I B Putra Adnyana
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : E-Journal Obstetric

KADAR MALONDIALDEHYDE (MDA) PADA ABORTUS SPONTAN Putra Adnyana, I B
E-Journal Obstetric & Gynecology Udayana Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : E-Journal Obstetric & Gynecology Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abortus merupakan salah satu komplikasi obstetrik yang paling sering dijumpai pada wanita hamil. Kehamilan dapat berakhir berakhir dengan terjadinya abortus, baik itu abortus insipiens, abortus imminens, abortus inkomplit maupun komplit.1,2 Begitu banyak etiologi yang menyebabkan abortus yaitu: kelainan kromosom, faktorinfeksi, nutrisi, penyakit metabolik, anomali uterus dan stress oksidatif.2,3Teori terbaru mengenai etiologi abortus adalah adanya suatu keadaan tidak seimbangnya antara produksi prooksidan dan mekanisme pertahanan antioksidan.4,5 Stres oksidatif adalah tidak seimbangnya antara prooksidan (free radical) dan antioksidan.4,5 Stres oksidatif sendiri akan menyebabkan gangguan proses plasentasi. Peningkatan insiden kegagalan plasentasi berhubungan dengan peningkatan radikal bebas yang berpengaruh pada perkembangan fungsi plasenta dan berefek pada fetus.6 Peningkatan plasenta oksidatif stres menjadi faktor dalam patogenesis awal keguguran.3 Pada abortus spontan stres oksidatif  dapat menyebabkan degenerasi sinsiotropoblast. Stres oksidatif dapat menyebabkan kerusakan lipid membran sel, menginduksi terjadinya lipid peroksidasi.Lipid peroksidasi terjadi ketika adanya interaksi antara lipid dengan radikal bebas.Lipid peroksidasi ini tidak hanya sangat tidak stabil namun juga sangat reaktif dan juga merusak. Akhirnya, peningkatan lipid peroksidasi yang tidak terkendali menyebabkan kerusakan sel endothelial.8,16Peroksidasi lipid yang bersifat sangat reaktif menyebabkan kerusakan sel endotel melalui interaksi langsung dengan membran sel endotel maupun secara tidak langsung melalui aktifasi mediator lain oleh produk peroksidasi lipid.4 Efek secara langsung pada membran endotel adalah peroksidasi lipid memudahkan terjadinya ikatan silang rantai lemak pada membran endotel yang akan menyebabkan perubahan kandungan cairan (fluidisitas)membran dan mobilisasi enzim-enzim pada membran. Hal ini akan menyebabkan membran endotel menjadi bocor dan molekul-molekul hingga seukuran enzim dapat keluar melewati membran yang rusak tersebut. Sebagai tambahan terhadap rusaknya fungsi membran sebagai barier tersebut, peroksidasi lipid juga mengakibatkan hilangnya homeostasis ion yang menyebabkan terjadinya ganguan kompartemen dan kekacauan ion utamanya ion Ca2+. Hilangnya homeostasis Ca2+ menyebabkan hilangnya kontrol metabolik sel endotel.4Kerusakan oleh radikal bebas merupakan sumber dari kerusakan DNA.4,22Reaksi radikal bebas inilah yang menginduksi terjadinya lipid peroksidasi yang kemudian akan memicu disfungsi endotel dan akibat disfungsi endotel yang masif maka akan terjadi abortus.
Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui perbedaan kadar Serum GPx pada abortusiminens dan kehamilan normal. Metode penelitian: Cross sectional. Jumlah sampel adalah sebesar 42 sampel,dimana 21 kasus abortus iminens dengan umur kehamilan < 20 minggu dan 21 ka Putra Adnyana, I B
E-Journal Obstetric & Gynecology Udayana Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : E-Journal Obstetric & Gynecology Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang :Abortus merupakan salah satu komplikasi kasus obstetri padatrimester pertama, dengan sebagian didahului blighted ovum. Stres oksidatif dapat menyebabkan kegagalan kehamilan.Glutathione peroxidase (GPx) merupakan enzim anti oksidan yang berfungsi mendetoksifikasi superoxide anion.   Tujuan penelitian :Untuk mengetahui perbedaan kadar serumglutathione peroxidase   (GPx) pada blighted ovum dan kehamilan normal..   Metode penelitian :Penelitian ini merupakan desaincross sectionalanalitik. Jumlahsampel adalah sebesar 42 sampel, dimana 21 kasus dengan blighted ovum dengan umur kehamilan &lt; 12 minggu, dan 21 kasus dengan kehamilan normal &lt; 12 minggu. Pengambilan darah pada vena cubiti sebanyak 3cc kemudian dimasukkan ke dalam tabung pemeriksaan, lalu diperiksa kadar serum GPx pada Laboratorium Patologi Klinik RSUP Sanglah Denpasar. Dari data yang terkumpul dilakukan pengujian normalitas data dengan Shapiro-Wilk Test, kemudian dilakukan analisa data dengan t-independentsample test dengan tingkat kemaknaan?= 0,05.   Hasil : Rerata kadar serum GPx padablighted ovum51,89 (SD 8,51) U/gHb,sedangkan pada kehamilan normal sebesar 94,94 (SD 21,66) U/gHb dengan perbedaan rerata kadar serum GPx pada blighted ovum dan kehamilan normal 43,05 U/g Hb, dimana hasil pada dua kelompok ini berbeda bermakna (p&lt;0,05).   Simpulan :Terdapat perbedaan bermakna pada rerata kadar serum GPx padablightedovum dan kehamilan normal.   Kata kunci :Serumglutathione peroxidase(GPx),blighted ovum, kehamilan normal