Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERSEPSI TERHADAP IKLIM SEKOLAH DASAR INKLUSI Weny Sembiring
MANASA Vol 2 No 1 (2013): Juni, 2013
Publisher : Faculty of Psychology, Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.243 KB)

Abstract

Nowadays, Indonesian Government released policy to take care of special children in inclusion school, but there are still some problems in inclusion practice such as school climate. Positive school climate is important thing that can result better achievement for students. This research focused on effect of inclusive program to perception of school climate. The subjects are 93 reguler students, 5 special students, 5 parents, 4 shadow teachers, 4 reguler teachers, headmaster, and board commitee. The Perception of School Climate Scale and interview are applied. The result shows that all special and reguler children have moderate level on perception of school climate in satisfaction, teacher, achievement, opportunity to achieve success, and identity dimensions. Shadow teachers, reguler teachers, headmasters, parents, and board committee have positive perception also, but there are some barriers to be resolved such as: service quality, special need children characteristic and learning method, communication, and advance in inclusion program
PENCEGAHAN KEKERASAN PADA SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS MELALUI PROGRAM POS SAPA UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA ATMA JAYA Weny Sembiring; Feronica; Murniati Agustian; M. Francine Avanti Samino; Zahrasari Lukita Dewi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v9i1.36315

Abstract

Kekerasan dapat terjadi pada kelompok rentan, tidak terkecuali pada individu berkebutuhan khusus. Karena keterbatasan pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki, siswa berkebutuhan khusus dapat menjadi korban maupun pelaku kekerasan, baik di lingkungan rumah maupun sekolah. Pos SAPA Unika Atma Jaya, yang dibentuk oleh Pemprov DKI Jakarta di tahun 2022, memiliki program pencegahan kekerasan bagi masyarakat tidak terkecuali bagi siswa berkebutuhan khusus. Dalam artikel ini disampaikan permasalahan perilaku kekerasan yang terjadi pada siswa berkebutuhan khusus, dan upaya yang telah dilakukan oleh Pos SAPA Unika Atma Jaya terkait hal ini dalam kurun waktu 2024-2025. Metode pelaksanaan yang digunakan ialah pencegahan berupa seminar dan pelatihan bagi siswa, guru, dan orang tua, serta penanganan dalam bentuk konseling psikologis. Hasilnya adalah, terdapat peningkatan pengetahuan mengenai masalah kekerasan terutama dalam bentuk fisik, verbal, psikologis, dan eksploitasi ekonomi. Orang tua, guru, maupun siswa dapat mencegah perilaku kekerasan dengan mengupayakan lingkungan sekolah dan lingkungan rumah yang nyaman dan aman, sehingga bebas dari kekerasan. Definisi kekerasan perlu diketahui oleh guru, siswa, maupun orang tua, dan siswa perlu mengetahui hal-hal yang harus dilakukan agar kekerasan tidak terjadi atau dihentikan. Pengetahuan mengenai aspek hukum dalam kekerasan diperlukan agar perilaku kekerasan dapat dicegah dan dihentikan. Dibutuhkan kerja sama antara berbagai institusi atau dibentuk institusi khusus untuk mendampingi korban kekerasan.