Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH)

PENDAMPINGAN MANAJEMEN UNTUK PENINGKATAN EFEKTIVITAS PEMASARAN AQUAPONIK DI SEKOLAH ALAM NUR HIKMAH KOTA MALANG Marjani Ahmad Tahir; Endah Puspitosarie
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2021 "Kesiapan Indonesia Dalam Menghadapi Krisis Energi Global"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai mitra dalam Propenmas ini adalah Sekolah Alam Nur Hikmah  disingkat  SAN Hikmah yang berkedudukan di Jl. Bandara Timika Blok U-12 Kelurahan Cemorokandang Kecamatan Kedungkandang Kota Malang Jawa Timur. Pada awalnya SAN Hikmah merupakan sekolah gratis yang ditawarkan untuk keluarga tidak mampu yang  ada disekitar sekolah. Dana operasional  berasal dari donator yang bertindak sebagai orang tua asuh, akan tetapi lama kelamaan jumlah donatur  berkurang disi lain  ada wali murid yang merasa mampu melakukan pembayaran uang sekolah seiklasnya. Untuk menunjang proses belajar mengajar dan sekaligus memenuhi dana operasional, sekolah dilengkapi dengan beberapa sarana seperti perpustakaan, aquaponik, garmen, las, menjahit juga sebagai tempat wisata edukasi bagi sekolah lain.. Untuk menutup biaya operasional sekolah tidak cukup dibiayai dengan SPP yang dibayar oleh wali murid juga berasal dari donator yang bertindak sebagai orang tua asuh.  SAN Hikmah membuat Aquaponik sayur dan aanggrek untuk tempat praktek murid sekaligus hasilnya dijual diharapkan untuk menutup kekurangan biaya operassional sekolah. Berdasarkan hasil observasi terhadap situasi yang ada di Sekolah Alam Nur Hikmah, terdapat berbagai permasalah diantaranya: (1) Pemasaran, sampai saat ini pemasaran yang dilakukan dari mulut kemulut untuk sayur dan anggrek  (2) Showroom (tempat menaruh anggrek yang siap dijual), sampai saat ini Sekolah Alam Nur Hikmah belum mempunyai tempat untuk menaruh anggrek anggrek yang siap dijual jadi digantung di atap atap, (3)  Produksi terbatas, (4) Terbatasnya dana untuk promosi hingga belum bisa meningkatkan pemasaran dalam rangka menopang biaya operasional sekolah.
PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT UNIVERSITAS WIDYAGAMA MALANG BAGI KELOMPOK KRIYA TOPENG DI KAMPUNG BUDAYA POLOWIJEN Endah Puspitosarie; Sopanah Sopanah
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2019 "Inovasi Cerdas dan Teknologi Hijau untuk Industri 4.0"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.606 KB)

Abstract

Kriya Topeng menjadi salah satu Icon di Kampung Budaya Polowijen. Hal ini disebabkan Polowijen mempunyai tokoh pendiri topeng yang dikenal sebagai maestro yaitu Mbah Reni.  Kampung Budaya Polowijen ini diresmikan oleh Walikota Malang sebagai kampung tematik pada 02 April 2017.  Sampai saat ini Kampung Budaya Polowijen (KBP) berhasil membuat kerajian topeng kurang lebih 20 buah dengan berbagai karakter tokoh topeng setiap bulannya. Berdasarkan hasil dari  observasi yang telah dilakukan oleh tim peneliti di KBP, maka permasalah yang sedang dihadapi oleh para pengrajin yakni: (1) Pemasaran, hingga sekarang topeng KBP hanya mengandalkan promosi kepada para wisatawan yang berkunjung ke KBP, (2) Produksi topeng yang masih terbatas, dikarenakan kurangnya SDM untuk memahat topeng, (3) tidak tersedianya Showroom yang difungsikan untuk menaruh topeng yang sudah jadi, (4) Keterbatasan modal untuk pengembangan topeng. Dari permasalahan tersebut tim pengabdian memberikan solusi untuk memecahkan permasalahan yang sedang dihadapi oleh para pengrajin topeng KBP. Pada tahun pertama yang apat dilakukan oleh tim adalah memperkuat promosi pada penjualan topeng KBP dengan cara mengadakan sosialisasi dan pelatihan tentang pemasaran produk. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatankan ekonomi masyarakat sekitar KBP, meningkatkan jumlah penjualan topeng KBP serta membantu mitra untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang  dihaapinya. Selain itu, diharapkan pula dengan kegiatan ini dapat menciptakan ekonomi kreatif dimana topeng merupakan salah satu kriya yang menjadi bagian dari sub sector ekonomi kreatif. Dengan bekal ekonomi kreatif yang mampu menggerakan pertumbuhan ekonomi masyarakat disekitar lokasi KBP. Serta diharapkan pula dengan adanya program ini dapat menambah kesejateraan masyarakat di KBP.