Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Meningkatkan Kecerdasan Emosional dan Spiritual Siswa Abdul Qadir Jaelani; Lailul Ilham
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 13 No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Dakwah UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.353 KB) | DOI: 10.24090/komunika.v13i1.2056

Abstract

Based on eight educational standards in the national education law and based on the tendency of educational institutions to be more oriented towards increasing intellectual intelligence of students while increasing emotional and spiritual intelligence is relatively not a priority, even though these aspects are important parts that must be improved in students. The study was conducted to find out the counseling strategies of the BK in improving the emotional and spiritual intelligence (ESQ) of MTs Negeri 3 Mataram students. This study uses a qualitative-descriptive approach, the data collection techniques in the form of observation, interview, and documentation. The research subjects are the BK teacher, homeroom teacher, and school administration teacher (TU). Field results indicate that the strategies used by counselors in improving the emotional and spiritual intelligence (ESQ) of MTs Negeri 3 Mataram students with three program qualifications, including: 1) Teaching and Learning Activities, they are: (a) Addition of religious subjects, (b) addition of lessons in moral aqeedah, (c) recitation of prayers before and after learning; 2) Ubudiyah's activities include: (a) duha prayer in congregation, (b) short surah readings, (c) religious tourism; 3) Sosial Activities, including: (a) compensation for orphans, (b) sharing with the poor, (c) sosial services. Berdasarkan delapan standar pendidikan dalam undang-undang pendidikan nasional serta berdasarkan kecenderungan lembaga pendidikan yang lebih berorientasi pada peningkatan kecerdasan intelektual siswa sementara peningkatan kecerdasan emosional dan spiritual relatif tidak menjadi prioritas, padahal aspek tersebut merupakan bagian penting yang mesti ditingkatkan dalam diri siswa. Penelitian dilakukan untuk mengetahui strategi guru BK dalam meningkatkan kecerdasan emosional dan spiritual (ESQ) siswa MTs. Negeri 3 Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatifhttpdeskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitiannaya adalah guru BK, wali kelas, dan guru bidang tata usaha (TU) sekolah. Hasil lapangan menunjukkan bahwa strategi yang digunakan guru BK dalam meningkatkan kecerdasar emosional dan spiritual (ESQ) siswa MTs. Negeri 3 Mataram dengan tiga kualifikasi program, antara lain: 1) Kegiatan Belajar Mengajar, terdapat: (a) Penambahan mata pelajaran agama, (b) penambahan pelajaran aqidah akhlak, (c) pembacaan doa setiap sebelum dan setelah pembelajaran; 2) Kegiatan Ubudiyah, terdapat: (a) sholat duha berjamaah, (b) pembacaan sutrat-surat pendek, (c) wisata religi; 3) Kegiatan Sosial, meliputi: (a) santunan anak yatim, (b) berbagi kepada kaum miskin, (c) bakti sosial.
Teori Klasik Dan Kontemporer: Dari Rational Emotive Behavioral Therapy (REBT) Hingga Cognitive Restructuring (CR) Lailul Ilham; Ach. Farid
MISYKAT Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran Hadist Syari ah dan Tarbiyah Vol 4, No 2 (2019): Misykat: Jurnal ilmu-ilmu Al-Quran, Hadits, Syariah dan Tarbiyah
Publisher : Pascasarjana Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33511/misykat.v4n2.151-166

Abstract

Sebagaimana sifat ilmu pengetahuan pada umumnya, teknik-teknik layanan konseling juga mengalami pembaharuan berdasarkan kebutuhan dan persoalan-persoalan yang di alami individu, baik dalam aspek psikologis, kognitif, ataupun behavior. Pembaruan tersebut dapat bersifat induktif (menuju cakupan yang lebih luas) atau deduktif (menuju cakupan yang lebih khusus/spesifik). Perubahan-perubahan tersebut merupakan bukti bahwa teknik konseling juga dialektis dan tangap terhadap aspek-aspek permasalahan individu secara mendasar. Sehingga dalam pembahasan teori-teori konseling ini akan diuraikan dua teknik layanan konseling yang secara historisitas keduanya merupakan teknik yang berakar pada teori yang sama dan menalami pembaharuan (deduktif/induktif) berdasarkan perkembangan ilmu pengetahuan dalam kontek ilmu konseling.