Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Perancangan Alat Uji Konduktivitas Thermal Berbasis Micro Control Sandi Ardiansyah; Junaidi Junaidi
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 9, No 1 (2024): Edisi Februari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v9i1.9757

Abstract

Konduktifitas thermal merupakan suatu sifat material yang menunjukkan kemampuannya untuk menghantarkan panas ,penelitian ini membahas mengenai nilai konduktivitas termal. Konduktivitas termal sendiri adalah salah satu sifat dasar dari material, yaitu laju perpindahan panas melalui ketebalan unit material per satuan luas per gradien suhu ,konduktivitas termal juga dapat menunjukkan seberapa cepat kalor mengalir dalam bahan tertentu, konduktivitas termal tertinggi menunjukkan bahwa material tersebut adalah konduktor, sementara konduktivitas termal yang rendah menunjukkan material tersebut adalah isolator .Penelitian mengenai analisa konduktivitas panas komposit sebelumnya telah dilakukan oleh Saad (2014), meneliti tentang sabut kelapa dan resin polyester dengan variasi tekanan dan waktu uji. Hasil percobaan menunjukan kepadatan 3 komposit sabut kelapa resin berpengaruh terhadap harga konduktivitas panas dan pada waktu awal pengukuran komposit yang kepadatannya tinggi, konduktivitas juga tinggi (28 W/m°C).
Perancangan dan Analisis Kinerja E-Fort (Electric Fortress) Sebagai Alat Penstabil dan Proteksi Arus Listrik Pada Sistem Kelistrikan Sepeda Motor Honda Adv 150 Junaidi Junaidi; Din Aswan Amran Ritonga; Andre Gunawan Rusadi
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 10, No 3 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v10i3.13129

Abstract

Sistem kelistrikan pada sepeda motor berperan penting dalam menunjang performa dan keandalan komponen kendaraan. Fluktuasi arus dan tegangan yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan dini pada komponen kelistrikan, terutama saat beban tambahan diaktifkan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menganalisis kinerja alat E-FORT (Electric Fortress) sebagai perangkat penstabil arus dan tegangan listrik pada sistem kelistrikan sepeda motor Honda ADV 150. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan melakukan pengukuran tegangan dan arus sebelum dan sesudah pemasangan E-FORT pada berbagai kombinasi beban kelistrikan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui grafik dan tabel perbandingan untuk menilai efektivitas alat dalam menjaga kestabilan sistem. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat E-FORT mampu menekan fluktuasi tegangan dan arus yang terjadi saat beban aktif. Tegangan yang sebelumnya mengalami penurunan signifikan saat beban aktif dapat dipertahankan mendekati nilai awal setelah pemasangan alat. Meskipun fitur proteksi arus lebih dan suhu masih dalam tahap pengembangan (prototype), hasil penelitian ini membuktikan bahwa E-FORT memiliki potensi sebagai alat pendukung tindakan preventif dalam pemeliharaan sistem kelistrikan kendaraan roda dua
PELATIHAN PEMBUATAN SABUN CAIR SEBAGAI UPAYA EFISIENSI PENGELUARAN RUMAH TANGGA DI DESA BANGUN SARI BARU TANJUNG MORAWA Suhardi Napid; Ahmad Bakhori; Siti Rahmah Sibuea; Rachmat Rizaldi; Junaidi Junaidi; Defaldy Pratama Lubis
Jurnal Pengabdian Mitra Masyarakat Vol 6, No 2 (2026): Edisi Maret
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jurpammas.v6i2.13855

Abstract

This Community Service (PKM) activity aims to improve the knowledge and skills of the community, especially housewives in Bangun Sari Baru Village, Tanjung Morawa District, in producing liquid soap independently. Partners face economic problems in the form of high monthly expenses for the allocation of commercial household cleaning products, such as dish soap and detergent. The method used in implementing this program includes three main stages: (1) education about safe chemical raw materials and family financial management, (2) hands-on training in making liquid soap with an economical and quality formulation. The results of the activity showed a positive response and high enthusiasm from the participants, marked by an increase in partners' understanding of the safe soap-making process by [e.g.: 75%.] Through this new skill, residents of Bangun Sari Baru Village are now able to produce liquid soap independently, which has the potential to save household expenses for cleaning products by [e.g.: 30%-50%] per month. In addition to saving expenses, this activity also opens up opportunities for residents to develop it into a home business to help increase family income.
ANALISA KEGAGALAN PADA KNALPOT SEPEDA MOTOR CUP 70 MENGGUNAKAN METODE TENSILE TEST (PENGUJIAN TARIK) Joko Prasetyo; Junaidi Junaidi
Buletin Utama Teknik Vol 21, No 1 (2025): Edisi September
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/but.v21i1.12143

Abstract

Knalpot adalah alat peredam kebisingan pada kendaraan, apakah itu mobil, sepeda motor, dan lain sebagainya. Dengan sifat pada masing-masing material berbeda, maka banyak metode untuk menguji sifat apa sajakah yang di miliki oleh suatu material tersebut. Uji tarik merupakan salah satu metode yang di gunakan untuk mengetahui kekuatan tarik pada material, dan bagaimana bentuk struktur pada knalpot tersebut. Oleh karena itu uji tarik dan uji struktur banyak di pakai dalam bidang menguji sifat mekanik yan di miliki oleh suatu material tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengujian tarik menggunakan mesin UTM. Material testing machinedengan panjang 110 mm menggunakan ASTM E8. Hasil penelitian memiliki spesimen untuk spesimen yang pertama pada knalpot memiliki tengangan tarik dengan nilai 8,02 Mpa regangan tarik dengan nilai 0,01 dan modus elastisitas dengan nilai 802,08 Mpa spesimen kedua pada knalpot memiliki tegangan tarik dengan nilai 7,89 Mpa rengangan tarik dengan nilai 0,03 dan modulus elastisitas dengan nilai 263,4 Mpa spesimen ketiga pada knalpot memiliki tegangan tarik dengan nilai 8,59 Mpa rengangan tarik dengan nilai 0,01 dan modulus elastisitas dengan nilai 859,37 Mpa spesimen keempat pada knlapot memiliki tengangan tarik dengan nilai 10,2 Mpa rengangan tarik dengan nilai 0,04 dan modulus elastisitas dengan nilai 256,21 Mpa spesimen kelima pada knalpot memiliki tegangan tarik dengan nilai 12,2 Mpa regangan tartik dengan nilai 0,05 dan modulus elastisitas dengan nilai 244,43 Mpa
ANALISA MOBIL AVANZA VELOZ DITINJAU DARI ASPEK RISET PENELITIAN BERBASIS TEKNOLOGI Bernadet Deriman Hati Ndruru; Junaidi Junaidi
Buletin Utama Teknik Vol 21, No 1 (2025): Edisi September
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/but.v21i1.12139

Abstract

Perkembangan teknologi di bidang otomotif telah membawa dampak besar terhadap efisiensi, kenyamanan, dan kinerja kendaraan bermotor, khususnya mobil penumpang seperti Toyota Avanza Veloz. Mobil ini menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia karena menawarkan kombinasi antara performa, efisiensi bahan bakar, serta teknologi modern yang menunjang kenyamanan berkendara. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis sistem kerja dan efisiensi teknologi yang diterapkan pada Toyota Avanza Veloz 1.5L dengan pendekatan riset berbasis teknologi terkini.Analisis dilakukan dengan pendekatan deskriptif analitik melalui studi literatur, pengumpulan data teknis kendaraan, serta perhitungan efisiensi termal dan analisis siklus kerja mesin. Sistem seperti Dual VVT-i dan Electronic Fuel Injection (EFI) menjadi fokus utama karena berperan penting dalam efisiensi pembakaran dan pengurangan emisi gas buang. Selain itu, pendekatan teknik mesin dan perhitungan termodinamika digunakan untuk mengevaluasi efisiensi energi dari pembakaran dalam mesin kendaraan. Hasil analisis menunjukkan bahwa efisiensi termal yang dicapai oleh Avanza Veloz telah memenuhi standar efisiensi kendaraan MPV masa kini, walaupun masih terbuka potensi untuk pengembangan lebih lanjut dalam hal manajemen panas.
ANALISA PERFORMA HONDA CBR250RR FI MENGGUNAKAN SYSTEM QUICK SHIFFTER DAN ASSIST SLIPPER CLUTCH DENGAN CBR250RR FI STANDARD DAN PENGARUH PREVENTIVE MAINTENANCE PADA QUICK SHIFTER DAN ASSIST SLIPPER CLUTCH Said Muhammad Randy; Junaidi Junaidi; Yulfitra Yulfitra
Buletin Utama Teknik Vol 21, No 1 (2025): Edisi September
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/but.v21i1.12149

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Perbandingan Performa Motor HondaCBR250RR FI dengan menggunakan Sistem Quick shitter dan Assist Slipper clutch dengan yang standard, serta menerapkan perwatan berkala pada motor Honda CBR 250RR, Metode yang digunakan adalah eksperimen yang dilakukan pada Motor Honda CBR250RR FI. Torsi engine yang dihasilkan oleh motor Honda CBR250RR F1 lebih besar dengan menggunakan system assist slipper clutch dan quick shiftter yaitu 27,6 Nm pada putaran engine 6000 rpm, sedangkan Torsi engine terendah yaitu 15,8 Nm pada putaran engine 2000 .Daya engine yang dihasilkan oleh motor Honda CBR250RR F1 lebih besar dengan menggunakan system assist slipper clutch dan quick shiftter yaitu 23,7 hp pada putaran engine 6000 rpm, sedangkan Daya engine terendah yaitu4,5hp padaputaran engine 2000 rpm. Maintenace atau pemeliharaan mesin di tujukan agar dapat mengurangi frekuensi kerusakkan dan mengurangi lamanya waktu kerusakkan.dengan pelaksanaan perawatan mesin yang baik dan efisien, maka dapat mempertahankan waktu penyelesaian produk, menjaga mutu produk,mengurangi biaya kerusakkan yang tidak di harapkan,sertamenjaga agar fasilitas produksi dapat di gunakan secara efecktif. Kegiatan maintenance terdiri dari preventive maintenance yang merupakan salah satu tugas bagian maintenance yang dapat mendukung kegiatan maintenance dapat dilakukan seefesien mungkin.
PERBANDINGAN PERFORMA SEPEDA MOTOR HONDA VARIO 160 FI MENGGUNAKAN WEIGHT ROLLER STANDARD SEBERAT 19 GRAM DAN WEIGHT ROLLER RACING SEBERAT 12 GRAM BESERTA PENGARUH PREVENTIVE MAINTENANCE PADA CONTINOUSLY VARIABLE TRANSMISSION Oscar Fredriek Sembiring; Junaidi Junaidi; Muhammad Arifin
Buletin Utama Teknik Vol 21, No 1 (2025): Edisi September
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/but.v21i1.12150

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Perbandingan Performa Sepeda Motor Honda Vario 160 Fi Menggunakan Weight Roller Standard Seberat 19 Gram dan Weight Roller Racing Seberat 12 Gram BesertaPengaruh Preventive Maintenance Pada Continously Variable Transmission, metode yang digunakan adalah eksperimen yang dilakukan pada sepeda motor Honda Vario 160 Fi. Torsi engine yang dihasilkan oleh sepeda motor Honda Vario 160 Fi lebih besar dengan menggunakan weight roller racing seberat12 gramdengan torsi maksimum sebesar 16,2 Nm pada putaran engine 7000 rpm, sedangkan jika menggunakan weight roller standard seberat 19 gram torsi engine tertinggi yang dihasilkan yaitu 14,5 Nm pada putaran engine 7000 rpm. Daya engine yang dihasilkan oleh sepeda motor Honda Vario 160 Fi lebih besar dengan menggunakan weight roller racing seberat 12 Gram dengan Daya maksimum sebesar 12,4 kw pada putaran engine 8000 rpm, sedangkan jika menggunakan weight roller standard seberat19 gram Daya engine tertinggi yang dihasilkan yaitu 11,4 kw pada putaran engine 8000 rpm. Maintenance atau rutinitas pada perawatan cvt sangat perlu dilakukan setiap 8000 km / 8 bulan sekali dan pergantian part sering dilakukan setiap 24.000 km / 2 tahun sekali terkecuali jika sepeda motor matic melewati jalanan yang tergenang banjir hendaknya segera melakukan overhaul cvt, karena banyak kasus yang telah terjadi jika melalaikan perawatan cvt, komponen cvt yang paling utama yaitu drive belt sering putus pada saat dikendarai yang mengakibatkan sepeda motor tidak dapat dikendarai. Weight roller standard seberat19 gram memiliki ukuran 19,95 mm, mengalami pengikisan sebanyak 0,05 mm setelah digunakan dengan jarak tempuh 2000 km, dan weight roller racing seberat 12 gram memiliki ukuran 19,76 mm, mengalami pengikisan sebanyak 0,24 mm setelah digunakan dengan jarak tempuh 2000 km, dengan ukuran standard 19,84 mm – 20,00 mm.