Eka Sulistianingsih
Program Studi Teknologi Laboratorium Medis Program Sarjana Terapan Jurusan Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan Tanjungkarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERBANDINGAN DAYA HAMBAT AIR BELERANG DARI SUMBER AIR PANAS NATAR DENGAN SUMBER AIR PANAS WAY BELERANG KALIANDA TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR Trichophyton mentagrophytes Ayu Trimutia; Marhamah Marhamah; Eka Sulistianingsih
Jurnal Medika Malahayati Vol 5, No 3 (2021): Volume 5 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.035 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v5i3.5112

Abstract

Infeksi jamur Trichophyton mentagrophytes dapat ditemukan hampir di wilayah Indonesia, karena merupakan wilayah yang baik untuk pertumbuhan jamur. Insidensi penyakit yang disebabkan oleh jamur pada tahun 2009-2011 berkisar 2,93-27,6% Indonesia. Salah satunya jamur Trichophyton mentagrophytes.pengobatan jamur kulit ada 2 cara menggunakan obat kimia dan air yang mengandung belerang. Tujuan penelitian ini mengetahui kadar air belerang dari sumber air panas Natar dengan sumber air panas Way Belerang Kalianda, dan mengetahui perbandingan daya hambat air belerang air panas Natar dengan air panas Way Belerang Kalianda terhadap pertumbuhan jamur Trichophyton mentagrophytes. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analisis laboratorium.Analisis data uji T Independent.  Hasil penelitian menunjukkan kadar air belerang pemandian air panas  Natar  0,001 mg/L dan kadar Way Belerang Kalianda  1,736 mg/L zona hambat terhadap pertumbuhan jamur Trichophyton mentagrophytes, pemandian air panas Natar rata-rata 16,8 mm katagori kuat sedangkan air Way Belerang Kalianda 22,24 mm kategori sangat kuat.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU PEMBUDIDAYA TANAMAN HIAS TERHADAP KONTAMINASI TANAH OLEH SOIL TRANSMITTED HELMINTHS DI DESA KOTAGAJAH Ade Tia Ningrum; Eka Sulistianingsih; Marhamah Marhamah
Jurnal Medika Malahayati Vol 5, No 3 (2021): Volume 5 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.47 KB) | DOI: 10.33024/jmm.v5i3.4800

Abstract

World Health Organization menyebutkan lebih dari 1,5 miliar orang atau 24% penduduk dunia terinfeksi cacing yang ditularkan melalui tanah atau soil transmitted helminths. Tanah dapat terkontaminasi telur cacing yang dikeluarkan bersama tinja oleh orang yang terinfeksi. Pengetahuan dan perilaku merupakan faktor yang berperan dalam penyebaran infeksi soil transmitted helminths. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui persentase tanah yang terkontaminasi telur soil transmitted helminths, mengetahui tingkat pengetahuan dan perilaku pembudidaya tanaman hias (kebiasaan buang air besar, cara pengelolaan sampah, dan cara pengelolaan limbah cair), mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku pembudidaya tanaman hias dengan kontaminasi tanah oleh soil transmitted helminths. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan menggunakan desain studi cross sectional. Hasil penelitian didapatkan persentase tanah yang terkontaminasi telur soil transmitted helminths sebanyak 8 (26,7%). Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kontaminasi tanah oleh soil transmitted helminths (p value 0,009). Terdapat hubungan kebiasaan buang air besar dengan kontaminasi tanah oleh soil transmitted helminths (p value 0,002), tidak ada hubungan antara cara pengelolaan sampah dengan kontaminasi tanah oleh soil transmitted helminths (p value 0,284), dan tidak ada hubungan cara pengelolaan limbah cair dengan kontaminasi tanah oleh soil transmitted helminths (p value 0,060).