ABSTRAKKreatifitas merupakan daya dan atau kemampuan manusia untuk menciptakan sesuatu. Kemampuan ini dapat terkait dengan bidang seni maupun ilmu pengetahuan. Ketika kreativitas masih diyakini sebagai usur bawaan yang hanya dimikili sebagian kecil anak dan dianggap akan berkembang secara otomatis, tidak dibutuhkan adanya rangsangan lingkungan atau kondisi lingkungan yang menguntungkan bagi perkembangan ini. walaupun tingkat kreativitasnya berbeda-beda. Akibatnya, kreativitas seperti halnya setiap potensi lain, perlu diberi kesempatan dan rangsangan oleh lingkungan untuk berkembang.Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini antara lain : konsep dasar strategi pembelajaran, hakikat perkembangan, manajemen kreativitas anak, mengenal dan memahami anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan studi kasus, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara secara langsungkepada kepala PAUD, tenaga pendidik, dan orangtua peserta didik, observasi dan studi dokumentasi. Wawancara dilakukan terhadap 2 orang tenaga pendidik, 10 orang orangtua peserta didik yang dipilih secara acak.Dari hasil pengolahan data penelitian, dapat ditarik kesimpulan bahwa proses pengembangan kreativitas anak lebih menitik beratkan kepada menciptakan produk (hasta karya) dari bahan alam dan daur ulang barang bekas dan alat yang sederhana yang tersedia di sekitar lingkungan alam anak.hal ini dapat dilihat dari hasil karya nyata anak dalam memciptakan produk (hasta karya) yang diajarkan. Kata Kunci: Strategi Pengembangan, Anak Usia Dini, Produk