Widayanti Widayanti
Bagian Fisiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung, Bandung

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series : Medical Science

Scoping Review: Pengaruh Minyak Ikan dalam Pencegahan Sekunder Penyakit Jantung Koroner Rahmad Chairuddin Anwar; Widayanti; Ratna Nurmeliani
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v2i1.400

Abstract

Abstract. Coronary heart disease is a disease caused by insufficient blood and oxygen supply to the myocardium due to blockage of atherosclerotic plaques in the coronary arteries. Secondary prevention coronary heart disease needs to be done to inhibit the development of disease. One way is to take fish oil supplements, which are long-chain omega-3 unsaturated fatty acids which contain docosahexaenoic acid (DHA) and eicosapentaenoic acid (EPA). This study aims to determine the effect of fish oil in secondary prevention of coronary heart disease. This study use a scoping review conducted by analyzing English-language Randomized Controlled Trial research articles published in 2011-2021 and accessible in full text in three databases, namely PubMed, ScienceDirect, and SpringerLink. The articles obtained were 6094 and those that matched the inclusion criteria were 750 articles. The result of the screening using PICOS, and a feasibility test based on the Joanna Briggs Institute (JBI), obtained 4 articles. The results of this study are fish oil can restore endothelial dysfunction and prevent the development plaque fibrous, non calcification, and total coronary arteries. In conclusion, fish oil can be used as a secondary prevention of coronary heart disease. Keywords: Coronary Artery Disease, Fish Oil. Abstrak. Penyakit jantung koroner merupakan penyakit akibat suplai darah dan oksigen ke miokardium tidak tercukupi karena adanya penyumbatan plak aterosklerotik pada arteri koroner. Pencegahan sekunder penyakit jantung koroner perlu dilakukan untuk menghambat perkembangan keparahan penyakit. Salah satu caranya adalah mengkonsumsi suplemen minyak ikan, yang merupakan asam lemak tidak jenuh rantai panjang omega-3 yang memiliki kandungan docosahexaenoic acid (DHA) dan eicosapentaenoic acid (EPA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh minyak ikan dalam pencegahan sekunder penyakit jantung koroner. Penelitian ini menggunakan scoping review yang dilakukan dengan cara menganalisis artikel penelitian Randomized Controlled Trial berbahasa Inggris yang dipublikasi pada tahun 2011-2021 dan dapat diakses full text di tiga database yaitu PubMed, ScienceDirect, dan SpringerLink. Artikel yang didapatkan sebanyak 6094 dan yang sesuai dengan kriteria inklusi berjumlah 750 artikel. Hasil screening menggunakan dengan PICOS, dan uji kelayakan berdasarkan Joanna Briggs Institute (JBI), didapatkan 4 artikel. Hasil dari penelitian ini adalah minyak ikan dapat memulihkan disfungsi endotel dan mencegah perkembangan plak fibrosa, non kalsifikasi, dan total pada arteri koronaria. Kesimpulannya minyak ikan dapat digunakan sebagai pencegahan sekunder penyakit jantung koroner. Kata Kunci: Minyak Ikan, Penyakit Jantung Koroner.
Literature Study: Obesitas sebagai Faktor Risiko pada Kanker Payudara Triple Negative Dian Alfiani; Mirasari Putri Putri; Widayanti Widayanti
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v2i1.760

Abstract

Abstract. Cancer is a non-communicable disease, but the sufferers are increasing every year and are very dangerous, causing high mortality rates. One of the most dominating cancers in Indonesia, especially in women, is breast cancer. This study aims to explore obesity as risk factor of triple negative breast cancer. The method used in this study is a literature study by analyzing academic-oriented literature such as national, international journal, and bookin which related to research objective. The results of the analysis stated that the main risk factor for breast cancer was obesity which was caused by unhealthy patterns and lifestyles. The conclusion of this study is that obese women are more prone to triple negative breast cancer because they have a higher rate of recurrence or metastasis than women who are not obese. Abstrak. Kanker merupakan penyakit yang tidak menular, namun penderitanya meningkat setiap tahun dan sangat berbahaya sehingga menyebabkan tingginya angka kematian. Salah satu penyakit kanker yang paling mendominasi di Indonesia, terutama pada perempuan adalah kanker payudara. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi obesitas sebagai faktor risiko triple negative breast cancer. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa literature study dengan mengkaji atau meninjau secara kritis temuan yang terdapat pada literatur berorientasi akademik (academic-oriented literature) seperti jurnal nasional dan internasional, sejumlah buku, yang berkaitan dengan tujuan penelitian. Hasil analisis menyatakan bahwa faktor risiko utama penyebab kanker payudara adalah obesitas yang disebabkan karena pola dan gaya hidup yang tidak sehat. Simpulan penelitian ini adalah obesitas merupakan faktor risiko utama pada kejadian triple negative breast cancer pada wanita.
Peran Vitamin D dalam Penanganan Pasien Covid-19 Dwi Widi Mandasari; Maya Tejasari; Widayanti
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v2i1.1982

Abstract

Abstract. Corona Virus Disease-2019 (Covid-19) is a serious global problem that still needs to be addressed at this time. Covid-19 is caused by the Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2). One of the Covid-19 prevention measures related to nutrition is the consumption of vitamin D. This study is a Scoping review, a systematic search was carried out through 3 databases (PubMed, Spinger Link, Science Direct,) that met the eligibility criteria. The search results from a total of 5,662 articles contained 494 according to the inclusion criteria, namely 2019 - 2021, observational, experimental, full text, in English and obtained 8 articles according to PICOS. The results of a review and analysis of 9 articles, all of which showed that there was a reduced risk of mortality in the group given vitamin D supplements than the control group that was not given vitamin D. Vitamin D inactivates viral pathogens or inhibits viral replication. So it has a positive effect on the immune system. And useful for handling Covid-19 patients. The conclusion of this study is that the administration of vitamin D can reduce the risk of mortality and increase improvement in the treatment of COVID-19 patients. Abstrak. Corona Virus Disease-2019 (Covid-19) menjadi masalah global serius yang masih perlu ditanggulangi saat ini. Covid-19 disebabkan oleh virus Severe Acute Respiratory Syndrom Coronavirus-2 (SARS-CoV-2). Salah satu langkah pencegahan Covid-19 yang terkait bidang gizi adalah konsumsi vitamin D. Penelitian ini merupakan Scoping review, pencarian sistematis dilakukan melalui 3 database (PubMed, Spinger Link, Science Direct,) yang memenuhi kriteria kelayakan. Hasil pencarian dari total 5.662 artikel terdapat 494 sesuai dengan kriteria inklusi yaitu 2019 - 2021, observasioal, eksperimental, full text, berbahasa Inggrisdan didapatkan 8 artikel sesuai PICOS. Hasil telaah dan analisis dari 9 artikel, semua artikel menunjukan bahwa terjadi penurunan resiko mortalitas pada kelompok yang diberi suplemen vitamin D daripada kelompok kontrol yang tidak diberikan vitamin D. Vitamin D menonaktifkan patogen virus atau menghambat replikasi virus. sehingga memiliki efek positif untuk system kekebalan tubuh. Dan bermanfaat untuk penanganan pasien covid-19. Simpulan dari penelitian ini adalah pemberian vitamin D dapat mengurangi resiko mortalitas serta meningkatkan perbaikan dalam penanganan pasien covid-19.