siti Chaizatul Munasiroh
Mahasiswa Pascasarjana IAINU Kebumen

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendidikan Internasionalisasi Pondok Pesantren: Studi Kasus di Pondok Pesantren Al-Istiqomah Petanahan, Kebumen siti Chaizatul Munasiroh
eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Articles in Press Tahun 2018
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elhikmah.v0i0.380

Abstract

Abstract Discussing about the role of Islamic boarding schools in the formation and development of education, especially Islamic education, in Indonesia is hardly debated and doubtful. Long before Indonesia's independence, this institution which was in charge of ulama (kyai) was present in the archipelago. The history that goes through shows that the pesantren is not only able to maintain the survival of the times, but also can take care of its development which continues to increase from time to time. According to available data, this institution was first established, especially in Java, in the 15th century by Maulana Malik Ibrahim (one of the oldest walisongo) and later developed by other walisongo. By the end of the 19th century, the number of Islamic boarding schools in Java had grown to 300, and based on the records of the Indonesian Ministry of Religion Islamic Boarding School Database, the number of Islamic Boarding Schools in 2018 was around 21,321. The survival and continuous development of the boarding school certainly cannot be separated from the scientific tradition developed which has a strong enough distinction. One of them is the transformative education pattern. This makes the pesantren not just a religious institution that is merely active in the world of religious education for the santri, but at the same time has a concern and active role together with the community in empowering themselves. These values ??also did not escape the Al-Istiqomah Islamic Boarding School in Kebumen. This pesantren which is famous for its 'Arab Village' has more value which requires the Al-Istiqomah Islamic boarding school to be developed into an international standard education. This internationalization is important to be put forward, in addition to developing and strengthening the quality of Islamic boarding schools in Indonesia and in Kebumen in particular, Internationalization will also be the biggest contribution to the development and strengthening of its own academic community. It will also make Islamic boarding schools play a greater role in making concrete contributions to global life. Keywords: Survive Management of Islamic Boarding Schools, International Islamic Education, Quality of Islamic Boarding Schools
Pendidikan Strategi kyai dalam menangani konflik di dunia Pesantren siti Chaizatul Munasiroh
eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Articles in Press Tahun 2018
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elhikmah.v0i0.382

Abstract

Abstrak Konflik yang merupakan komponen kehidupan akan senantiasa menjadi pembahasan dinamis dan tidak akan pernah mati. Konflik muncul disebabkan oleh banyak faktor, seperti manusia, struktur dan komunikasi. Konflik pun dapat berdampak positif dan negatif. Hal ini tergantung pada pengelolaan konflik yang dilakukan. Mengetahui fakta konflik yang akan senantiasa menyertai, maka hal yang terpenting untuk dilakukan adalah mempersiapkan cara-cara untuk mengatasi terjadinya konflik agar keberadaan konflik dapat menjadi energi yang dahsyat dan dapat dijadikan alat untuk melakukan perubahan, bukan sebaliknya malah menurunkan kinerja atau menimbulkan dampak destruktif lainnya. Sehubungan dengan itu, kyai selaku pimpinan pesantren bertanggung jawab untuk dapat menentukan langkah-langkah preventif dan kuratif yang tepat untuk dilakukan. Dalam paper ini penulis berusaha memaparkan tentang strategi penanganan konflik yang dapat dilakukan oleh kyai supaya tercapai penyelesaian yang tuntas. Penulis membagi upaya penyelesaian ini dalam dua ranah, yakni melalui upaya prefentif dan upaya kuratif. Dalam upaya prefentif penguatan ESQ melalui kultur pesantren, yang terpresentasikan dalam kegiatan mujahadah, istighosah, haul, silaturrahmi, dan perkawinan antara keluarga pesantren menjadi kunci utama. Adapun upaya kuratif yang dapat diaplikasikan dalam penanganan konflik oleh kyai, penulis menjabarkan dalam lima strategi. Yakni al-tabayun (klarifikasi), al-syura (musyawarah), tahkim (upaya mediasi), al-ishlah (berdamai), sikap al-‘afwu (saling memafkan). Kata Kunci : Manajemen konflik pesantren, Penguatan ESQ, Kultur Pesantren