Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KONTRIBUSI PERSEPSI SISWA TENTANG FASILITAS BENGKEL TEKNIK KENDARAAN RINGAN OTOMOTIF DAN MINAT BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA Arman Arman
Jurnal Literasiologi Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v4i2.142

Abstract

Penelitian ini didasari pada dugaan adanya permasalahan yang mempengaruhi pencapaian prestasi belajar siswa yaitu persepsi siswa tentang fasilitas Bengkel Teknik Kendaraan Ringan Otomotif dan minat belajar siswa. Bertujuan untuk menganalisis kontribusi persepsi siswa tentang fasilitas Bengkel Teknik Kendaraan Ringan Otomotif dan minat belajar terhadap prestasi belajar siswa baik secara parsial maupun secara simultan. Populasi penelitian ini adalah siswa SMK Negeri 3 Kota Jambi tingkat 2 semester ganjil Tahun Pelajaran 2019-2020 sebanyak 64 siswa. Sampel penelitian berjumlah 32 siswa. Pengambilan data melalui angket yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya selanjutnya mengumpulkannya dan mencatat arsip hasil belajar siswa. Teknik analisis data dilakukan dengan mentabulasi data, mencari tingkat kecenderungan variabel, menguji persyaratan uji analisis, menguji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Persepsi siswa tentang fasilitas Bengkel Teknik Kendaraan Ringan Otomotif berkontribusi secara signifikan (rhitung) sebesar 0,455 terhadap prestasi belajar siswa. Kontribusi variabel persepsi siswa sebesar 20,7%. 2) Minat belajar berkontribusi terhadap prestasi belajar Perawatan Mesin Kendaraan Ringan yang secara signifikan (rhitung) sebesar 0,478. Kontribusi variabel minat belajar sebesar 22,8%. 3) Persepsi siswa tentang fasilitas Bengkel Teknik Kendaraan Ringan Otomotif dan minat belajar secara bersama-sama berkontribusi signifikan (rhitung) sebesar 0,599 terhadap prestasi belajar siswa. Kontribusi variabel persepsi siswa dan minat belajar terhadap prestasi belajar adalah sebesar 35,9%.
Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Group Investigation Dalam Meningkatkan Kompetensi Mata Pelajaran Pemeliharaan Mesin Kendaraan Di Smk Negeri 3 Kota Jambi Arman Arman
Jurnal Sains Sosio Humaniora Vol. 5 No. 1 (2021): Volume 5, Nomor 1, Juni 2021
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jssh.v5i1.13976

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan: (1) Keaktifan siswa secara keseluruhan siswa Kelas XI TKRO 1 SMK Negeri 3 Kota Jambi tahun pelajaran 2020/2021. (2) Hasil belajar siswa Kelas XI TKRO 1 SMK Negeri 3 Kota Jambi. Metodologi penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah siswa Kelas XI TKRO 1 SMK Negeri 3 Kota Jambi tahun pelajaran 2020/2021, sejumlah 32 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui kegiatan berupa: (a) observasi keaktifan siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung; (b) wawancara kepada siswa; (c) ulangan harian. Prosedur pelaksanaan tindakan meliputi: (a) perencanaan tindakan; (b) pelaksanaan tindakan; (c) observasi; (d) analisis dan refleksi. Hasil penelitian mengalami peningkatan apabila dibandingkan dengan sebelum penerapan metode GI, yaitu pada aspek semangat dalam KBM pada siklus I yaitu indikator BS= 5%; B= 70%; C= 22,5%; K= 2,5% dan pada siklus II indikator BS= 17,5%; B= 67,5%; C= 15%. Pada pengukuran aspek kerjasama antar siswa mengalami peningkatan yaitu pada siklus I indikator B= 22,5%; C= 70%; K= 7,5% dan pada siklus II indikator BS= 2,5%; B= 32,5%; C= 60%; K= 5%. Pengukuran aspek mengeluarkan pendapat untuk memecahkan masalah mengalami peningkatan yaitu pada siklus I indikator B= 20%; C= 47,5%; K= 32,5% dan pada siklus II indikator BS= 7,5%; B= 22,5%; C= 57,5%; K= 12,5%. Pengukuran aspek memberikan pertanyaan juga mengalami peningkatan yaitu pada siklus I indikator BS= 2,5%; B= 5%; C= 67,5%; K= 15% dan pada siklus II indikator BS= 7,5%; B= 22,5%; C= 57,5%; K= 12,5%. Rata-rata ulangan harian siswa siklus II juga mengalami peningkatan sebesar 1,05 (siklus I= 6,31; siklus II= 7,36). Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran kooperatif Group Investigation dapat meningkatkan keaktifan siswa dan hasil belajar siswa.