Ferdinand Prawiro
Faculty of Psychology, Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dinamika Peer Group pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya: Penelitian Cross-sectional dengan Metode Sosiometri Ferdinand Prawiro; Debrita Purbaningrum
MANASA Vol 10 No 1 (2021): Juni, 2021
Publisher : Faculty of Psychology, Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.338 KB) | DOI: 10.25170/manasa.v10i1.2402

Abstract

The current study aimed at describing the life of undergraduate student of Faculty of PsychologyAtma Jaya Catholic University of Indonesia through peer group dynamics. Peer group oftendetermined who will be asked to join for doing an academic group task (‘kelompok tugas’), whowill be chosen to hang out together (‘teman nongkrong’), dan who can be trusted to talk aboutpersonal issues (‘teman curhat’). Peer groups were not static, thus we also explored peer groupdynamics based on time dimension, i.e. beginning (‘semester 2’), middle (‘semester 4’) and end(‘semester 6’) period of study. An explorative-descriptive research design with sociometric methodswere used in the study. Participants were 126 undergraduate students from the same year of entry.Data were analyzed by means of sociomatrix, choice status of a person and sociogram. The resultsshowed the differences peer group dynamics between situations (kelompok tugas, teman nongkrong,teman curhat) and between periods of study (semester 2, semester 4, semester 6). This studyrevealed the possible use of sociometric methods for policy socialization strategy and as a methodfor identifying potential academic and non-academic problems.
Representasi Sosial tentang Tragedi Semanggi pada Mahasiswa Unika Atma Jaya Ferdinand Prawiro; Sarah Andruina Rahma
MANASA Vol 10 No 2 (2021): Desember, 2021
Publisher : Faculty of Psychology, Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.825 KB) | DOI: 10.25170/manasa.v10i2.2974

Abstract

Peristiwa Tragedi Semanggi terjadi pada tanggal 13 November 1998. Hampir setiap tahun terdapat kelompok mahasiswa Unika Atma Jaya melakukan aksi memperingati Tragedi Semanggi walaupun mereka tidak mengalami langsung peristiwa tersebut. Namun sebagian besar mahasiswa tidak ikut memperingati Tragedi Semanggi. Penelitian ini bertujuan memahami perbedaan keterlibatan dalam aksi peringatan Tragedi Semanggi melalui konsep representasi sosial, dengan pendekatan struktural. Pendekatan ini memandang bahwa isi representasi sosial suatu kelompok mencakup dua sistem, yaitu central core dan peripheral. Metode penelitian ini berjenis kuantitatif dan melalui dua tahap. Tahap pertama bertujuan mengidentifikasi atribut representasi sosial tentang Tragedi Semanggi, dan tahap kedua bertujuan mengidentifikasi atribut mana yang berada di central core dan peripheral. Penelitian ini melibatkan 230 partisipan pada tahap pertama dan 206 partisipan pada tahap kedua, yang diperoleh melalui accidental sampling. Data penelitian diperoleh dengan kuesioner online dengan teknik word association pada tahap pertama dan teknik calling-into-question pada tahap kedua. Analisis data tahap pertama menggunakan content analysis, sedangkan pada tahap kedua menggunakan chi-square goodness of fit dengan ⅔ expected frequency. Hasil penelitian menemukan 18 atribut representasi sosial tentang Tragedi Semanggi, yaitu: “korban”, “mahasiswa”, “situasi yang kacau”, “demonstrasi”, “aparat negara”, “perilaku kekerasan”, “perlawanan”, “pelanggaran hukum dan HAM”, “Atma Jaya”, “perasaan takut”, “masa lalu”, “pemerintah”, “reformasi”, “ketidakadilan”, “politik”, “belum selesai”, “orde baru”, “perasaan sedih”. Perbedaan antara kelompok partisipan aksi dan kelompok nonpartisipan aksi terletak pada atribut “belum selesai” dan “reformasi”.