Victor Eric Fransiscus Gultom
UPN Veteran Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HAKIM BUKAN CORONG UNDANG-UNDANG HAKIM BUKAN CORONG UNDANG-UNDANG, HAKIM BUKAN CORONG MASYARAKAT, DAN HAKIM ADALAH CORONG KEADILAN: HAKIM CORONG KEADILAN Ruby Falahadi; Victor Eric Fransiscus Gultom; Lucia Roida; Hendra Setiawan
Jurnal Penegakan Hukum Indonesia Vol. 1 No. 1 (2020): Edisi Oktober 2020
Publisher : Scholar Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51749/jphi.v1i1.15

Abstract

Banyak hakim dalam menangani perkara di pengadilan tidak memahami nomena di balik fenomena. Hakim yang tidak mempertimbangkan fakta metafisik di balik rasionalitas. Persoalannya, proses peradilan kita itu sudah terbiasa menghadirkan fakta sebagai barang bukti. Jadi, hanya berdasarkan apa yang dia lihat, dengar, dan pegang. Seorang hakim dalam memutuskan suatu perkara, melihat makna di balik fakta-fakta yang dimilikinya. Sebab, fakta-fakta di persidangan itu baru berupa barang mentah.  Dalam hal ini, rasa yang sesungguhnya diharapkan itu apa? Itu yang harus dipahami seorang hakim. Kita harus akui, banyak persoalan yang diselesaikan di negeri ini memang tidak pernah menyentuh pada wilayah nomena atau maknanya, sehingga hanya ada di wilayah permukaan saja. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian pustaka (library research), yaitu penelitian yang menekankan sumber informasi dari buku-buku hukum, jurnal, makalah, surat kabar, serta literature-literatur yang berkaitan dan relevan dengan objek kajian. Data yang diperoleh kemudian diklarifikasi dan dikritisi dengan seksama sesuai dengan referensi yang ada. Menggunakan metode analisis deduktif, yaitu analisis data yang bertitik berat pada kaidah atau norma yang bersifat umum kemudian diambil kesimpulan khusus. Praktik tersebut hampir terjadi di semua peradilan di Indonesia. Sehingga keadilan yang diharapkan pun hanya bersifat formal dan keadilan yang dihasilkan hanya berdasarkan fakta dan rumusan pasal. Oleh karenanya hakim bukan corong peraturan perundang-undangan atau sekedar penerap hukum ibarat memainkan puzzle bongkar pasang mainan anak-anak. Kasus-kasus yang menimpa rakyat kecil menjadi bukti bahwa hakim-hakim kita lebih berperan sebagai penghukum bukan pengadil. Hakim-hakim kita dalam menjalankan rule of law sangat bersifat mekanistik-prosedural, jauh dari sensitifitas keadilan. Dari kasus-kasus tersebut menjadi bukti nyata pula bahwa hakim-hakim Indonesia dalam memeriksa perkara atau kasus selalu mendasarkan pada bukti-bukti formal, sedangkan bukti formal sangat mungkin direkayasa. Buktinya kasus pencurian merica di Sinjai, bukti yang semula setengah ons menjadi setengah kilogram. Kasus-kasus yang menimpa rakyat kecil menjadi bukti bahwa hakim-hakim kita lebih berperan sebagai penghukum bukan pengadil.   
Hakim Bukan Corong Undang-Undang, Hakim Bukan Corong Masyarakat, Dan Hakim Adalah Corong Keadilan Ruby Falahadi; Victor Eric Fransiscus Gultom; Lucia Roida; Hendra Setiawan
Jurnal Penegakan Hukum Indonesia Vol. 1 No. 1 (2020): Edisi Oktober 2020
Publisher : Scholar Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51749/jphi.v1i1.15

Abstract

Many judge has been handling the cases in court whose have not  understanded the phenomenon. The judges have not consideration for methapisycal facts behind the rationality. The problems have been being the habit of our judicial process which presented the fact as evidence. So, basically from what they'd seen, heard and taken. The judges have to make decisions in case from signification behind the facts. It caused the facts in court have just raw materials. So in this case, what is the truely wish? That's the judge must be understand it. We have to admit it that so many problems finished in this country have not on the basis as the significance, resulting in it only on the area's surface. This research has used library research which emphasizes the source of information from legal books, journals, papers, newspapers, and literatures related to and relevant to the object of study. The data obtained from clarification and criticism carefully according with the reference. Using deductive analysis method, the data analysis in that weighs on rules or norms that are general and then drawn special conclusions. The practice is common in almost of indonesia judiciary. So that the expected justice is only formal and the resulting justice is based only on the facts and the formulation of the article. Therefore the judge is not a mouthpiece of the legislation or just a law enforcement as playing a puzzle unloading pairs of children's toys. The cases that befell the little people are proof that our judges are more of a punisher than a complainant. Our judges in carrying out the rule of law are very mechanistic-procedural, far from the sensitivity of justice. From these cases to be concrete evidence that Indonesian judges in examining cases or the case is always based on formal evidence, whereas formal evidence is very likely fabricated. The evidence is a case of pepper theft in Sinjai, evidence that was originally half an ounce to half a kilogram. The cases that be fell the little people  are  proof  that  our  judges  are  more  of  a  punisher than a complainant.