Nursyam Hasyim Br Purba
Guru SMP Negeri 1 Pancur Batu

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS SISWA KELAS VII-5 MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN PENINGKATAN KEMAMPUAN BERFIKIR DI SMP NEGERI 1 PANCUR BATU PADA TAHUN PELAJARAN 2019/2020 Nursyam Hasyim Br Purba
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA Vol. 5 No. 1 (2020): JP2BS
Publisher : LP2M Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.077 KB) | DOI: 10.32696/jp2bs.v5i1.407

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: Meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII-5 melalui Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berfikir di SMP Negeri 1 Pancur Batu pada tahun Pelajaran 2019/2020. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Metode Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas VII-5 SMP Negeri 1 Pancur Batu sebanyak 32 orang. Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data adalah menggunakan test, angket dan observasi. Rentang nilai untuk tes adalah 1-100. Teknik analisis data yang digunakan adalah menggunakan jumlah nilai rata rata siswa, persentase jumlah siswa yang tuntas dan persentase jumlah siswa yang belum tuntas. Hasil Penelitian ini menunjukkan terdapat peningkatan hasil belajar dengan menerapkan Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berfikir dengan hasil sebagai berikut: (1) Terdapat peningkatan rata-rata hasil belajar siswa, dimana pada tes awal rata-rata hasil belajar siswa adalah 39, pada siklus I meningkatkan menjadi 67,5 kemudian pada siklus II meningkat lagi menjadi 77,81, (2).Terdapat peningkatan jumlah siswa yang tuntas, dimana pada tes awal jumlah siswa yang tuntas hanya 0%, meningkat menjadi 75,0% pada siklus I kemudian meningkat lagi menjadi 87,5% pada siklus II,(3). Terdapat penurunan jumlah siswa yang tidak tuntas, dimana pada tes awal jumlah siswa yang tidak tuntas mencapai 100%, pada siklus I menurun menjadi 25,0% kemudian pada siklus II menurun lagi menjadi 12,5% dengan kata lain hanya 4 siswa saja yang memperoleh nilai 60 dan selebihnya (28) siswa memperoleh nilai di atas 70.