Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Implementasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Sebuah Literasi Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Nikmatussaidah Nikmatussaidah
Jurnal Literasiologi Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v5i1.175

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses belajar. Dalam hal ini perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dapat dimanfaatkan atau digunakan sebagai sumber belajar maupun media pembelajaran. Namun tak dapat dipungkiri bahwa banyak tenaga pendidik yang tidak bisa mengoperasikan atau mengggunakan peralatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) saat ini. Sehingga saat ini sangat dituntut untuk dapat mengembangkan keterampilan dalam proses belajar mengajar agar tidak tertinggal. Negara Indonesia yang sedang berkembang terus melakukan pembangunan di berbagai sektor, baik sektor ekonomi, politik, pertahanan dan keamanan serta tidak ketinggalan di sektor pendidikan. Dalam proses pembangunan ini berbagai permasalahan selalu timbul dan berkembang, maka diperlukan upaya antisipasi seefektif mungkin. Untuk mewujudkan manusia pembangunan yang kreatif, mau bekerja keras dan memiliki ilmu pengetahuan serta keterampilan yang tinggi, maka pendidikan adalah salah satu wahana yang tepat, karena dengan pendidikanlah manusia dapat dibina dan diarahkan menjadi manusia Indonesia yang berkualitas.
MANAJEMEN KELAS DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MI NURUL HIDAYAH KOTA JAMBI Nikmatussaidah Nikmatussaidah
Jurnal Literasiologi Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v6i2.255

Abstract

Guru harus melalui tahap-tahap pembelajaran dalam melaksanakan startegi belajar pembelajaran. proses pembelajaran harus melalui tiga tahap, yaitu: ”Tahap pra intruksional yaitu persiapan sebelum mengajar dimulai, Tahap intruksional, yaitu saat mengajar dan manajemen kelas dan tahap evaluasi yaitu penilaian hasil belajar. Sejak awal guru harus mampu berperan sebagai pelaku manajemen kelas, sekaligus sebagai evaluator dalam proses. Efektifitas dan mutu dalam proses pembelajaran haruslah mencapai tujuan pendidikan sebagaimana yang ditetapkan. Hal ini sudah barang tentu akan menimbulkan masalah dalam proses pendidikan secara umum maupun dalam proses pembelajaran secara khusus di kelas. Kelas yang kondusif bisa membuat siswa berminat dalam belajar
MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIF LEARNING MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Nikmatussaidah Nikmatussaidah
Jurnal Literasiologi Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v7i2.280

Abstract

Mengembangkan proses pembelajaran menjadi lebih baik perlu diperhatikan beberapa hal, seperti metode atau strategi pembelajaran yang digunakan dalam proses belajar mengajar. Hal tersebut menjadi penting saat hasil belajar yang diperoleh tidak selalu mencapai KKM atau nilai rata-ratanya tidak sesuai dengan kriteria yang diharapkan. Apalagi saat ini seorang guru bukan lagi sebagai pusat pembelajaran yang harus selalu menyampaikan materi pembelajaran sampai pembelajaran selesai. Akan tetapi siswa juga harus berperan aktif dalam proses pembelajaran supaya interaksi di dalam kelas bukan hanya satu arah saja, melainkan dua arah dari kedua belah pihak. Sehingga terciptalah kegiatan pembelajaran yang lebih aktif. Pembelajaran kooperatif lebih diarahkan oleh guru, dimana guru menetapkan tugas dan pertanyaan-pertanaan serta menyediakan bahan-bahan dan informasi yang dirancang untuk membantu peserta didik menyelesaikan masalah. Model pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang secara sadar dan sengaja mengembangkan interaksi yang saling asuh antar siswa untuk menghindari ketersinggungan dan kesalahpahaman yang dapat menimbulkan permusuhan.
Manajemen Kelas dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Hidayah Kota Jambi Nikmatussaidah Nikmatussaidah
Jurnal Pendidikan Guru Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Pendidikan Guru
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/jurpendigu.v1i2.169

Abstract

Kegiatan pendidikan di sekolah selalu berkenaan dengan upaya pembinaan manusia, maka keberhasilan pendidikan sangat bergantung pada unsur manusianya. Karena unsur manusianya paling menentukan berhasil atau tidaknya pendidikan. Salah satu unsur manusia yang menentukan kualitas pendidikan adalah tenaga pengajar. Kepribadian pendidik menjadi ukuran pembentukan kepribadian anak didik dalam pendidikan. Pendidik harus bisa menjadi teladan yang patut dicontoh oleh anak didiknya di sekolah sebagai figur yang memiliki kepribadian yang baik. Meningkatkan manajemen kelas yang konsusif adalah uatu usaha yang dilakukan oleh penanggung jawab kegiatan pembelajaran atau membantu dengan maksud agar dicapai kondisi optimal sehingga dapat terlaksana kegiatan belajar seperti yang diharapkan. Kemampuan guru atau wali kelas dalam membudayagunakan potensi kelas berupa pemberian kesempatan yang seluas-luasnya kepada setiap personal untuk melakukan kegiatan yang kreatif dan terarah sehingga waktu dan dana yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efisien untuk melakukan kegiatan kelas yang berkaitan dengai kurikulum dan perkembangan murid.
Supervisi Kepala Madrasah dalam Pengelolaan Kegiatan Ekstrakurikuler di Madrasah Nurul Hidayah Kota jambi Nikmatussaidah Nikmatussaidah
Jurnal Pendidikan Guru Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Guru
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/jurpendigu.v2i2.225

Abstract

Kegiatan ekstrakurikuler ini dilaksanakan pada hari senin,kamis dan sabtu setelah pulang sekolah kemudian pada hari libur (minggu). Kegiatan ekstrakurikuler ini dibimbing oleh waka kesiswaan dan di bantu oleh pembina atau pelatih dari pelaksanaan ekstrakurikuler serta diawasi oleh kepala madrasah. Dalam meningkatkan bakat dan minat siswa perlu adanya pengelolaan ekstrakurikuler, dalam pengelolaan ini di perlukan seorang pemimpin yang berkompetensi, yang mampu mengelola kegitatan ekstrakurikuler dengan baik sehingga dapat menghasilkan peserta didik yang cerdas dan berkualitas. Peran kepala sekolah sangat besar untuk meningkatkan pengelolaan ekstrakurikuler, yang merupakan salah satu sumber dalam meningkatkan mutu pendidikan dan akan membantu suatu pembelajaran yang efektif, memberikan hal-hal ataupun tujuan pendidikan yang unggul dan bermutu.