This Author published in this journals
All Journal Jurnal Literasiologi
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN SERTA ORANG TUA DALAM MEMBERIKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 4 TANJUNG JABUNG TIMUR Karidawati Karidawati
Jurnal Literasiologi Vol 3 No 4 (2020): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.829 KB) | DOI: 10.47783/literasiologi.v3i4.123

Abstract

Peran serta orang tua dalam pendidikan adalah : Pertama, mendukung penuntasan wajib belajar dengan cara memasukkan anaknya ke madrasah mulai dari tingkat dasar, menengah sampai selanjutnya. Kedua, berperan aktif dalam badan pembantu penyelenggara pendidikan. Ketiga, dengan memberikan motivasi belajar anak di rumah. Masyarakat berperan sebagai mitra pemerintah dalam penyelenggaraan pendidikan. Peran ini dapat diwujudkan cara menyelenggarakan satuan pendidikan tertentu seperti membentuk atau yayasan pendidikan. Cara lain adalah dengan menjadi donatur atau penyumbang bagi penyelenggaraan pendidikan serta mengidenfitikasi dan menyediakan pendidikan bagi anak yang belum masuk madrasah.
Strategi Pembinaan Mental Peseerta Didik Melalui Pendekatan Pendidikan Agama Islam Karidawati Karidawati
Jurnal Literasiologi Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v5i1.174

Abstract

Generasi muda (peserta didik) yang dimaksud adalah generasi muda dalam arti luas yang mencakup semua unsur anak dan remaja, mulai dari lahir sampai mencapai kematangan dari segala segi baik jasmani, rohani, sosial, budaya dan ekonomi. Maka dalam arti yang sempit generasi muda (pesrta didik) adalah masa muda (remaja dan awal masa dewasa. Yang dimaksud pembinaan mental generasi muda (peserta didik) dalam rumusan artikel atau makalah ini adalah pembinaan kepribadian generasi muda (peserta didik) yang diuraikan dalam bentuk strategi pembinaan melalui pendekatan Pendidikan Agama Islam. Benturan antara nilai-nilai budaya tradisional dengan nilai-nilai budaya yang baru, cenderung menimbulkan pertentangan antara sesama generasi muda (peserta didik) dan generasi sebelumnya yang pada gilirannya akan menimbulkan perbedaan sistem nilai dan pandangan antara generasi tua (orang tua) dan generasi muda (pesrta didik). Untuk itu perlunya Strategi pembinaan mental generasi muda (Peerta Didik) melalui pendekatan Pendidikan Agama Islam.