Isu kerusakan lingkungan dan kualitas lingkungan negara Indonesia yang rendah menjadi salah satu permasalahan yang perlu diatasi. Maka dari itu diperlukan perilaku pro-lingkungan sebagai suatu upaya untuk mengatasi hal tersebut. Salah satu faktor penggerak perilaku pro-lingkungan adalah orientasi nilai. Selain itu, masa remaja merupakan masa paling kritis bagi remaja untuk mengenal dan menentukan nilai yang menjadi acuannya kelak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kaitan orientasi nilai biosfer, altruistik, egoistik, dan hedonik terhadap perilaku pro-lingkungan pada remaja. Peneliti berhipotesis bahwa ketiga orientasi nilai biosfer, altruistik, dan hedonik berhubungan terhadap perilaku pro-lingkungan, sedangkan orientasi nilai egoistik tidak berhubungan terhadap perilaku pro-lingkungan. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 421 remaja yang terdiri dari 277 perempuan dan 144 laki-laki, berusia 17-21 tahun, dengan teknik pengambilan sampling accidental. Kuesioner penelitian menggunakan skala Environmental Portrait Value Questionnaire (E-PVQ) dan General Ecological Behavior (GEB) yang kemudian disebarkan secara online. Data yang terkumpul dianalisa dengan teknik regresi berganda. Hasilnya terdapat hubungan orientasi nilai biosfer secara positif dan hubungan secara negatif pada orientasi hedonik terhadap perilaku pro-lingkungan remaja. Orientasi nilai altruistik dan nilai egoistik justru tidak memiliki hubungan terhadap perilaku pro-lingkungan remaja.Hal tersebut menunjukkan perilaku pro-lingkungan dapat ditingkatkan melalui prinsip kepedulian terhadap kualitas lingkungan yang dimiliki remaja.