Yohanes Servatius Lon
NTT

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MENDIDIK PRIBADI BERKARAKTER “UWA HAENG WULANG, LANGKAS HAENG NTALA” Yohanes Servatius Lon
Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.749 KB) | DOI: 10.15408/sd.v3i2.4387

Abstract

AbstractThis article is a socio-cultural comparative study on character education in general and the philosophy and local wisdom within the culture of Manggarai-NTT people that is  “uwa haeng wulang, langkas haeng ntala” (grow up to the moon, and be high up to the sky). For the Manggaraian people, character education should be done optimally (maximally) in order to obtain highest achievement. The expectation is completed with strong personality as described in the phrase “wake caler ngger wa, saung bembang ngger eta” (be rooted in the deepest earth, and reach the outward world). By the comparison, character education in Indonesia will be easily implemented in local context. Moreover, the dialog between the two values will enrich the picture of character education in Indonesian.AbstrakArtikel ini merupakan suatu kajian sosio-budaya perbandingan antara konsep pendidikan karakter pada umumnya dengan filosofi dan kearifan lokal orang Manggarai yakni “uwa haeng wulang, langkas haeng ntala” (bertumbuh sampai ke bulan, tinggi sampai ke langit). Bagi orang Manggarai, pendidikan karakter tidak boleh dilakukan setengah-setengah atau sekadarnya saja. Pendidikan harus dibuat secara optimal agar tercapai cita-cita yang tinggi. Cita-cita itu dilengkapi dengan jati diri yang kokoh seperti dilukiskan dengan “wake caler ngger wa, saung bembang ngger eta” (pribadi yang berakar kuat/ke dalam dan berwawasan luas/ke luar). Melalui perbandingan ini, pendidikan karakter yang dicita-citakan oleh negara Indonesia lebih mudah dilaksanakan di dalam konteks lokal. Lebih dari itu, dialog keduanya dapat saling memperkaya wajah pendidikan karakter di Indonesia. Pengutipan: Lon, Y. S. (2016). Mendidik Pribadi Berkarakter “Uwa Haeng Wulang, Langkas Haeng Ntala”. SOSIO DIDAKTIKA: Social Science Education Journal, 3(2), 2016, 166-174. doi:10.15408/sd.v3i2.4387.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/sd.v3i2.4387