Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

An Overview of Knowledge Levels about Organ Topography and Structure among Grade IV Medical Students Yuniarti Yuniarti; Rizki Perdana; Ariko Rahmat Putra; Fajar Awalia Yulianto; Muhammad Agie Najibullah Wijaya; Wendy Darmawan
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (998.243 KB) | DOI: 10.29313/gmhc.v9i1.4440

Abstract

One of the competencies the students of the graduate medical education is to apply the basic principles of the science of biomedicine, epidemiology, clinical, and behavior in the practice of medicine. Anatomy is one of the biomedicine sciences learned in medical education, including learning about the body's structure and organ topography. This research aims to describe the organ's structure and topography knowledge among the faculty of medicine students. This survey with 88 students was conducted in a faculty of medicine in Bandung city from October to December 2018 using a random sampling method. Statistical analysis using frequency distribution, percentage proportions, and Wald's statistics in the 95% confidence interval. The instrument for validity analysis is Pearsons's correlation, and the instrument for reliability analysis is Kappa's percent agreement. The results showed the average level of knowledge on organ structure and topography. It shows anatomical teaching and learning about the organ's structure, and the topography still needs to be optimized. GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG STRUKTUR DAN TOPOGRAFI ORGAN PADA MAHASISWA TINGKAT IV KEDOKTERANSalah satu kompetensi lulusan mahasiswa pendidikan kedokteran adalah mampu mengaplikasikan prinsip ilmu dasar biomedik, epidemiologi, klinis, dan perilaku dalam praktik profesi kedokteran. Anatomi merupakan salah satu ilmu biomedik dalam pendidikan kedokteran yang mempelajari struktur dan topografi organ. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa tingkat IV fakultas kedokteran mengenai struktur dan topografi organ. Survei terhadap 88 mahasiswa ini dilaksanakan di sebuah fakultas kedokteran di Kota Bandung dari bulan Oktober hingga Desember 2018 menggunakan metode random sampling. Analisis statistik menggunakan distribusi frekuensi, persentase proporsi, dan Wald’s statistic dalam 95% interval kepercayaan. Analisis validitas menggunakan Pearson’s correlation, sedangkan analisis reliabilitas menggunakan Kappa’s percent agreement. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan rerata tentang struktur organ dan topografi dalam kategori cukup. Hal ini menunjukkan pembelajaran anatomi tentang struktur organ dan topografi masih perlu dioptimalkan.
Analysis of Out of Court Medical Dispute Resolution According to the Laws and Regulations Applicable in Indonesia Ariko Rahmat Putra; Noormartany Noormartany; Dony Septriana Rosady
SOEPRA Vol 7, No 1: Juni 2021
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/shk.v7i1.3266

Abstract

Abstract: The medical profession is a noble profession because it upholds human values. In carrying out the medical profession, there is a legal relationship between doctors and patients, both civil, criminal and state administration. In civil terms, if one of the parties defaults, it will cause a medical dispute. Medical dispute resolution is not only done in court but can also be done outside the court.The purpose of this research is to find out alternative medical dispute resolution outside the court in accordance with the prevailing laws and regulations.This research is juridical-normative research. This research describes medical dispute resolution in Indonesia based on the prevailing laws and regulations in Indonesia. Then, analyze each medical dispute resolution option contained in statutory regulations.The doctor-patient relationship in terms of civil law is a therapeutic agreement. If in the agreement one of the parties is in default, such as a doctor who has committed an act that is detrimental to the patient, it can lead to a medical dispute. Civil medical dispute resolution is not only resolved in court but can also be carried out outside the court through several mechanisms, namely consultation, negotiation, mediation, conciliation and expert opinion.Keyword: The Settlement, Medical Dispute, Outside the Court Abstrak: Profesi dokter merupakan profesi yang mulia karena menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Dalam melaksanakan profesi kedokteran terdapat hubungan hukum antara dokter dan pasien, baik secara perdata, pidana, maupun tata usaha negara. Secara perdata, jika salah satu pihak melakukan wanprestasi maka menimbulkan sengketa medik. Penyelesaian sengketa medik tidak hanya di dalam pengadilan, tetapi juga dapat dilakukan di luar pengadilan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui alternatif penyelesaian sengketa medik di luar pengadilan yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.Penelitian ini merupakan penelitian yuridis-normatif. Penelitian ini mendeskripsikan penyelesaian sengketa medik di Indonesia berdasar atas peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Kemudian, menganalisis setiap pilihan penyelesaian sengketa medik yang terdapat di peraturan perundang-undangan.Hubungan dokter-pasien ditinjau dari hukum perdata merupakan perjanjian terapeutik. Jika dalam perjanjian salah satu pihak melakukan wanprestasi seperti dokter yang melakukan tindakan yang merugikan pasien maka dapat menimbulkan sengketa medik. Penyelesaian sengketa medik secara perdata tidak hanya diselesaikan dipengadilan saja, tetapi juga dapat dilakukan di luar pengadilan melalui beberapa mekanisme, yaitu konsultasi, negosiasi, mediasi, konsiliasi, dan pendapat ahli.Kata Kunci: Penyelesaian, Sengketa Medik, Luar Pengadilan
Hubungan Letak Lesi Strok Iskemik dengan Kualitas Tidur di RSAU dr. M. Salamun Bandung Alya Tursina; Widayanti Widayanti; Ariko Rahmat Putra
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 1, No 2 (2019): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v1i2.4637

Abstract

Prevalensi strok di Indonesia terus meningkat seiring dengan usia harapan hidup yang semakin meningkat dan menyebabkan banyak kematian. Pasien strok terutama strok iskemik dapat mengalami berbagai macam gangguan tidur. Macam gangguan tidur pada penderita strok bergantung pada defisit neurologis yang dialaminya. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan lokasi lesi strok iskemik daerah kortikal dan subkortikal dengan kualitas tidur menggunakan pemeriksaan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) di RSAU dr. M. Salamun Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan penelitian potong lintang. Penelitian dilakukan terhadap 38 penderita yang pertama kali didiagnosis strok iskemik yang dirawat inap di Bagian Neurologi RSAU dr. M. Salamun Bandung pada bulan Juni sampai Oktober 2016. Instrumen penelitian berupa kuesioner PSQI yang dilakukan pada hari ke-7 pasien dirawat inap. Statistical for social science (SPSS) versi 17 digunakan untuk mengolah data. Hasil penelitian menunjukkan  terdapat hubungan bermakna lokasi lesi strok iskemik daerah kortikal dan subkortikal dengan kualitas tidur (p=0,215). Penderita strok iskemik dengan lokasi lesi hipodens subkortikal yang mengalami gangguan kualitas tidur sebesar 23 dari 28 subjek dan lokasi lesi hipodens kortikal sebesar 3 dari 9 subjek. RELATIONSHIP BETWEEN ISCHEMIC STROKE LESIONS AND SLEEP QUALITY AT RSAU DR. M. SALAMUN BANDUNG The prevalence of stroke in Indonesia continues to increase with increasing life expectancy and it causes many deaths. Stroke patients, especially ischemic stroke can experience a variety of sleep disorders. The types of sleep disorders in stroke patients depend on the neurological deficits they experience. The purpose of this study was to study the relationship between the location of cortical and subcortical ischemic stroke lesions with the quality of sleep using Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) examination in RSAU dr. M. Salamun Bandung. This study was an observational study with a cross sectional study design. The study was conducted on 38 patients who were first diagnosed with a stroke in the Neurology Department of RSAU Dr. M. Salamun Bandung in June to October 2016. The research instrument consisted of the PSQI questionnaire conducted on the 7th day of hospitalized patients. Version 17 of the social sciences statistics (SPSS) was used to process data. The results showed that there was a correlation between the location of cortical and subcortical ischemic stroke lesions with the quality of sleep (p=0.215). Ischemic stroke patients with subcortical hypodense lesions who experienced sleep quality disorders were 23 of 28 and patients with cortical hypodens lesions were 3 of 9 patients.
Hubungan Usia Dengan Kinerja Tenaga Kesehatan di Puskesmas Kalangsari Kabupaten Karawang Alfian Rizky Budiman; Caecielia Makaginsar; Ariko Rahmat Putra
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v2i1.551

Abstract

Abstract. Publich Health Center is Community-Based Health Center that organizes public health efforts and first-level individual efforts. Age have an impact of cognition and physical condition that when people get older they will have degenerative problems but within those time experience and capabilities can be also increased that age can affect the performance of health workers. The purpose of this paper was to explore relationship age and performance of health workers at the Kalangsari Health Center, Karawang district. The design that this study used is analytical observational method and approached with cross-sectional. The sample of this paper was health worker who work at the Kalangsari Public Health Center, Karawang distric. Respondents were selected trough total sampling technique and used Slovin formula to determine the total sample by number for data collection using a questionnaire. The analysis was brought out univariate and bivariate with the Spearman rank test wich was proven by simple linear regression. The result of the univariate of Age most of the respondent are >40 years old about 11 Health Worker (36,7%)and the univariate analysis of performance described good performance results as many as 83,4% And for the result of the bivariate analysis showed that there is a relationship between age and performance based on data this study have it shows capability and experience that have an impact could make a relationship between the variable of health worker at the Kalangsari Public Health Center, Karawang district. Abstrak. Puskesmas merupakan Pusat Kesehatan Masyarakat yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya perseorangan tingkat pertama. Usia berpengaruh terhadap kognisi dan kondisi fisik semakin tua usia akan terdapat adanya degeneratif namun semakin tua usia semakin tinggi pengalaman dan kemampuan kerja seseorang yang akan mempengaruhi kinerja seseorang. Tujuan penelitian ini yaitu untuk melihat hubungan usia dengan kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas Kalangsari Kabupaten Karawang Rancangan penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian dilakukan terhadap tenaga kesehatan yang bekerja di Puskesmas Kalangsari Kabupaten Karawang sebanyak 30 responden yang dipilih melalui teknik total sampling dan dihitung melalui rumus Slovin untuk menentukan minimal jumlah sampel dan pengambilan data menggunakan kuesioner. Variabel bebas pada penelitian yang dilakukan adalah usia dan variabel terikat adalah kinerja tenaga kesehatan. Analisis dilakukan dengan cara univariat dan bivariat yang di uji menggunakan uji rank spearman yang di buktikan dengan regresi linier sederhana.Hasil analisis univariat usia menunjukkan bahwa penelitian ini mayoritas berusia >40 tahun sebanyak 11 orang (36,7%) dan analisis univariat kinerja menunjukkan hasil kinerja yang baik yaitu sebanyak 83,4%. Hasil analisis bivariat memperlihatkan bahwa terdapat hubungan antara usia dengan kinerja terlihat dari data yang diteliti. Kemampuan serta pengalaman yang dipengaruhi usia akan membuat adanya hubungan antara usia dengan kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas Kalangsari Kabupaten Karawang.
Faktor Risiko Postpartum Hemorrhage pada Ibu di Puskesmas Nagrak Kabupaten Sukabumi Afrijal Muhammad; Titik Respati; Ariko Rahmat Putra
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v2i1.2056

Abstract

Abstract. Postpartum hemorrhage is one of the leading causes of maternal death in developing countries, , including Indonesia. The government has made various efforts to prevent maternal deaths, one of which is by reducing the incidence of postpartum hemorrhage. This study aims to determine the factors that influence the cause of postpartum hemorrhage in mothers at the Nagrak Health Center, Sukabumi Regency period 2016 and 2021. This study was conducted using a cross-sectional approach to determine the percentage of risk factors for postpartum hemorrhage. It also describes the relationship of risk factors such as age, parity, education, macrosomia, retained placenta, and history of antepartum hemorrhage in mothers at the Nagrak Health Center Sukabumi Regency. Data analysis in this study was carried out utilizing univariate and bivariate analysis. First, univariate analysis was performed using the frequency distribution for each variable. Then, bivariate analysis was performed to determine the relationship of each risk factor for postpartum hemorrhage to postpartum hemorrhage using the chi-square test. The data of this study were obtained from secondary data, namely by looking at and identifying medical records in the reproductive section of the Nagrak Health Center, Sukabumi Regency, with a total sample of 126 people. The bivariate analysis results showed a relationship if the p-value <0.05. In addition, the results showed that there was a relationship between age and postpartum hemorrhage (p=0.002), parity with postpartum hemorrhage (p=0.018), education with postpartum hemorrhage (p=0.000), macrosomia with postpartum hemorrhage (p=0.02), and retention, Placenta with postpartum hemorrhage (p=0.000). There was no relationship between antepartum hemorrhage and postpartum hemorrhage (p=0.519). Abstrak. Postpartum hemorrhage menjadi salah satu penyebab utama kematian ibu di negara berkembang termasuk di Indonesia. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah kematian ibu salah satunya dengan menurunkan kejadian postpartum hemorrhage. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi penyebab terjadinya postpartum hemorrhage pada ibu di Puskesmas Nagrak Kabupaten Sukabumi Periode 2016 dan 2021. Menurut WHO, postpartum hemorraghe adalah penyebab utama kematian ibu didunia dan di Sukabumi postpartum hemorraghe merupakan penyebab ketiga kasus kematian ibu. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional untuk mengetahui persentase faktor risiko postpartum hemorrhage dan hubungan faktor risiko seperti usia, paritas, pendidikan, makrosomia, dan riwayat antepartum hemorrhage pada ibu di Puskesmas Nagrak Kabupaten Sukabumi. Data penelitian ini diperoleh dari data sekunder yaitu dengan cara melihat dan mengidentifikasi rekam medis di bagian ponek Puskesmas Nagrak Kabupaten Sukabumi dengan total sampel 126 orang. Hasil analisis bivariat menunjukan terdapat hubungan bila nilai p<0,05. Hasil penelitian bahwa terdapat hubungan antara usia dengan postpartum hemorrhage (p=0,002), paritas dengan postpartum hemorrhgae (p=0,018), pendidikan dengan postpartum hemorrhage (p=0,000) dan makrosomia dengan postpartum hemorrhage (p=0,02). Simpulan Tidak terdapat hubungan antara riwayat antepartum hemorrhage dengan postpartum hemorrhage (p=0,519).
Gambaran Karakteristik Pasien Covid-19 dengan Komorbid Penyakit Paru Kronik di Rumah Sakit Umum Daerah Jawa Barat Pahmi Firman Fauzi Pahmi; Titik Respati; Ariko Rahmat Putra
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.5421

Abstract

Abstract. Until now, the prevalence of COVID-19 in West Java, especially Indonesia, continues to increase. The COVID-19 pandemic has had an impact on the quality of life for the community, especially for groups with comorbid chronic lung disease. Overexpression of ACE 2 in comorbid chronic lung disease contributes to the occurrence of infection with SARS-CoV-2 up to 5 times. This research method was carried out using observational analysis with cross sectional type with total sampling and sampling technique using purposive sampling. Data on COVID-19 patients with comorbid Chronic Pulmonary Disease were obtained for 119 patients taken from medical record data at the West Java Regional General Hospital in 2020-2022. The results showed that the majority were aged 41–60 years (52.1%), women (59.7%), duration of hospitalization lasted <14 days (74.8%), and comorbid chronic lung disease most commonly occurred in pneumonia patients. chronic (84%). In conclusion, COVID-19 patients at the West Java Regional General Hospital were aged 41–60 years, women, length of stay <14 days, and the most common comorbidities were pneumonia. COVID-19 patients with comorbidities need attention, medical rehabilitation, and follow-up to prevent a series of Long COVID-19 symptoms. Abstrak. Sampai saat ini prevalensi kejadian COVID-19 di Jawa Barat terutama Indonesia terus mengalami peningkatan. Pandemik COVID-19 memberikan dampak kualitas kehidupan pada masyarakat terutama pada kelompok yang memiliki komorbid penyakit paru kronik. Ekspresi ACE 2 berlebih pada komorbid penyakit paru kronik berkontribusi untuk terjadinya terinfeksi SARS-CoV-2 sampai 5 kali lipat. Metode penelitian ini dilakukan menggunakan analisis observasional jenis cross sectional dengan total sampling dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Diperoleh data pasien COVID-19 dengan komorbid Penyakit Paru Kronik sebanyak 119 pasien yang diambil dari data rekam medis di Rumah Sakit Umum Daerah Jawa Barat pada tahun 2020-2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas berusia 41–60 tahun (52,1%), perempuan (59,7%), durasi rawat inap berlangsung <14 hari (74,8%), dan komorbid penyakit paru kronik paling banyak terjadi pada pasien pneumonia kronik (84%). Kesimpulannya pasien COVID-19 di Rumah Sakit Umum Daerah Jawa Barat adalah berusia 41–60 tahun, perempuan, lama rawat <14 hari, dan komorbid paling banyak pneumonia. Pasien COVID-19 dengan komorbid perlu diperhatikan, rehabilitasi medis, dan ditindaklanjuti untuk mencegah terjadi serangkaian gejala Long COVID-19.
Perbedaan Kualitas Tidur antara Mahasiswa yang Mengalami dan yang Tidak Mengalami Computer Vision Syndrome (CVS) Salman Faridy Febryan; Ike Rahmawaty Alie; Ariko Rahmat Putra
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6320

Abstract

Abstract. The government is trying to switch learning methods to online as to prevent the spread of COVID-19. Computer Vision Syndrome (CVS), also known as Digital Eye Strain (DES) emits a blue light spectrum that indirectly disrupts circadian rhythms, disrupting sleep quality. This study aims to analyze differences in sleep quality between students of the Faculty of Medicine at the Islamic University of Bandung class of 2019 who experienced and did not experience Computer Vision Syndrome (CVS) during the COVID-19 pandemic period. This study is an observational analytic study with a cross-sectional design using a comparative study approach. The sample for this research was 95 people using a random sampling technique in Unisba Faculty of Medicine students class of 2019 from June–December 2022. The data for the study were obtained by filling out the Computer Vision Syndrome Questionnaire (CVS-Q) and the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaires. Data analysis used the chi-square test to compare the two categorical groups. The results of this study showed that 82% of subjects did not experience CVS, while those who experienced CVS were 18%, and the percentage of poor sleep quality was 64%, while 36% had good sleep quality. The statistical test results obtained a value of p = 0.005 which showed that there was a significant difference in sleep quality between those who experienced and those who did not experience Computer Vision Syndrome (CVS in students of the Faculty of Medicine, Bandung Islamic University Class of 2019). Abstrak. Pemerintah mengupayakan peralihan metode pembelajaran menjadi daring sebagai pencegahan penyebaran COVID-19. Computer Vision Syndrome (CVS), dikenal juga sebagai Digital Eye Strain (DES) memancarkan blue light spectrum secara tidak langsung mengganggu irama sirkadian yang berakibat gangguan pada kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kualitas tidur antara mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung Angkatan 2019 yang mengalami dan yang tidak mengalami Computer Vision Syndrome (CVS) selama masa pandemi COVID-19. Penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross-sectional menggunakan pendekatan komparatif studi. Sampel penelitian ini adalah 95 orang dengan teknik random sampling pada mahasiswa FK Unisba angkatan 2019 selama bulan Juni–Desember 2022. Data penelitian ini diperoleh dengan pengisian kuesioner Computer Vision Syndrome Questionnaire (CVS-Q) dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data menggunakan uji chi-square untuk membandingkan kedua kelompok kategorik. Hasil penelitian ini menunjukkan subjek yang tidak mengalami CVS sebanyak 82% sedangkan yang mengalami CVS sebanyak 18% dan persentase kualitas tidur buruk sebanyak 64% sedangkan kualitas tidur baik sebanyak 36%. Hasil uji statistika didapatkan nilai p=0,005 yang menunjukkan terdapat perbedaan bermakna kualitas tidur antara yang mengalami dan yang tidak mengalami Computer Vision Syndrome (CVS pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung Angkatan 2019).
Work From Home Berpengaruh terhadap Kejadian Obesitas pada Aparatur Sipil Negara Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Muhammad Faris Fikri Anshori Anshori; Zulmansyah; Ariko Rahmat Putra Putra
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6300

Abstract

Abstract. As a result of the Covid 19 pandemic, the government issued Work From Home (WFH) for State Civil Apparatus (ASN). The problem in this study is that the existence of the WFH policy on ASN at the Tasikmalaya City Health Service will change the work environment, physical activity, and employee eating patterns which are thought to have an impact on the incidence of obesity. The purpose of this study was to determine and analyze the effect of WFH as measured by the work environment, physical activity and eating patterns on the incidence of obesity. The research method used was a survey with a quantitative approach, the population in this study were ASN in the Structural Field of the Tasikmalaya City Health Service as many as 91 people, the determination of the sample was taken randomly as many as 48 people. Data analysis used multiple linear regression analysis, because the work environment, physical activity and eating patterns are considered as independent variables. Based on the results of the study it was found that WFH as measured by work environment, physical activity and diet had a strong effect on the incidence of obesity with a contribution of 40%, where diet had the greatest influence on the incidence of obesity. Abstrak Akibat adanya pandemi Covid 19, pemerintah mengeluarkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN). Permasalahan dalam penelitian ini adalah dengan adanya kebijakan WFH pada ASN Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, akan merubah lingkungan kerja, aktifitas fisik, dan pola makan pegawai yang diduga berdampak pada kejadian obesitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh WFH yang diukur berdasarkan lingkungan kerja, aktifitas fisik dan pola makan terhadap kejadian obesitas. Metode penelitian yang digunakan adalah survey dengan pendekatan kuantitatif, populasi dalam penelitian ini adalah ASN Bidang Struktural Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya sebanyak 91 orang, penentuan sampel diambil secara acak sebanyak 48 orang. Analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda, dikarenakan lingkungan kerja, aktifitas fisik dan pola makan dianggap sebagai variabel yang berdiri sendiri. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa WFH yang diukur berdasarkan lingkungan kerja, aktifitas fisik dan pola makan berpengaruh kuat terhadap kejadian obesitas dengan kontribusi sebesar 40%, dimana pola makan memiliki pengaruh yang paling besar terhadap kejadian obesitas.
Hubungan Kecanduan Game Online dengan Kualitas Tidur Mahasiswa FK Unisba Angkatan 2021 Haidar Nashir; Budiman; Ariko Rahmat Putra
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6399

Abstract

Abstract. Too much gameonline have been shown to have a detrimental influence on sleep quality. every day and at the same time, this is a common symptom (more than 4 hours) then the problem arises i.e. psychological disorders, causing gaming addiction behavior, social aspects, difficulty concentrating the teaching and learning process, Decreased motivation to learn, all of this of course has a direct impact on the quality of your sleep. The sampling technique used is probability sampling by means of simple random sampling and the formula of the two proposed hypothesis test. This research uses observational analytical design, quantitative with cross sectional research design. It shows that students who are addicted to online games with a severe degree of ML mostly have very poor sleep quality, namely 16 people (48.5%) followed by online game addiction with a normal degree of ML who have quite good quality sleep as many as 15 people (48.4%). The quality of sleep was very good for students who were not addicted to online ML games, namely 9 people (29%). The Chi Square test showed a P value of 0.001 (P value <0,05) bile legend games and sleep quality in Bandung Islamic University students class of 2021. It is necessary to do research on the relationship of factors that affect sleep quality. In addition, further research is needed on the relationship between online game addiction and sleep quality in different populations and a larger number of subjects. Abstrak. Terlalu banyak bermain gameoline telah terbukti memiliki pengaruh yang merugikan pada kualitas tidur. setiap hari dan pada waktu yang sama, ini adalah gejala umum (lebih dari 4 jam) maka muncul masalah yaitu gangguan psikologi, menyebabkan perilaku kecanduan game, aspek sosial, sulit berkonsentrasi proses belajar mengajar, menurunnya motivasi belajar, Semua ini tentu saja berdampak langsung pada kualitas tidur mahasiswa angkatan 2021. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah probability sampling dengan cara simple random sampling dan rumus uji hipotesis dua proposi. Penelitian ini menggunakan rancangan observational analitik, kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. menunjukkan mahasiswa yang kecanduan gameonline ML derajat berat paling banyak memiliki kualitas tidur yang sangat buruk, yaitu 16 orang (48,5%) disusul oleh kecanduan gameonline ML derajat normal memiliki kualitas tidur cukup baik sebanyak 15 orang (48,4%). Kualitas tidur yang sangat baik pada mahasiswa yang tidak mengalami kecanduan gameonline ML, yaitu 9 orang (29%). Uji Chi Square menunjukkan hasil nilai P = 0,001 (nilai P P<0,005). Terdapat adanya hubungan antara kecanduan game online mobile legend terhadap kualitas tidur di mahasiswa universitas islam bandung angkatan 2021 yang signifikan. Perlu dilakukan penelitian hubungan faktor yang memengaruhi kualitas tidur. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang hubungan di antara kecanduan game online dan kualitas tidur pada populasi yang berbeda dan jumlah subjek yang lebih besar.
Gambaran Karakteristik Usia, Riwayat Hipertensi Sebelum Hamil dan Status Gravida Pada Penderita Preeklampsia di RSUD AL - Ihsan Kabupaten Bandung Tahun 2021-2022 Triya Mustika Sukendar; Mia Kusmiati; Ariko Rahmat Putra
Jurnal Riset Kedokteran Volume 4, No.1, Juli 2024, Jurnal Riset Kedokteran (JRK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrk.v4i1.4104

Abstract

Abstract. The aim of this research is to determine the characteristics of age, gravida status and history of hypertension in preeclampsia sufferers at Al-Ihsan Hospital, Bandung Regency in 2021 - 2022. The research is descriptive with a cross-sectional method, using secondary data from medical records at Al-Ihsan Hospital, Bandung Regency. The sample selection technique using total sampling obtained a research population of 262 respondents. The conclusion of this study is that the age of preeclampsia sufferers is more common at the age of 20-35 years, the gravida status of preeclampsia sufferers is more common in multigravidas and the majority of preeclampsia sufferers do not have a history of hypertension. The results of this study stated that 163 respondents were aged 20-35 years, 174 respondents had multigravida status and 190 respondents had no history of hypertension. These results are not in line with the theory that the risk of pregnancy complications is low at reproductive age, namely between the ages of 20-35 years, but is high at ages under 20 years and over 35 years. Primigravidas are at risk of experiencing preeclampsia than multigravidas because preeclampsia usually occurs in women who are first exposed to vulus. chorion due to immunological mechanisms and pregnant women who have a history of hypertension have a greater risk of preeclampsia. Abstrak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran karakteristik usia, status gravida dan riwayat hipertensi pada penderita preeklampsia di RSUD Al-Ihsan Kabupaten Bandung tahun 2021 – 2022. Penelitian bersifat deskriptif dengan metode cross sectional, menggunakan data sekunder rekam medik di RSUD Al-Ihsan Kabupaten Bandung. Teknik pemilihan sampel dengan total sampling diperoleh populasi penelitian berjumlah 262 responden. Simpulan dari penelitian ini adalah usia penderita preeklampsia lebih banyak terjadi pada usia 20-35 tahun, status gravida penderita preeklampsia lebih banyak terjadi pada multigravida dan Sebagian besar penderita preeklampsia tidak memiliki riwayat hipertensi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa 163 responden berada pada usia 20-35 tahun, 174 responden berstatus multigravida dan 190 responden tidak memiliki riwayat hipertensi. Hasil ini tidak sejalan dengan teori bahwa risiko komplikasi kehamilan rendah pada usia reproduktif yaitu antara usia 20-35 tahun namun tinggi pada usia dibawah 20 tahun dan diatas 35 tahun, primigravida berisiko mengalami preeklamsia daripada multigravida karena preeklamsia biasanya timbul pada wanita yang pertama kali terpapar vulus korion akibat mekanisme imunologik dan Ibu hamil yang memiliki riwayat hipertensi memiliki resiko lebih besar terhadap kejadian preeklampsia.