Dudi Komaludin
Universitas Islam Al-Ihya Kuningan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMBELAJARAN OLAH RAGA DENGAN MODEL KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN GERAK DASAR Dudi Komaludin
JURNAL PEDAGOGIK PENDIDIKAN DASAR Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (851.308 KB) | DOI: 10.17509/jppd.v6i1.21523

Abstract

Salah satu tugas perkembangan anak adalah mengembangkan gerak dasar anak sesuai dengan usianya. Tujuan pendidikan jasmani yaitu mengembangkan kemampuan koordinasi gerak, menanamkan nilai-nilai sportivitas, disiplin, dan meningkatkan kesegaran jasmani. Untuk mencapai tujuan yang diharapkan pada pembelajaran keterampilan gerak diperlukan model pembelajaran yang menyenangkan sesuai dengan karakteristik anak. Salah satu model tersebut yaitu model pembelajaran kontekstual. Pembelajaran kontekstual adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkanya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan yang nyata. Penelitian ini mengunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian kuasi eksperimen pada siswa SD Padasuka 1 dan 2. Berdasarkan pedoman interpretasi Guildford, koefisien korelasi tersebut termasuk pada kategori hubungan yang sedang. Adapun t hitung (5,70) t tabel (2,013). Jadi, pendidikan olah raga dengan model kontekstual memiliki hubungan erat terhadap peningkatan kemampuan gerak dasar. One of the tasks of child development is to develop children's basic movements according to their age. The purpose of physical education is to develop the ability to coordinate movement, instill the values of sportsmanship, discipline, and improve physical fitness. To achieve the expected goals in the learning of motion skills a fun learning model is needed in accordance with the characteristics of the child. One such model is the contextual learning model. Contextual learning is a learning approach that emphasizes the process of full student involvement to be able to find the material being studied and relate it to real life situations so as to encourage students to be able to apply it in real life. This study uses a quantitative approach with a quasi-experimental research method in Padasuka 1 and 2 elementary students. Based on the Guildford interpretation guidelines, the correlation coefficient is included in the moderate relationship category. The t count (5.70) t table (2.013). So, sports education with a contextual model has a close relationship with increasing basic mobility
Pengaruh Kekuatan Otot Lengan Dan Kelentukan Pinggang Terhadap Forehand Smash Dalam Permainan Tenis Meja Rahmat Rahmat; Dudi Komaludin
Performa Vol 7 No 1 (2022): Performa Olahraga
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jpo298019

Abstract

This research is motivated by the still low ability of forehand smash or extracurricular punch forehand participants in table tennis year in SD Negeri Penanggapan 03. This study aims to determine the effect of arm muscle strength and waist flexibility on forehand smash skills in men's table tennis extracurricular at SD Negeri Penanggapan 03. The population of this study were 21 table tennis extracurricular participants. Retrieval of data using a test with the ability instrument forehand smash skills. Data analysis techniques using the F-test, through the prerequisite tests of normality and hypothesis. The results of hypothesis testing using the F-test the effect of arm muscle strength on forehand smash skills with the F Test between F arithmetic 5.165> F table 4.35 influences 21.4%, the effect of waist flexion on forehand smash skills with the F Test between F arithmetic 9.314> F table 4.35 has an effect of 32.9%, and the influence of arm muscle strength and waist flexion on forehand smash skills with the F Test between F arithmetic 5.464> F table 3.53 has an effect of 37.8%. From these results it can be concluded that there is an influence of arm muscle strength and waist flexion on forehand smash skills in men's table tennis extracurricular at Penanggapan 03 Public Elementary School.
Pelatihan Manajemen Produksi Minuman Herbal TdBA untuk Kebugaran Siswa Sekolah Dasar Mardiman; Dede Yusuf Maulana; Dudi Komaludin; Aditya Bayu Kusuma; Hening Lintang Kinanthi; Krisno Giovanni; Iik Hajarudin; Isma Muslihati Saleha
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEK Vol. 6 No. 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : STMIK Triguna Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53513/abdi.v6i1.12496

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan menerapkan sistem manajemen produksi untuk minuman herbal berbasis konsep Tatanen di Bale Atikan (TdBA) guna mengatasi masalah gaya hidup sedentari dan konsumsi minuman berpemanis berlebihan yang mengancam kebugaran siswa sekolah dasar di Kabupaten Purwakarta. Menggunakan pendekatan partisipatif selama dua bulan dengan pelatihan intensif tiga hari per sekolah, program ini melibatkan guru, siswa, dan komite sekolah dalam seluruh rantai nilai produksi "Cikobei Fresh" berbahan murbei, air, gula, rumput laut, lemon, sereh dan selasih. Pelatihan mencakup budidaya herbal, penerapan Standar Prosedur Operasional (SPO), prinsip keamanan pangan, hingga pengemasan dan pemasaran. Hasil menunjukkan 95% sekolah mitra berhasil mengembangkan kebun herbal, 92% guru mampu mengaplikasikan SPO secara konsisten, dan 88% siswa mengalami peningkatan minat belajar pada mata pelajaran sains, matematika, dan kewirausahaan. Keberlanjutan terbukti kuat dengan 85% sekolah tetap memproduksi "Cikobei Fresh" tiga bulan pasca pendampingan. Program ini tidak hanya meningkatkan asupan minuman fungsional yang aman bagi siswa, tetapi juga memperkuat pelestarian kearifan lokal Sunda dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan melalui unit usaha mikro berbasis sekolah.