Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

HUNIAN VERTIKAL BERKONSEP PEMBERDAYAAN PENGHUNI Indra Lukman; Lily Mauliani; Anggana Fitri Satwikasari
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 3, No 1 (2019): Purwarupa Vol 3 No 1 Maret 2019
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Fenomena yang berkembang di negara – negara ASIA seperti di Indonesia saat ini sudah berubah dari dari era pertanian atau agraris menjadi industri. Hal tersebut menyebabkan berkembangnya pabrik yang memproduksi barang semakin pesat. Sebagai imbasnya adalah semakin pesat pula masyarakat yang bekerja di sektor industri tersebut, yang sebagian besar di dominasi oleh pekerja buruh. Dengan pertimbangan mahalnya harga tanah, maka pemerintah daerah saat ini memfokuskan pembangunan hunian vertikal berupa rusun dan rusunawa. Tujuan dari penulis ini bahwa masyarakat menengah ke bawah pada umumnya tidak memiliki pendidikan dan keterampilan yang memadai untuk dapat menigkatkan taraf hidupnya. Penulis dengan merencanakan dan merancang suatu bentuk hunian yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal semata. Namun juga dapat memberdayakan penghuninya melalui pendidikan informal agar mereka dapat meningkatkan taraf hidup ke arah yang lebih baik. Harapan penulis dengan Hunian yang di maksud adalah hunian vertikal berupa rusunawa yang dikhususkan bagi para buruh pabrik, yang dilengkapi dengan fasilitas - fasilitas pendidikan informal untuk pemberdayaan penghuninya.  Kata Kunci : Hunian, Vertikal, Pemberdayaan, Karawang – Jawa Barat
PENERAPAN KONSEP STRUKTUR "V" SEBAGAI ELEMEN ESTETIKA PADA GEDUNG TEATER DI BANDUNG edi maryanto; lily mauliani; anggana fitri satwikasari
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 4, No 2 (2020): Purwarupa Vol 4 No 2 September 2020
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Kota Bandung Merupakan Kota yang menjunjung tinggi nilai kebudayaan dan adat istiadatnya. Perkembangan Kota Bandung berjalan dengan dinamis dalam setiap tahunnya, Perkembangan tersebut tidak lepas dari adanya jiwa seni dan budaya dari masyarakatnya yang sangat dilestarikan. Berbagai Kesenian yang ada di Bandung membuat Kota Bandung lebih hidup dan dikenal di kancah domestik maupun Internasional. Penerapan struktur “V” sebagai elemen estetika pada gedung teater ini di maksudkan untuk mewadahi pertunjukan kesenian yang sudah berskala besar dan internasional. Konsep yang memadukan Struktur sebagai elemen estetik akan melengkapi keindahan bentuk bangunan. Metode pengumpulan data dalam perencanaan dan perancangan ini adalah dengan studi literatur, studi preseden dan wawancara. Penerapan struktur sebagai elemen estetika pada gedung teater di bandung terlihat pada sistem struktur “V” yang berfungsi sebagai penyangga bangunan utama dengan material kombinasi beton dan baja, dikarenakan fungsi kegiatan yang dilakukan membutuhkan ruangan yang bebas kolom (bentang lebar) sehingga akses lebih optimal. Kata kunci : Bandung, Pagelaran, Seni Teater, Kesenian, Budaya ABSTRACT. The city of Bandung is a city that upholds cultural values and customs. The development of the city of Bandung runs dynamically in each year, these developments can not be separated from the existence of the spirit of art and culture of the people who are very preserved. Various arts in Bandung make the city of Bandung more alive and known on the domestic and international scene. The application of the structure "V" as an aesthetic element in the theater is intended to accommodate large-scale and international art performances. Concepts that combine structure as an aesthetic element will complement the beauty of the shape of the building. The method of data collection in planning and designing is by studying literature, precedent studies and interviews. The application of the structure as an aesthetic element in the theater building in Bandung is seen in the "V" structural system which serves as a buffer for the main building with concrete and steel combination materials, because the activities carried out require a column-free room (wide span) so that access is more optimal. Keywords: Bandung, Performances, Theater Arts, Arts, Culture
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR METAFORA PADA BOTANICAL CENTER DI SETU PENGASINAN DEPOK, JAWA BARAT Lina Witdiya Wanti; Anisa Anisa; Anggana Fitri Satwikasari
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 3, No 3 (2019): Purwarupa Vol 3 No 3 Special Edition#2 Juli 2019
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.676 KB)

Abstract

ABSTRAK. Peran botani sangat penting dalam kehidupan manusia dari aspek ekonomi, kesehatan dan budaya. Penyebab kepunahan botani di Indonesia pada umumnya yang disebabkan oleh adanya alih fungsi lahan, ekploitasi lahan, pencemaran lingkungan dan penebangan liar terhadap tanaman yang dilindungi sehingga Indonesia membutuhkan Botanical Center. Bangunan Botanical Center di Setu Pengasinan ini menggunakan konsep Arsitektur Metafora berfungsi sebagai visualisasi bentuk untuk menarik pengunjung. Dengan adanya botanical center di Setu Pengasinan Depok diharapkan mampu untuk menekan angka kepunahan tumbuhan di Indonesia serta memberikan kontribusi terhadap para ilmuan dan pengembang pelaku bisnis botani di Indonesia, sehingga kedepannya mampu memperbaiki perekonomian Indonesia dan dapat menciptakan inovasi-inovasi penelitian baru. Kata Kunci: botanical center, arsitektur metafora
KOMPARASI EFEKTIFITAS MATERIAL PELAPIS DINDING SEBAGAI INSULASI AKUSTIK Liah Zakiatul Amalia Latar; Anggana Fitri Satwikasari
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 3, No 2 (2019): Purwarupa Vol 3 No 2 Special Edition #1 Mei 2019
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Akustik Ruang terdefinisi sebagai bentuk dan susunan bahan yang merupakan kesatuan secara sistimatis sebagai pelapis dinding, atap dan lantai suatu ruangan yang terkait dengan perubahan bunyi atau suara yang terjadi. Akustik merupakan suatu sistem pelapisan dan susunan dinding, atap dan lantai yang berguna untuk menghindari gangguan suara dari luar maupun dalam sehingga mendapatkan hasil terbaik untuk suara langsung maupun hasil produksi (rekaman). Akustik ruang sangat berpengaruh dalam produksi suara dalam suatu ruangan. Kata Kunci: material, akustik interior, akustik, pelapis. ABSTRACT. Space acoustics are defined as the form and arrangement of materials that are sistematically united as a coating of walls, roofs and floors of a room associated with changes in sound or sound that occur. Acoustics is a coating sistem and arrangement of walls, roofs and floors that are useful for avoiding noise interference from outside and inside so as to get the best results for direct sound or production (recording). Space acoustics are very influential in the production of sound in a room. Keywords: material, interior acoustics, acoustics, coatings. 
Kajian Arsitektur Tradisional Sunda Pada Desain Resort Mohammad Sahril Adhi Saputra; Anggana Fitri Satwikasari
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 3, No 4 (2019): Purwarupa Vol 3 No 4 September 2019
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4704.678 KB)

Abstract

Indonesia memiliki keragaman budaya dan kekayaan alam maupun keindahan alam yang sangat banyak, salah satunya pada daerah Jawa Barat. Jawa Barat merupakan daerah yang dikenal dengan budaya Sunda. Arsitektur tradisional merupakan arsitektur yang merupakan hasil karya nenek moyang terdahulu yang telah disepakati dan turun-temurun. Arsitektur tradisional pada dasarnya mengutamakan unsur lokal sebagai aspek-aspeknya. Arsitektur tradisional memiliki cara tersendiri untuk merefleksikan dirinya di lingkungan sekitarnya. Terdapat berbagai macam wujud arsitektur tradisional yang ada di Indonesia. Resort merupakan tempat wisata yang dilengkapi dengan tempat penginapan dan fasilitas penunjang lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mengenai desain resort dengan menggunakan pendekatan arsitektur tradisional Sunda. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini diharapkan dapat mendeskripsikan wujud konsep dan karakteristik arsitektur tradisional. Selain itu, diharapkan dapat mendeskripsikan mengenai penerapan wujud arsitektur tradisional Indonesia pada desain resort.
IDENTIFIKASI KONSEP ARSITEKTUR BIOKLIMATIK PADA MALL THE BREEZE BSD Kris Sandi Kartiko; Anggana Fitri Satwikasari
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 3, No 2 (2019): Purwarupa Vol 3 No 2 Special Edition #1 Mei 2019
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mall The Breeze yang berada di BSD Tangerang ini merupakan pusat perbelanjaan moderen yang terletak di pinggir sungai Cisadane dan danau yang terintegrasi dengan bangunan perkantoran. Mall ini diidentifikasi untuk mengetahui dampak konsep arsitektur bioklimatik terhadap aktifitas manusia yang tidak terpisahkan dengan iklim dan lingkungan sekitar. Mall ini dianalisis berdasarkan konsep arsitektur bioklimatik, dengan mendeskripsikan penerapan dari variabel arsitektur bioklimatik menurut Yeang. Analisis pada mall ini memperhatikan desain tapak, aklimatisasi matahari, pencahayaan, suhu lingkungan, penghawaan,vegetasi maupun penerapan prinsip hemat energi dan desain dinding bangunan untuk menunjang aktifitas berbelanja dan kelestarian lingkungan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif.
PENERAPAN KONSEP ANALOGI PADA BANGUNAN BENTANG LEBAR Taufik Hidayat; Anggana Fitri Satwikasari
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 3, No 4 (2019): Purwarupa Vol 3 No 4 September 2019
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2350.863 KB)

Abstract

ABSTRAK. Dalam memandang arsitektur para ahli teori seringkali membuat analogi-analogi dengan menganggap arsitektur sebagai sesuatu yang ‘organis’, arsitektur sebagai ‘bahasa’, atau arsitektur sebagai ‘mesin’. Secara singkat analogi-analogi. Analogi dalam arsitektur diidentifikasikan ke dalam 2 kategori, pertama Analogi matematis. kedua Analogi matematis. Analogi matematis adalah sebuah pandangan bahwa beberapa ahli menganggap bahwa bangunan-bangunan yang dirancang dengan bentuk-bentuk murni, ilmu hitung dan geometri (seperti golden section) akan sesuai dengan tatanan alam semesta dan merupakan bentuk yang paling indah. Prinsip-prinsip ini banyak digunakan pada bangunan zaman Renaissance. Analogi biologis adalah Pandangan para ahli teori yang menganalogikan arsitektur sebagai analogi biologis berpendapat bahwa membangun adalah proses biologi bukan proses estetis. Kata Kunci: arsitektur, bangunan bentang lebar, konsep analogi.
PUSAT PENANGKARAN HEWAN LANGKA OWA JAWA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR EKOLOGI DI BOGOR Erick Handiana; Lily Mauliani; Anggana Fitri Satwikasari
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 3, No 3 (2019): Purwarupa Vol 3 No 3 Special Edition#2 Juli 2019
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.638 KB)

Abstract

Javan Gibbons or “Owa Jawa” are one of the endemic animals of the Java island which are included in one of the 25 most endangered primate species in the world. The rise of poaching and long-term reproductive capacity of Javan Gibbon make the population decline. One way to see Javan Gibbons is to visit a breeding place because it is hard to find in its natural habitat. Natural breeding in Indonesia is very rare and breeding that has the concept of 5 animal welfare is free from hunger and thirst, freedom from displeasure, freedom from pain is also still rare, freedom to act normally, and freedom from fear and stress. Therefore, to achieve this, there is a need for captivity that has 5 concepts of animal welfare so that the Javan gibbon population can increase. The planning and design of the rare Javan gibbon animal breeding center was designed using the concept of ecological architecture as a concept most suited to the harmony between buildings and the environment. The method of drafting the concepts used is by collecting data from related theoretical foundations and field observations, data processing, and data analysis to formulate the concepts of planning and design "Center for Breeding Ecological Architecture with the Ecological Architecture Approaches"