Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

penurunan skala nyeri osteoarthr PENGARUH KOMPRES AIR HANGAT AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI OSTEOARTRITIS PADA LANJUT USIA DI DESA BATUBANTAR PANDEGLANG: penurunan skala nyeri osteoarthritis Devi Fahriah Suhartini; Selvy Afrioza
Journal of Health Research Science Vol. 1 No. 01 (2021): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.315 KB) | DOI: 10.34305/jhrs.v1i1.285

Abstract

Osteoarthritis pain scale reduction
STRATEGI MITIGASI RISIKO PRODUKSI DAN DISTRIBUSI PADA UMKM KERIPIK TIARA JAYA DI LAMPUNG TENGAH Juliana Permata Devi; Selvy Afrioza
Digital Business and Entrepreneurship Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Digital Business and Entrepreneurship Journal
Publisher : FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS KUNINGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/digibe.v3i2.330

Abstract

UMKM pangan lokal seperti Keripik Tiara Jaya memiliki potensi besar untuk berkembang, namun terdapat kendala diantaranya rentan terhadap risiko sepanjang proses rantai produksi, dan distribusi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi risiko utama serta mengembangkan strategi mitigasi yang tepat berbasis proses bisnis UMKM. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan analisis dokumen. Hasil penelitian mengungkap risiko utama pada tahap produksi UMKM Keripik Tiara Jaya yaitu meliputi fluktuasi harga bahan baku, sering adanya kerusakan pada alat potong, permasalahan waktu kerja, dan kelalaian pekerja. Pada rantai distribusi ditemukan risiko keterlambatan pengiriman, kerusakan pada produk, dan kemasannya. Strategi mitigasi yang dikembangkan diantaranya adalah diversifikasi pemasok, perawatan preventif alat secara berkala, pelatihan tenaga kerja, pencatatan distribusi secara digital dan kualitas dalam pengontrolan produk jadi atau kerjasama dengan logistik. Kesimpulan penelitian ini memperlihatkan bahwa strategi mitigasi yang dirancang secara kontekstual dapat meningkatkan ketahanan dan daya saing UMKM pangan lokal, sehingga dapat digunakan sebagai model mitigasi risiko terintegrasi untuk usaha kecil di sektor yang serupa.
Penerapan ISO 31000:2018 dalam Manajemen Risiko UMKM: Tinjauan Literatur dan Tantangan pada Sektor Tradisional dan Digital Selvy Afrioza; Ahmad Rasyiddin; Alysa Azizah
JEDBUS (Journal of Economic and Digital Business) Vol. 2 No. 2 (2025): JEDBUS (Journal of Economic and Digital Business)
Publisher : Universitas Yatsi Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37048/jedbus.v2i2.639

Abstract

ABSTRAK Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia karena mampu menyediakan lapangan pekerjaan dalam jumlah besar sekaligus berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di tingkat lokal maupun nasional. Meskipun demikian, keterbatasan modal, teknologi, serta kapasitas manajerial menjadikan UMKM sangat rentan terhadap berbagai risiko, baik yang bersumber dari faktor internal seperti manajemen dan produksi, maupun eksternal seperti fluktuasi harga, perubahan pasar, serta dinamika kebijakan pemerintah. Dalam konteks ini, penerapan manajemen risiko menjadi kunci penting untuk menjaga keberlangsungan usaha. Penelitian ini bertujuan meninjau strategi manajemen risiko UMKM dengan pendekatan ISO 31000:2018 yang menyediakan kerangka kerja sistematis melalui tahap identifikasi, analisis, evaluasi, dan mitigasi risiko. Metode penelitian menggunakan studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif, yang mengkaji artikel, prosiding, serta jurnal nasional terakreditasi SINTA yang terbit antara tahun 2018 hingga 2025. Teknik analisis isi digunakan untuk memetakan tahapan penerapan ISO 31000, strategi pengelolaan risiko yang dilakukan, serta hambatan yang masih dihadapi UMKM. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa sebagian besar UMKM belum melaksanakan proses identifikasi risiko, analisis risiko, tahapan evaluasi risiko, dan penanganan risiko secara menyeluruh. Selain itu, terdapat perbedaan karakteristik antara UMKM tradisional dan digital, di mana sektor digital cenderung lebih responsif terhadap risiko pasar, sedangkan UMKM tradisional masih terhambat oleh keterbatasan sumber daya. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan literasi manajemen risiko berbasis ISO 31000 bagi pelaku UMKM. Dukungan berupa pelatihan, pendampingan, serta adaptasi model risiko yang sesuai dengan karakteristik usaha diperlukan agar UMKM, baik tradisional maupun digital, mampu mengelola tantangan secara lebih efektif dan berkelanjutan.