Kecamatan Lembo Kabupaten Konawe Utara. Pada edukasi yang diberikan, terlihat bahwa peserta sangat aktif dalam menanyakan hal-hal yang belum difahami. Presentase peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai Demam Berdarah dengue setelah diberikan edukasi adalah 76 %.