ABSTRAKAlloh meng-syariatkan pesan yang sama terkait dengan agama (ad Diin) kepada para Nabi mulai dari Nabi Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, dan Nabi Muhammad saw, yakni agar “ tegakkan agama dan jangan bertikai”. (QS: as Syuro:13).. Menurut tafsir Imam Mujahid, pesan menegakan agama dan jangan bertikai, merupakan syariat yang dipesankan Alloh kepada para Rasul dari mulai Nabi Nuh hingga Nabi terakhir Muhammad saw.Pesan Ilahiah itu memberikan makna bahwa ad Diin itu satu datang dari Tuhan Yang Satu, namun dalam ekspresinya akan nampak berbeda-beda (al Maidah:45). Perbedaan itu dipesankan agar jangan menjadi pemicu pertikaian, karena semua pertikaian hanya akan berakibat pada tercabiknya tata pergaulan diantara manusia dan petikaian dalam mengekspresikan ad Diin nanti akan menjadi keputusan Ilahiah (an Nah:124). Jika manusia menegakan agama dan mau mendengar pesan agung ini pasti segala perbedaan akan menjadi penghias indah kehidupan. Namun rupanya manusia lebih mendengar dan memperturutkan bisikan egonya sehingga wajah keberagaman yang merupakan rencana dan kehendak Alloh itu (al Maidah:48) dalam menegakan agama dan dalam tata kehidupan sosial keagamaan menjadi sumber masalah yang menyita banyak energi.Dalam ad Diin al Islam, terdapat dua sisi sistem yang saling melengkapi yakni sisi sistem keimanan dan peribadatan (doktrin normatif) dan sisi sistem muamalah (historis peradaban). Sisi sistem doktrin normatif bersifat absolut universal dan tak pernah berubah (tak bisa diubah-ubah, tidak menerima kreatifitas manusia). Sedang sisi sistem Muamalah (historis peradaban) dibutuhkan pengubahan dan kreatifitas dan karenanya akan menghadirkan indahnya keberagaman namun tetap dalam satu sistem keimanan wihdatul iman.Pendidikan agama Islam (PAI), terutama di level pendidikan menengah dan perguruan tinggi harus menjadi pemupuk iman dan model pencerah dalam kehidupan yang semakin beragam, sebab tata pergaulan manusia masa depan semakin kompleks dan mengglobal. Beragam secara internal dalam mengekspresikan ad Diin al Islam dan beragam secara eksternal dalam tata kehidupan sosial keagamaan bagai pelangi yang menghiasi atmosfer NKRI. Kata Kunci : Islam; Pendidikan; Keberagaman.