Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENDEKATAN KONSEP TOD PADA PENATAAN MASSA DI KAWASAN DUKUH ATAS ADNAN RAFI'I; Lutfi Prayogi
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 3, No 2 (2019): Purwarupa Vol 3 No 2 Special Edition #1 Mei 2019
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.135 KB)

Abstract

ABSTRAK. TOD adalah sebuah gagasan alternatif guna mengatasi permasalahan kemacetan di kota-kota besar. Membuat kawasan yang berkonsep TOD mempunyai banyak manfaatnya jika deasin tersebut tepat dalam proses mengkaji terlebih dahulu. Salah satunya yaitu, penataan massa bangunan di dalama sebuah kawasan yang ingin dijadikan kawasan TOD. Pendekatan TOD pada prinsipnya yaitu menghubungkan moda transportasi dari stasiun atau terminal dengan bangunan atau kawasan yang ada di sekitarnya. Seperti, kawasan komersil, perkantoran dan hunian. Di dalam penelitian ini mempunyai tujuan yaitu bagaimana menata sebuah massa bangunan yang terdapat pada sebuah kawasan tertentu dengan konsep TOD. Pendekatan yang digunakan untuk identifikasi, menganalisis dan memberikan pemecahan masalah adalah dengan pendekatan teoritik dan pendekatan observasi.
PENERAPAN ARSITEKTUR MODERN PADA KAWASAN PUSAT BISNIS WADUK MELATI DI JAKARTA Faridzal Faridzal; Ari Widyati Purwantiasning; Lutfi Prayogi
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 3, No 1 (2019): Purwarupa Vol 3 No 1 Maret 2019
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.437 KB)

Abstract

Kota Jakarta adalah salah satu kota dengan tingkat tumbuh ekonomi yang sangat  pesat. Perekonomian Jakarta ditunjang dari sektor perdagangan, jasa, properti dan industri kreatif. Peningkatan ini membuat kepadatan dan pertumbuhan bangunan komersial akan terus meningkat, ini akan membuat ketersediaan ruang kota semakin menurun. Merencanakan tata letak bangunan untuk menciptakan kota yang terorganisir menjadi sangat penting. Salah satu kawasan yang dirasa perlu untuk menjadi central business district adalah kawasan Waduk Melati. Merencanakan central business district di Waduk Melati adalah untuk menata kembali kawasan perekonomian di Waduk Melati dengan pendekatan arsitektur modern, yang akan menekan pada efisiensi dan fungsionalitas tata letak massa bangunannya.
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR HIJAU PADA PUSAT KONSERVASI EKOLOGI KAWASAN PESISIR DI JAKARTA UTARA Ridwan Arifin; Ashadi Ashadi; Lutfi Prayogi
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 3, No 3 (2019): Purwarupa Vol 3 No 3 Special Edition#2 Juli 2019
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.645 KB)

Abstract

Secara geograis Indonesia yang merupakan negara kepulauan yang terdiri lebih dari 17.508 pulau dan didominasi oleh wilayah laut, yaitu mencapai 81.7 % (5.8 juta kilometer persegi) dari luas total wilayah indonesia. Indonesia memiliki banyak kawasan pesisir yang berfungsi sebagai penyedia sumber daya alam, seperti muara, bakau, rumput laut dan terumbu karang yang produktif. Pada saat ini penanganan ekologi kawasan pesisir masih sangat kurang diperhatikan terutama dalam penanganannya yang masih diabaikan seperti tidak mempunyai peran penting terhadap kawasan pesisir. Untuk menjawab issu tersebut, maka dirancanglah sebuah pusat konservasi ekologi kawasan pesisir dengan pendekatan arsitektur hijau. Dengan adanya pusat konservasi ekologi kawasan pesisir ini diharapkan menjadi pusat penelitian, konservasi dan edukasi berwawasan wisata alam bagi masyarakat luas.
PENERAPAN KONSEP SMART CITY PADA DESAIN KAWASAN DI CIBUBUR Wahyu Putra Sukmatama; Ashadi Ashadi; Lutfi Prayogi
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 3, No 1 (2019): Purwarupa Vol 3 No 1 Maret 2019
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.867 KB)

Abstract

Smart City merupakan sebuah konsep perencanaan kota yang kian hari kian dipertimbangkan untuk di aplikasikan kepada sebuah kota metropolitan yang padat penduduk sebagai salah satu cara untuk menjawab kompleksitas masalah pada suatu kota besar, dan sesuai pula dengan perkembangan zaman yang menuju ke dunia digitalisasi. Penelitian ini dilakukan untuk merancang sebuah kawasan yang kurang tertata, dan tidak terencana dengan baik menjadi sebuah kawasan yang lebih terintegrasi, pintar, dan ramah lingkungan. Selain itu diharapkan dengan penelitian ini pembangunan sebuah kota dapat menjadi sebuah kawasan yang tidak hanya mampu memobilisasi warganya tapi juga menjadi kota yang selain modern, dinamis, tapi juga tetap nyaman , aman, dan juga layak untuk dihuni. Hasil penelitian ini adalah sebuah desain kawasan di Cibubur yang menerapkan konsep Smart City
PENERAPAN PENDEKATAN KELEKATAN SEJARAH PADA PUSAT PENELITIAN ARKEOLOGI DI TEMANGGUNG Angel Palastri; Ari Widyati Purwantiasning; Lutfi Prayogi
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 3, No 3 (2019): Purwarupa Vol 3 No 3 Special Edition#2 Juli 2019
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Situs Liyangan merupakan salah satu situs peninggalan Mataram kuno yang ditemukan tahun 2008 di Dusun Liyangan Desa Purbosari Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung. Bagi para arkeolog Situs Liyangan merupakan penemuan terbesar karena mereka menemukan situs ini sudah mengalami peradaban yang modern pada masa itu. Setelah penggalian, mereka membawa hasil temuan-temuan purbakala ke Balai Arkeologi Yogyakarta karena kurang mendukungnya fasilitas yang ada. Faktor tersebut memengaruhi munculnya gagasan untuk merencanakan dan merancang Pusat Penelitian Arkeologi di Temanggung dengan konsep kelekatan sejarah. Konsep kelekatan sejarah yang dimaksud berkaitan dengan ikatan emosional terhadap sesuatu yang bersejarah. Metode yang digunakan penelitian ini adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif dan menggunakan analisis terhadap tapak, bangunan, dan konsep kelekatan sejarah. Tujuan penelitian ini untuk merencanakan dan merancang sebuah pusat penelitian arkeologi yang dapat menunjang kegiatan arkeolog dan peneliti dalam ekskavasi dan penelitian, serta memberikan edukasi bagi pengunjung. Pusat penelitian arkeologi adalah bangunan penelitian yang digunakan untuk meneliti benda peninggalan purbakala dengan berbagai fasilitas penunjang. Penerapan konsep kelekatan sejarah pada pusat penelitian arkeologi diharapkan dapat memunculkan memori dan suasana pada masa Mataram Kuno saat itu.
PENERAPAN PRINSIP EKOLOGI ARSITEKTUR DALAM HAL TOPOGRAFI di TAMAN WISATA MATAHARI & KEBUN RAYA BOGOR YAZID AS SALAFY; Lutfi Prayogi
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 3, No 4 (2019): Purwarupa Vol 3 No 4 September 2019
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.645 KB)

Abstract

Manusia membutuhkan obat untuk menenangkan jiwanya dalam menghadapi rutinitas sehari-hari. Jalan-jalan ketaman hiburan melupakan salah satu solusinya. Namun saat ini taman hiburan yang ada saat ini semakin tidak ramah lingkungan dan cenderung merusak ekosistem sekitar. Penelitian ini mempunyai 2 objek penelitian yaitu Taman Wisata Alam Matahari dan Kebun Raya Bogor. Tujuan dari penelitian ini adalah memahami penerapan ekologi arsitektur dalam hal topografi di Taman Wisata Matahari dan Kebun Raya Bogor. Penelitian ini  adalah penelitian deskriptif kualitatif. Ekologi arsitektur dapat diterapkan dalam desain sebuah taman hiburan. Ekologi arsitektur dapat diterapkan dalam beberapa hal salah satunya yaitu topografi. Arsitektur topografis yang termasuk ke dalam salah satu prinsip ekologi merupakan suatu ide yang lahir dari banyaknya lahan yang dipotong menjadi rata dan tidak alamiah sebagaimana alam itu terbentuk.
Kajian Evaluasi Revitalisasi Kampung Betawi di Setu Babakan, Jakarta Selatan Kartika Dwi Cahyanti; Lutfi Prayogi
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 12 No. 1 (2023): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v12i1.68

Abstract

Seiring dengan berjalannya waktu, sebuah kawasan akan mengalami penurunan nilai, kualitas atau degradasi. Revitalisasi merupakan upaya untuk menghidupkan kembali kawasan yang mengalami penurunan kualitas, sehingga dapat menghasilkan citra kawasan baru. Peran dan kegunaan revitalisasi di suatu kawasan tidak lepas dari prinsip revitalisasi yang terdiri dari intervensi fisik, rehabilitasi ekonomi, dan revitalisasi sosial/kelembagaan. Kampung Budaya Betawi merupakan kawasan kampung yang dibangun untuk melestarikan budaya Betawi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kekurangan yang harus diperbaiki pada kampung budaya Betawi Setu Babakan, berdasarkan pada tolak ukur prinsip dan konsep revitalisasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang menghasilkan analisis data berdasarkan survei langsung dan studi pustaka. Hasil akhir penelitian merupakan data valuasi dan solusi terhadap kawasan budaya Betawi Setu Babakan yang di klasifikasikan berdasarkan kategori bangunan komersial, fasilitas pendukung dan penanda/rambu menggunakan 2 prinsip revitalisasi berupa aspek fisik dan aspek ekonomi.