Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN OBESITAS DENGAN KADAR KOLESTEROL PADA MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI Iskandar Rahman; Deviana Utami
Jurnal Medika Malahayati Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.473 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v1i4.1932

Abstract

Latar Belakang : Obesitas adalah Akumulasi lemak secara berlebihan atau abnormal dalam tubuh sehingga dapatmengganggu kesehatan. Obesitas yang menetap dapat menyebabkan terjadinya gangguan sistem metabolik berupahiperkolesterol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan obesitas dengan kadar kolesterol pada MahasiswaKedokteran Universitas Malahayati.Metodologi : Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan studicase control yaitu membandingkan kelompok kasus dan kelompok kontrol yang dilakukan secara bersama-sama atausekaligus. Subjek pada penelitian ini adalah Mahasiswa Kedokteran Universitas Malahayati. Sampel yang didapatberjumlah 50 sampel yaitu 25 sampel kasus (mahasiswa obesitas) dan 25 sampel kontrol (mahasiswa tidakobesitas),Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Variabel penelitian ini adalahobesitas sebagai variabel bebas (independent) dan nilai kadar Kolesterol sebagai variabel terikat (dependent). Data dianalisa dengan continuity correction.Hasil : Hasil uji statistik menggunakan uji chi-square pada tingkat kepercayaan 95%, maka didapatkan nilai p =1,000. Ini berarti bahwa nilai p > α (0,05). dengan OR sebesar 1,042 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidakterdapat hubungan antara obesitas dengan kadar kolesterol dan responden obesitas beresiko untuk mengalamipeningkatan kadar kolesterol yang tinggi sebesar 1 kali dibandingkan dengan yang tidak obesitas.
DETERMINAN KEJADIAN PNEUMONIA BERAT PADA BALITA ( Studi Kasus Kejadian Pneumonia Pada Balita Di RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Provinsi Lampung) Deviana Utami
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.476 KB) | DOI: 10.33024/.v2i4.720

Abstract

Pneumonia adalah faktor penyebab kematian balita yang paling sering, terutama di negara dengan angka kematian anak yang tinggi, bahkan pneumonia diidentifikasi sebagai  “forgotten killer of children” oleh United Nations Children’s Fund (UNICEF) and WHO. Sebagian besar kasus kematian akibat pneumonia pada anak (99.9%) terjadi di negara berkembang dan negara yang sedang berkembang. Berbagai faktor risiko yang meningkatkan kejadian, beratnya penyakit dan kematian karena pneumonia, yaitu status gizi, pemberian ASI, suplementasi vitamin A, suplementasi zinc, bayi berat badan lahir rendah, vaksinasi, dan polusi udara dalam kamar terutama asap rokok dan asap bakaran dari dapur. Faktor lain yang mempengaruhi morbiditas dan mortalitas pneumonia adalah pendidikan ibu dan status sosio-ekonomi keluarga. Tujuan penelitian adalah teridentifikasinya determinan kejadian pneumonia di RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek tahun 2014. Jenis penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Kuantitatif. Rancangan penelitian analitik observasional dengan pendekatan Case Control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang dirawat di ruang rawat inap anak RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Bulan Juni-Juli 2014. Jumlah sampel sebanyak 102 orang, dimana 51 orang  kasus dan 51 orang kontrol. Pengolahan data dilakukan dengan chi-square dan regresi logistik. Hasil penelitian didapatkan ada 4 variabel yang berhubungan yaitu riwayat pemberian ASI eksklusif (p-value=0,005; OR=2,229), Imunisasi campak (p-value=0,040; OR=3,181), Kepadatan hunian (p-value=0,015; OR=3,262), Polusi udara (p-value=0,009; OR=4,060). Simpulan dari penelitian ini bahwa determinan kejadian pneumonia adalah polusi udara.