Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Penerapan Modelling The Way pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas V di Sekolah Dasar Negeri Nomor 94/II Bungo Delvia Ayu Ningsih; Nurbaedah Nurbaedah; Wiwin Narti
el-Madib: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 2 No 1 (2022): (Maret)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.81 KB) | DOI: 10.51311/el-madib.v2i1.361

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Nomor 94/II Bungo pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Nomor 94/II Bungo pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan Taggar. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, tes tertulis, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan modelling the way dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelas V di Sekolah Dasar Negeri Nomor 94/II Muara Bungo dengan rincian: pada aspek kognitif pra siklus peserta didik menunjukkan presentase ketuntasan hasil belajar 54,167% dengan kriteria sedang dan nilai rata-rata kelas 75,7, pada siklus I persentase jumlah peserta didik yang tuntas mengalami peningkatan yaitu sebesar 79,167% dengan kriteria tinggi dan nilai rata-rata kelas 84,83, pada siklus II jumlah persentase ketuntasan hasil belajar peserta didik kembali mengalami peningkatan menjadi 87,5% dengan kriteria tinggi dan nilai rata-rata kelas 88,1. Peningkatan hasil belajar belajar aspek afektif pada siklus memperoleh skor 121 dengan presentase ketuntasan belajar sebesar 56% dengan kriteria sedang, sedangkan pada ranah psikomotor memproleh sko 76 dengan presentas ketuntasan belajar klasikal 52,7% dengan kriteria sedang. Pada siklus I pertemuan pertama hasil belajar ranah afektif memperoleh skor 159, presentase ketuntasan belaja klasikal 73,6% dengan kriteria tinggi dan ranah psikomotor memperoleh skor 154, presentase ketuntasan klasikal 72,2% dengan kriteria tinggi. Sedangkan pada siklus II pertemuan hasil belajar ranah afektif memperoleh skor 179, presentase ketuntasan hasil belajar klasikal 82,8% dengan kriteria tinggi dan pada ranah psikomotor memperoleh skor 175, pesentase ketuntasan klasikal 81% dengan kriteria tinggi.
Pelatihan Asertivitas Untuk Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Interpersonal Pada Suami atau Istri Dalam Keluarga Luas (Extended Family) Wiwin Narti
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 6 No 2 (2019): (Oktober 2019)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/nuris.v6i2.137

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan asertivitas untuk meingkatkan kemampuan pemecahan masalah interpersonal pada suami atau istri dalam keluarga luas (extended family). Analisis data menggunakan statistik nonparametrik Mann Whitney U Test yaitu dengan melihat Gained Score (skor selisih) yang diperoleh dari skor pretest dan posttest. Hasil uji beda pada pretes dan posttest menunjukkan koefisien Z sebesar -2.956 p<0,005. Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan kemampuan pemecahan masalah interpersonal antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah pemberian perlakuan, dimana kelompok eksperimen memiliki kemampuan pemecahan masalah interpersonal lebih tinggi (mean rank= 12,00) dibandingkan dengan kelompok kontrol (mean rank= 5,00). Selanjutnya, uji beda Wilcoxon terhadap skor pretest dan posttest pada kelompok eksperimen pada koefisien Z sebesar -2,527, p<0,005, hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan kemampuan pemecahan masalah antara fase pretest dan fase posttest pada KE, dimana pada fase posttest (mean score= 117,250) suami-istri mengalami peningkatan kemampuan pemecahan masalah interpersonal dibandingkan dengan fase pretest (mean skor= 101,500). Ini menandakan bahwa suami-istri yang mendapatkan pelatihan asertivitas mengalamai peningkatan kemampuan pemecahan masalah interpesonal dibandingkan suami-istri yang tidak mendapatkan pelatihan asertivitas. Hasil uji beda Wilcoxon terhadap skor posttest dan follow up pada kelompok eksperimen menunjukkan koefisien Z sebesar -2,103, p<0,05. Hal ini menandakan bahwa ada perbedaan kemampuan pemecahan masalah interpersonal antara setelah pelatihan asertivitas (post test) dan dua minggu setelahnya (follow-up), pada fase follow-up (mean score=123,875) suami atau istri tersebut kembali mengalami peningkatan kemampuan pemecahan masalah interpersonal dibandingkan pada fase posttest (mean score=117,250). Ini berarti bahwa pelatihan asertivitas memiliki pengaruh berarti terhadap kemampuan pemecahan masalah interpersonal.
Meningkatkan Kemampuan Sosial Emosional Anak Usia Dini Kelompok B Dengan Model Cooperative Learning di RA An-Nuur Dusun Tanjung Agung Irma Nuryanti; Wiwin Narti
ALAYYA : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 2 No 1 (2022): (Februari 2022)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.453 KB) | DOI: 10.51311/alayya.v2i1.416

Abstract

Pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang paling mendasar dan menempati kedudukan sebagai golden age dan sangat strategis dalam pengembangan sumber daya manusia. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana meningkatkan kemampuan sosial emosional anak usia dini kelompok B di Raudhatul Athfal An-Nuur Dusun Tanjung dengan menggunakan model Cooperative Learning. Berdasarkan perolehan tingkat keberhasilan perkembangan sosial emosional anak di siklus I dan siklus II diketahui bahwa terjadi peningkatan yang signifikan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Penerapan Modelling The Way pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas V di Sekolah Dasar Negeri Nomor 94/II Bungo Delvia Ayu Ningsih; Nurbaedah Nurbaedah; Wiwin Narti
el-Madib: Basic Education Journal Vol. 2 No. 1 (2022): (Maret)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/el-madib.v2i1.361

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Nomor 94/II Bungo pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Nomor 94/II Bungo pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan Taggar. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, tes tertulis, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan modelling the way dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelas V di Sekolah Dasar Negeri Nomor 94/II Muara Bungo dengan rincian: pada aspek kognitif pra siklus peserta didik menunjukkan presentase ketuntasan hasil belajar 54,167% dengan kriteria sedang dan nilai rata-rata kelas 75,7, pada siklus I persentase jumlah peserta didik yang tuntas mengalami peningkatan yaitu sebesar 79,167% dengan kriteria tinggi dan nilai rata-rata kelas 84,83, pada siklus II jumlah persentase ketuntasan hasil belajar peserta didik kembali mengalami peningkatan menjadi 87,5% dengan kriteria tinggi dan nilai rata-rata kelas 88,1. Peningkatan hasil belajar belajar aspek afektif pada siklus memperoleh skor 121 dengan presentase ketuntasan belajar sebesar 56% dengan kriteria sedang, sedangkan pada ranah psikomotor memproleh sko 76 dengan presentas ketuntasan belajar klasikal 52,7% dengan kriteria sedang. Pada siklus I pertemuan pertama hasil belajar ranah afektif memperoleh skor 159, presentase ketuntasan belaja klasikal 73,6% dengan kriteria tinggi dan ranah psikomotor memperoleh skor 154, presentase ketuntasan klasikal 72,2% dengan kriteria tinggi. Sedangkan pada siklus II pertemuan hasil belajar ranah afektif memperoleh skor 179, presentase ketuntasan hasil belajar klasikal 82,8% dengan kriteria tinggi dan pada ranah psikomotor memperoleh skor 175, pesentase ketuntasan klasikal 81% dengan kriteria tinggi.
Teachers’ Strategies in Utilizing Digital Based Instructional Materials to Enhance Students’ Learning Motivation in Akhlak Courses at an Indonesian Islamic Boarding School Manisha Victoria; Muhammad Sabli; Andryadi Andryadi; Wiwin Narti; Ulfa Adilla
Edcomtech: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang in collaboration with APSTPI and IPTPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um039v6i22021p310

Abstract

This study examines how Akhlak teachers design and enact strategies for using digital instructional materials to raise student learning motivation in a traditional Indonesian pesantren setting. Employing a qualitative case study design at Pondok Pesantren Darul Ulum Rimbo Bujang in Jambi Province, the research drew on participatory observation across twelve weeks of instruction, semi structured interviews with two Akhlak teachers, four eleventh grade students, and one pesantren administrator, and a documentary review of lesson plans and digital teaching artifacts. Data were analyzed through the Miles, Huberman, and Saldaña interactive model, with credibility established through source and method triangulation, prolonged engagement, and member checking. The analysis surfaces three interlocking findings. First, baseline motivation was depressed by a combination of one way lecturing, low perceived relevance, fatigue from a dense pesantren timetable, and constrained digital infrastructure. Second, teachers responded by gradually building Technological Pedagogical Content Knowledge through self directed learning and peer collaboration, then redesigning Akhlak content into short videos, animated narratives of prophetic exemplars, and case based e modules circulated through a controlled channel. Third, a flipped blended arrangement, paired with formative quizzes and reflective journals, produced observable shifts in attendance, classroom participation, and the students’ capacity to connect Islamic ethical concepts to lived dilemmas. The study argues that digital materials become motivationally effective in pesantren only when teacher competence, content design, and institutional adaptation move together
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Penerapan Modelling The Way pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas V di Sekolah Dasar Negeri Nomor 94/II Bungo Iber Marza; Nurbaedah; Wiwin Narti; Delvia Ayu Ningsih; Muhammad Nur
el-Madib: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol. 4 No. 1 (2024): (Maret 2024)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/el-madib.v4i1.588

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Nomor 94/II Bungo pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Nomor 94/II Bungo pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan Taggar. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, tes tertulis, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan modelling the way dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelas V di Sekolah Dasar Negeri Nomor 94/II Muara Bungo dengan rincian: pada aspek kognitif pra siklus peserta didik menunjukkan presentase ketuntasan hasil belajar 54,167% dengan kriteria sedang dan nilai rata-rata kelas 75,7, pada siklus I persentase jumlah peserta didik yang tuntas mengalami peningkatan yaitu sebesar 79,167% dengan kriteria tinggi dan nilai rata-rata kelas 84,83, pada siklus II jumlah persentase ketuntasan hasil belajar peserta didik kembali mengalami peningkatan menjadi 87,5% dengan kriteria tinggi dan nilai rata-rata kelas 88,1. Peningkatan hasil belajar belajar aspek afektif pada siklus memperoleh skor 121 dengan presentase ketuntasan belajar sebesar 56% dengan kriteria sedang, sedangkan pada ranah psikomotor memproleh sko 76 dengan presentas ketuntasan belajar klasikal 52,7% dengan kriteria sedang. Pada siklus I pertemuan pertama hasil belajar ranah afektif memperoleh skor 159, presentase ketuntasan belaja klasikal 73,6% dengan kriteria tinggi dan ranah psikomotor memperoleh skor 154, presentase ketuntasan klasikal 72,2% dengan kriteria tinggi. Sedangkan pada siklus II pertemuan hasil belajar ranah afektif memperoleh skor 179, presentase ketuntasan hasil belajar klasikal 82,8% dengan kriteria tinggi dan pada ranah psikomotor memperoleh skor 175, pesentase ketuntasan klasikal 81% dengan kriteria tinggi.
The Implementation of Artificial Intelligence in Islamic Religious Education: An Analysis of Its Impact on Students’ Religious Moderation Literacy at SMA 8 Bungo Sovia Alacuba; Siti Khamim; Wiwin Narti; Sugeng Kurniawan; Ulfa Adilla
The Future of Education Journal Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v2i1.1978

Abstract

The integration of Artificial Intelligence (AI) into Islamic Religious Education (IRE) offers significant potential for pedagogical transformation; however, its empirical impact on students’ religious moderation literacy remains underexplored. This study aims to analyze the level of AI implementation in Islamic Religious Education and its impact on the religious moderation literacy of students at SMA 8 Bungo. The research employed an explanatory sequential mixed-methods design involving students from Grades X–XII as the study population. Quantitative instruments included a religious moderation literacy scale adapted from the indicators developed by the Indonesian Ministry of Religious Affairs (2021) and a questionnaire measuring AI adoption in Islamic Religious Education. These instruments were complemented by in-depth interviews and participant observations. Quantitative data were analyzed using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS), while qualitative data were examined through thematic analysis. The findings indicate that the level of AI implementation was categorized as moderate to high (M = 3.82, SD = 0.61). AI implementation had a positive and significant effect on students’ religious moderation literacy (β = 0.412, p < 0.001), particularly in the dimensions of tolerance, national commitment, and anti-violence attitudes. Qualitative findings revealed that AI facilitated cross-school-of-thought exploration, contemporary case-study simulations, and personalized value reflection. Nevertheless, challenges remained, including digital access disparities and insufficient teacher training in AI-based content curation. The study recommends the development of verified AI-integrated Islamic Religious Education modules, digital pedagogical training for teachers, and school policies that support ethical technology-based learning ecosystems.
A Local Wisdom Based Islamic Character Education Model for Developing Religious Moderation among Students at MA Diniyyah Al-Azhar Bungo Nailis Sa'adah; Sugeng Kurniawan; Joni Juli Yandra; Wiwin Narti; Noviriani Noviriani
The Future of Education Journal Vol 2 No 4 (2023)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v2i4.1983

Abstract

This study aims to formulate and analyze a local wisdom-based Islamic character education model for fostering moderate attitudes among students at MA Diniyyah Al-Azhar Bungo, Jambi. Employing a qualitative approach with a case study design, data were collected over a six-month period through in-depth interviews, participant observation, and document analysis. The participants included the madrasah principal, Islamic Religious Education (IRE) teachers, students, and local customary leaders. Data were analyzed using Braun and Clarke’s thematic analysis technique, supported by source and method triangulation to ensure trustworthiness. The findings reveal that the integration of Jambi Malay local wisdom values—such as adat bersendi syarak, syarak bersendi kitabullah (custom founded upon Islamic law, and Islamic law founded upon the Qur’an), deliberative traditions (musyawarah), and the spirit of communal solidarity (salingka nagari)—into the hidden curriculum, contextual learning practices, and character habituation programs successfully strengthened four pillars of religious moderation: tawassuth (moderation), tasamuh (tolerance), i‘tidal (justice and balance), and muwatanah (citizenship). The resulting model consists of five strategic components: (1) identifying local values aligned with Islamic principles; (2) integrating these values into lesson plans and student profile strengthening projects; (3) implementing community-based character habituation programs; (4) positioning teachers as uswatun hasanah (role models); and (5) conducting multidimensional authentic assessments. These findings contribute to the development of a contextual Islamic Religious Education pedagogy that is aligned with the national agenda of religious moderation and adaptable to madrasahs in culturally diverse settings. Future studies are recommended to test the model quantitatively and longitudinally to validate its long-term impact on students’ religious attitudes.