Parida Parida
Pengawas PAI Kementerian Agama Kabupaten Tanjung Jabung Timur

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ISLAM INDONESIA/NUSANTARA TAHLILAN: SALAH SATU INTEGRASI BUDAYA DAN AGAMA Parida Parida
Jurnal Literasiologi Vol 3 No 4 (2020): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.782 KB) | DOI: 10.47783/literasiologi.v3i4.116

Abstract

Agama dan budaya adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan laksana gula dengan manisnya. Agama Islam terutama adalah hal mutlak yang berlaku bagi setiap ruang dan waktu. Namun budaya, walaupun berdasarkan agama, sangat nisbi menyertai perubahan arus zaman. Secara umum, budaya selalu berlandaskan agama dan tidak pernah sebaliknya. Oleh sebab itu, agama adalah primer dan budaya sekunder. Posisi primer dan sekunder ini bukan dalam porsi menempatkan mana yang baik dan mana yang buruk, akan tetapi semata-mata menegasakan posisi nasab saja, mana yang lebih dulu. Makanya antara budaya dan agama selalu melahirkan bentuk anak yang dihasilkan dari hubungan keduanya. Islam adalah agama yang integral. Kepaduannya memiliki casing yang fleksibel dan ramahmenyapa zaman. Karenanya nilai dari produk yang dilahirkannya tidak terletak pada bentuk produk tersebut, akan tetapi sangat bergantung pada kualitas individu yang mencoba mengintegrasikan Islam dengan budaya.
Meningkatkan Kemampuan Belajar Membaca Al Quran Melalui Metode Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review Sebuah Literasi Siswa Raudhatul Atfal Parida Parida
Jurnal Literasiologi Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v5i1.176

Abstract

Guru pada hakekatnya merupakan tenaga kependidikan yang memikul berat tanggung jawab kemanusian, khususnya berkaitan dengan proses pendidikan generasi penerus bangsa menuju gerbang pencerahan dalam melepaskan diri dari belenggu kebodohan. Betapa berat tugas dan kewajiban yang harus diemban oleh guru tersebut sehingga menuntut profesionalitas tinggi dalam proses pembelajaran. Melalui kompetensi profesionalnya, guru harus mampu mewujudkan langkah-langkah pembelajaran inovatif dan kreatif, sehingga proses belajar mengajar dapat bermakna serta tranfer of knowledge dan transfer of value dapat dengan mudah tersampaikan. Pembelajaran membaca Al Quran terdapat dalam pembelajaran kelas dan out kelas. Pembelajaran Membaca Al Quran masih belum banyak mendapat perhatian dari guru. Siswa pun masih kurang terbiasa untuk membaca, apalagi jika pembelajaran membaca Al Quran dari refleksi kehidupan sehari-hari. Hal ini terjadi karena guru belum memberikan bimbingan kepada siswa secara maksimal. Akibatnya siswa mengalami kesulitan. Jika mendapat tugas membaca Al Quran dengan menggunakan metode PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review ) diharapkan siswa dapat termotivasi untuk Membaca Al Quran dari refleksi kehidupan sehari-hari.
PENERAPAN METODE GERAK TARI DAN LAGU DAPAT MENINGKATKAN FISIK MOTORIK ANAK DI TK Parida Parida
Jurnal Pendidikan Guru Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Pendidikan Guru
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/jurpendigu.v3i1.292

Abstract

Belajar keterampilan fisik (motor learning) dianggap telah terjadi dalam diri seseorang apabila ia telah memperoleh kemampuan dan keterampilan yang melibatkan penggunaan lengan (seperti menggambar dan berlari) secara baik dan benar. Untuk belajar memperoleh kemampuan keterampilan-keterampilan jasmani ini, ia tidak hanya cukup dengan latihan dan praktik. Tetapi juga memerlukan kegiatan perceptual learning (belajar berdasarkan pengamatan) atau kegiatan sensory – motor learning (belajar keterampilan indrawi-jasmani). Salah satu kegiatan yang dapat menumbuhkembangkan kecerdasana anak salah satunya yaitu melalui gerak dan lagu, kegiatan ini dapat memfasilitasi anak anak untuk bermain sambil belajar dengan cara yang menyenangkan, karena usia dini merupakan masa Golden age yang dalam proses pembelajarannya mempunyai hak yang sifatnya bermain, beristirahat dan berekreasi. Proses tersebut digunakan agar seorang anak tidak merasa tertekan. Untuk itu proses pembelajaran harus diciptakan dengan suasana yang kondusif, menyenangkan (bermain sambil belajar) dan dapat menarik perhatian anak serta dapat memotivasinya.