Rifa'i Abu Bakar
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMIKIRAN POLITIK TENTANG NEGARA DI KALANGAN SYI’AH Rifa'i Abu Bakar
Jurnal Al-Manar Vol 8, No 2 (2019): Desember
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.294 KB) | DOI: 10.36668/jal.v8i2.121

Abstract

Syi’ah meyakini bahwa  imamah  bukan hanya sebagai lembaga politik, tetapi juga lembaga agama dan spiritual. Imam bukan saja pemegang otoritas politik, tetapi juga otoritas agama sebagai marja’ bagi umat dan pelanjut risalah Allah atau membawa missi suci meneruskan tugas-tugas Rasulullah Saw. Oleh karena itu seorang imam haruslah sama kualitasnya dengan Nabi atau mendekati Nabi dan  orang yang memiliki kualitas mendekati Nabi adalah Ali ibn Abi Thalib dan keturunannya. Syiah memandang bahwa  kehadiran  sebuah negara dalam  kehidupan  umat Islam  sangat  penting  untuk menjaga agama,  agar dengan sebuah Negara  hukum-hukum Islam dapat  terjamin pelaksanaannya, sehingga mampu menjamin   bahwa Islam  tetap    eksis    di muka bumi Allah.  Oleh karena itu,  negara Islam yang sudah dibangun harus dipimpin atau  dikendalikan oleh seorang imam atau pemimpin  yang  memenuhi  kriteria yang  disepakati oleh kaum Syiah, antara lain harus  orang yang  senantiasa mena’ati perintah Allah SWT, tidak boleh serakah, kikir dan egois, haruslah orang yang pandai, tidak berlaku kasar, tidak bersikap zalim, tidak boleh menerima suap dan tidak boleh mengabaikan sunnah.