Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana Pondok Pesantren Modern dalam menerapkan prinsip-prinsip manajemen untuk mengembangkan dan meningkatkan hasil belajar santri, sehingga mutu lulusan meningkat serta memiliki daya saing tinggi. Dalam hal ini santri tidak sekedar belajar ilmu agama semata, tetapi belajar juga ilmu-ilmu umum sebagai bekal hidup setelah dewasa nanti, dalam makna lain santri selain memiliki soft skill juga memiliki hard skill, sehingga lulusannya mampu menyamai atau mungkin melebihi lulusan lembaga-lembaga pendidikan pada umumnya. Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif (qualitatif approach research) dengan metode deskriptif (descriptive method) sedangkan dalam proses penggalian data lapangan penulis menggunakan triangulasi data, yaitu: teknik wawancara (interview), observasi (obsevation) dan studi dokumentasi (dokumentation study) pada dua lembaga pesantren yang dikategorikan pesantren modern yaitu Pondok Pesantren Modern Al Ihsan Baleendah Kabupaten Bandung dan Pondok Pesantren Modern Al Ma?soem Jatinagor Kabupaten Sumedang. Berdasarkan penelitian ditemukan antara lain: (1) Masing-masing Pesantren telah menerapkan prinsip-prisip manajemen terbukti lembaga tersebut memiliki program perencanaan pengembangan; (2) Lulusan yang tidak saja menguasai ilmu-ilmu agama, juga menguasai ilmu-ilmu umum sehingga tidak sedikit lulusan kedua lembaga tersebut mampu bersaing.; (3) Pengorganisian dan pelaksanaan dilakukan sesauai fungsi manajemen, terbukti dengan penataan, pengaturan dan pengeloaan lembaga dilakukan dengan profesioanal ; (4) Kedua pesantren tersebut berupaya memadukan kurikulum Diknas dan Kemenag sehingga para santri mendapat pelayanan pembelajaran yang menekankan proses (learning process oriented), dengan sendirinya ketika prosesnya berkualitas maka hasilpun ikut berkualitas; (5) Para pengajar atau pengasuh selalu mendapat pembinaan dan pelatihan pembelajaran ter update., terbukti dengan penerapaan konsep pembelajaran multiple inteligence melalui wadah-wadah pembinaan, bakat, minat santri yang tersedia.Kata Kunci: manajemen pesantren, hasil belajar siswa, mutu pembelajaran