Miftah Kusuma Dewi
IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peningkatan Kualitas Pembelajaran Anak Usia Dini melalui Pemanfaatan Lingkungan Sekitar sebagai Sumber Belajar Miftah Kusuma Dewi
Journal Ashil: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 1 No. 1 (2021): Journal Ashil: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Institut Agama Islam Tribakti Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.557 KB) | DOI: 10.33367/piaud.v1i1.1564

Abstract

Proses pembelajaran pada anak usia dini yang efektif, menyenangkan dan menarik bagi anak dipengaruhi orleh beberapa unsur salah satunya adalah tersedianya sumber belajar yang menarik dan menyenangkan bagi anak, karena dengan adanya sumber belajar tersebut mendorong anak untuk semangat belajar. Mengingat peran sumber belajar pada pembelajaran pendidikan anak usia dini sangat penting untuk keberhasilan dan pencapaian proses perkembangan anak yang diharapkan, jika terdapat permaslahan yang terkait dengan kekuarangan sumber belajar di yang berada di lembaga maka guru diharapkan lebih kreatif untuk memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar untuk meningkatkan dan mengefektifkan pembelajaran. Oleh karena itu, pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar merupakan salah satu aspek yang harus diperhatikan pendidik PAUD.
Peningkatan Kualitas Pembelajaran Anak Usia Dini melalui Pemanfaatan Lingkungan Sekitar sebagai Sumber Belajar Miftah Kusuma Dewi
Journal Ashil: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 1 No. 1 (2021): Journal Ashil: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/piaud.v1i1.1564

Abstract

Early childhood is a period that is often called the golden age to grow and develop accordingto age levels quickly and greatly. In this period, children are educated by providing stimulus, parenting guidance and providing activities that are centered on developing children's abilities and skills. The learning process of early childhood which is fun, interesting and effective for children is influenced by several elements, including the availability of learning resources that can support learning activities. Learning resources in the early childhood learning process have an important role in the success and achievement of expected development. The problem that often arises in educational institutions is the lack of available learning resources. Therefore, teachers are expected to be more creative in utilizing the surrounding environment as a learning resource to improve and mak e learning effective. This topic is important to study because the use of the surrounding environment as a source of learning is one aspect that early childhoo d educators must pay attention to so that learning becomes interesting and effective. This study uses a library research research method or library research. The data in this study are in the form of manuscripts and books, all of which are sourced from librarian treasures. And the results of this study aim that educators and students understand that the surrounding environment as a learning resource provides various things that children can use and learn to add insight and knowledgethat they do not get in the classroom
Studi Eksploratif Literasi Finansial Dasar untuk Anak Usia Dini di Paud Miftachus Sholikah; Rifka Taufiqur Rofiah; Miftah Kusuma Dewi; Farida Nur Azizah; Riana Rahayu; Indasah Indasah; Dewi Masriah
SOKO GURU: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2021): April: Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sokoguru.v1i1.6596

Abstract

Pendidikan literasi keuangan untuk anak usia dini di lingkungan prasekolah memainkan peran mendasar dalam membentuk pemahaman anak tentang pengelolaan uang dan perilaku keuangan yang bertanggung jawab. Penelitian menunjukkan bahwa memperkenalkan konsep keuangan dasar seperti menabung, membelanjakan, dan membedakan bentuk uang membantu anak-anak mengembangkan keterampilan keuangan sejak dini dan sikap positif terhadap uang. Keterlibatan guru dan orang tua sangatlah penting, karena pesan dan kolaborasi yang konsisten antara lingkungan rumah dan sekolah memperkuat pembelajaran anak-anak dan penerapan pengetahuan keuangan. Program literasi keuangan yang efektif di prasekolah sering kali mencakup aktivitas interaktif seperti bermain peran dan latihan menabung, yang meningkatkan keterlibatan dan pemahaman anak. Selain itu, kesiapan guru dan integrasi kurikulum sangat penting untuk memberikan pendidikan keuangan yang terarah dan percaya diri, memastikan bahwa konsep-konsep tersebut sesuai dengan usia dan bermakna. Secara keseluruhan, pendidikan literasi keuangan sejak dini menumbuhkan keterampilan dasar yang berkontribusi terhadap ketahanan ekonomi jangka panjang anak-anak dan pengambilan keputusan keuangan yang bertanggung jawab, menyoroti perlunya dukungan kebijakan, pengembangan kurikulum, dan kemitraan keluarga-sekolah dalam pendidikan prasekolah.
Implementasi Praktik Mindfulness untuk Anak PAUD: Dampak Pada Regulasi Emosi Miftachus Sholikah; Rifka Taufiqur Rofiah; Miftah Kusuma Dewi; Farida Nur Azizah; Riana Rahayu; Indasah Indasah
SOKO GURU: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2021): Desember: Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sokoguru.v1i3.6597

Abstract

Praktik mindfulness dalam pendidikan anak usia dini telah menunjukkan dampak yang menjanjikan terhadap regulasi emosi di kalangan anak kecil, termasuk di PAUD (pusat pendidikan anak usia dini). Penelitian menunjukkan bahwa intervensi berbasis mindfulness (MBI) dapat meningkatkan kesadaran emosional anak-anak, mengurangi ekspresi emosi negatif, dan meningkatkan keterampilan pengaturan diri, yang sangat penting untuk perkembangan sosial dan kognitif 2410. Meskipun sebagian besar penelitian berfokus pada anak-anak berusia 6 hingga 12 tahun, bukti yang muncul menunjukkan bahwa anak-anak yang lebih kecil pun mendapat manfaat dari aktivitas mindfulness sesuai usia yang diintegrasikan ke dalam rutinitas sehari-hari, sehingga mendorong pengelolaan emosi yang lebih baik seperti kemarahan, ketakutan, dan kesedihan 19. Keterlibatan pendidik dan pengasuh dalam memberikan mindfulness program ini sangat penting, karena dukungan mereka membantu mempertahankan praktik-praktik ini dan menciptakan lingkungan belajar yang mendukung secara emosional 36. Tantangan masih ada, termasuk mengadaptasi konten mindfulness ke tingkat perkembangan anak-anak dan memastikan praktik yang konsisten, namun secara keseluruhan, mindfulness menunjukkan potensi sebagai alat yang efektif untuk mendorong regulasi emosional di lingkungan anak usia dini 810. Penelitian di masa depan harus terus mengeksplorasi intervensi yang disesuaikan untuk anak-anak usia PAUD dan mengkaji dampak jangka panjang terhadap hasil emosional dan perilaku.