ABSTRACT Seiring dengan pelaksanaan otonomi daerah, di mana karir seorang pejabat dinilai oleh Baperjakat yang nota bene adalah kepala Daerah. Sehingga pergantian pejabatpun kerap terjadi. Pergantian pejabat di lingkungan pemerintah daerah diharapkan mampu mensukseskan program kerja pemerintah daerah, dan bila seorang pejabat tidak mampu melaksanakannya, maka akan segera digantikan oleh orang lain yang dianggap lebih cakap untuk melaksanakannya. Artinya, komunikasi hanya berlangsung satu arah. Sementara orang yang digantikan akan merasa kecewa dengan keputusan tersebut. Padahal, apabila ada kekurangan dalam sebuah pekerjaan apabila dikomunikasikan dengan baik, maka penggantian yang dimaksud tidak dibutuhkan.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kekuatan pengaruh Komunikasi Terhadap Efektifitas Kerja Pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Kutai Barat.Sampel diambil sebanyak 25 responden. Penelitian yang dilakukan oleh penulis merupakan penelitian verifikatif atau yang bersifat kausalitas, yakni penelitian yang mencari hubungan antara variabel sebab dengan variabel akibat. Hubungan yang dimaksud adalah hubungan antara Komunikasi (Independent variable) dengan Efektifitas Kerja (Dependent variable). Alat analisis yang digunakan adalah rumus koefisien Rank Spearman (Ï)Berdasarkan analisis terhadap data yang terkumpul maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1) Hasil analisis menunjukkan bahwa Komunikasi berasosiasi dengan Efektifitas Kerja. Hal ini menunjukkan bahwa semakin efektif komunikasi yang terjadi maka efektifitas kerja akan meningkat, sebaliknya bila komunikasi tidak efektif maka pekerjaan yang dilakukakan pun menjadi semakin tidak efektif. 2) Komunikasi yang terjadi di lingkungan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Kutai Barat sudah cukup efektif, karena bagaimana pun juga peran pimpinan di sini tidak dapat dikesampingkan, karena pimpinanlah yang menciptakan kondisi lingkungan menjadi menyenangkan atau sebaliknya.Â