Ellen Prima
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Purwokerto

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengembangan Kecerdasan Emosional Anak Melalui Game DOTA (Defence of The Ancients) Ellen Prima
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 11 No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Dakwah UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.82 KB) | DOI: 10.24090/kom.v11i1.1284

Abstract

Every child is intelligent even with different levels of intelligence. Many types of intelligence have been known by the general public, especially emotional intelligence. A person who has emotional intelligence can be seen from how he mastered his emotions so as not too excessive exit. However, emotional intelligence has not been widely responded among the general public, especially parents. They still perceive emotional intelligence as less important than intelligence intelligence. Though emotional intelligence is needed for someone, especially children can learn to understand the feelings of himself and others and how to react. Therefore, the role of emotional intelligence is important for the child’s life so that the need for stimulus to develop optimally, one with the game. The game is a thing that is favored by both the child’s traditional and online games. The purpose of this study was to find out how to develop children’s emotional intelligence through DoTA games. Therefore, this research uses qualitative method of descriptive type. The results of this study indicate that intelligence is innate childbirth. However, intelligence must be developed by stimulating the child. One of the most important intelligence is emotional intelligence that can help children live their lives with a sense of security and happiness. Setiap anak sesungguhnya cerdas meskipun dengan tingkatankecerdasan yang berbeda. Banyak jenis kecerdasan yang telah dikenal oleh masyarakat umum, khususnya kecerdasan emosional. Seseorang yang memiliki kecerdasan emosional dapat dilihat dari bagaimana dia menguasai emosinya agar tidak terlalu keluar secara berlebihan. Akan tetapi, kecerdasan emosional belum banyak yang merespon di kalangan masyarakat umum, khususnya para orang tua. Mereka masih menganggap kecerdasan emosional tidak terlalu penting seperti halnya kecerdasan inteligensi. Padahal kecerdasan emosional sangat dibutuhkan agar seseorang, terutama anak dapat belajar memahami perasaan dirinya sendiri dan orang lain serta bagaimana cara menyikapinya. Oleh karena itu, peran kecerdasan emosional penting bagi kehidupan anak sehingga dibutuhkan adanya stimulus agar berkembang secara optimal, salah satunya dengan permainan. Permainan adalah suatu hal yang disukai oleh anak baik itu permainan tradisional maupun online. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara mengembangkan kecerdasan emosional anak melalui game DoTA. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan metode kualitatif jenis deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kecerdasan adalah bawaan anak sejak lahir. Namun kecerdasan harus dikembangkan dengan cara pemberian stimulasi pada anak. Salah satu kecerdasan yang penting adalah kecerdasan emosi yang dapat membantu anak menjalani kehidupannya dengan rasa aman dan bahagia.
Upaya Guru dalam Menumbuhkan Perilaku Prososial Anak Usia Dini Ellen Prima
Yinyang: Jurnal Studi Islam Gender dan Anak Vol 13 No 2 (2018)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1177.118 KB)

Abstract

Perilaku prososial penting untuk ditumbuhkan pada anakusia dini agar anak dapat beradaptasi dan melatih sosioemosionalnya.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis upaya guru dalam menumbuhkanperilaku prososial anak usia dini di TK Khalifah Purwokerto. Oleh karenaitu, penelitian ini menggunakan metode kualitatif jenis deskriptif. Hasil daripenelitian ini menunjukkan bahwa ada beberapa upaya yang dilakukan olehguru untuk menumbuhkan perilaku prososial anak usia dini di TK KhalifahPurwokerto antara lain menanamkan rasa empati dengan bercerita dan Perilaku prososial penting untuk ditumbuhkan pada anakusia dini agar anak dapat beradaptasi dan melatih sosioemosionalnya.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis upaya guru dalam menumbuhkanperilaku prososial anak usia dini di TK Khalifah Purwokerto. Oleh karenaitu, penelitian ini menggunakan metode kualitatif jenis deskriptif. Hasil daripenelitian ini menunjukkan bahwa ada beberapa upaya yang dilakukan olehguru untuk menumbuhkan perilaku prososial anak usia dini di TK KhalifahPurwokerto antara lain menanamkan rasa empati dengan bercerita dan
Peran Guru dalam Pengembangan Bakat dan Minat Anak Melalui Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi Ellen Prima
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.593 KB) | DOI: 10.35473/ijec.v3i1.829

Abstract

Anak merupakan gererasi penerus bangsa yang memiliki karakteristik perkembangan yang menjadikan mereka individu yang unik. Keberadaan anak menentukan maju atau mundurnya perkembangan suatu bangsa di masa sekarang hingga yang akan datang. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam pembelajaran. Peserta didik memerlukan peran seorang guru untuk membantunya dalam proses perkembangan diri dan pengoptimalan bakat dan kemampuan yang dimiliki peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dalam pengembangan bakat dan minat anak melalui pembelajaran jarak jauh di masa pandemi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini yaitu guru Taman Kanak-Kanak. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara. Hasil penelitian ini yaitu guru berperan sebagai fasilitator, penyedia lingkungan belajar, motivator, evaluator, dan innovator dalam pengembangan bakat dan minat anak melalui pembelajaran jarak jauh di masa pandemi.