Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EVALUASI HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) M. Arfah Arfah
Jurnal Literasiologi Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v7i2.282

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI). Melalui library research, evaluasi diketahui dengan menggunakan pengukuran informasi dan informasi hasil penilaian. Hasilnya diukur dengan memberikan skor (angka). Kemudian, skor tersebut dinilai dan ditafsirkan oleh aturan tertentu untuk menentukan tingkat kemampuan pribadi. Selain itu, hasil dari proses penilaian ini selanjutnya dievaluasi untuk menentukan tingkat pencapaian pribadi atau terprogram. Secara umum, ada dua teknik penilaian pendidikan, yaitu tes dan non-tes. Berdasarkan hasil pengkajian perpustakaan secara deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan sumber berupa data atau dokumen, pengkajian ini menggambarkan bagaimana persiapan instrumen berdasarkan kognitif, afektif, dan psikomotor evaluasi domain. Suatu set tes dan non-tes yang baik sebagai pengukur prestasi harus memiliki kriteria; validitas, kepraktisan, kehandalan, dan ekonomi. Selanjutnya, analisis tes yang sesuai pada evaluasi pembelajaranPendidikan Agama Islam (PAI) terdiri dari tingkat kesukaran soal atau indeks kesulitan, daya pembeda, analisis pengecoh, analisis homogenitas item soal, dan efektivitas fungsi opsi.
Peningkatan Kemampuan Menghafal Al-Qur’an dengan Metode Sima’i pada siswa kelas II Madrasah Ibtidaiyyah Negeri 2 Tanjab Timur Talang Rimbo Kec. Muara Sabak Barat M. Arfah Arfah
Jurnal Pendidikan Guru Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Pendidikan Guru
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/jurpendigu.v1i2.168

Abstract

Salah satu mata pelajaran yang relatif sulit diajarkan oleh guru dan kurang menarik bagi para siswa di madrasah adalah al-Qur’an Hadis, terutama pada tingkat ibtidaiyah. Sedangkan tujuan utama mata pelajaran al-Qur’an Hadis di MI adalah Memberikan kemampuan dasar kepada peserta didik dalam membiasakan, dan menggemari membaca al-Qur'an dan hadis serta hafalan terhadap surat-surat pendek dalam al-Qur’an. Maka untuk meningkatkan kreativitas belajar siswa dan hasil belajar al-Qur’an Hadis perlu diterapkan metode sima’i. Pemilihan metode ini selain didasarkan pada pertimbangan kelebihannya, juga metode ini merupakan salah satu cara yang sangat tepat diterapkan bagi orang yang daya tangkapnya kuat seperti anak-anak dan tunanetra. Dengan metode ini diharapkan akan diperoleh hasil sesuai yang diinginkan.
PENGARUH PEMBELAJARAN ONLINE (DARING) TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI KELAS XII IPS 1 DI ERA PANDEMI COVID-19 MENUJU ERA MERDEKA BELAJAR SMA NEGERI 2 TANJUNG JABUNG TIMUR M. Arfah Arfah
Jurnal Pendidikan Guru Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Guru
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/jurpendigu.v3i2.337

Abstract

Pandemi Covid-19 merupakan krisis kesehatan yang menjadi focus utama di dunia. Akibatnya sekolah, perguruan tinggi dan universitas di berbagai Negara harus ditutup sementara. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berasumsi bahwa sektor yang sangat terdampak salah satunya adalah pendidikan, hal ini dikarenakan pendidikan merupakan lingkungan yang sangat padat sehingga penyebaran virus bisa terjadi sangat cepat jika tidak ada perubahan sistem pendidikan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 Pada tanggal 24 Maret 2020 Tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19, Surat Edaran tersebut berbunyi bahwa proses belajar dilaksanakan di rumah melalui pembelajaran daring/jarak jauh dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa. Belajar di rumah dapat difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup antara lain mengenai pandemic Covid-19. Di masa Pandemi seperti sekarang ini, proses pembelajaran dilakukan dari rumah atau jarak jauh, membuat interaksi antara guru dan siswa kurang terjalin. Hal ini menuntut guru untuk berinovasi dalam menyampaikan materi yang akan diajarkan.