Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KAJIAN TEORITIS PENJATUHAN PIDANA PENJARA TERHADAP KORBAN PENYALAH GUNA YANG MENGALAMI KETERGANTUNGAN NARKOTIKA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NO. 35 TAHUN 2009 TENTANG NARKOTIKA (Analisis Putusan No. 528/PID.SUS/2014/Pn.Jak.Tim) Fariz Rifqi Hasbi
Jurnal Surya Kencana Dua : Dinamika Masalah Hukum dan Keadilan Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Surya Kencana Dua: Dinamika Masalah Hukum & Keadilan
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.224 KB) | DOI: 10.32493/SKD.v5i1.y2018.1544

Abstract

Abstrak Pecandu maupun korban penyalahgunaan narkotika tidaklah mempunyai kesalahan (schuld) dan niat batin jahat (mens rea). Olehkarena itu tidak pada tempatnya menjatuhkan pidana khususnya pidana penjara-kepada orang yang butuh perawatan,walaupun dirinya mampu untuk bertanggungjawab. Penjatuhan pidana penjara bagi penyalah guna, pecandu dan korban penyalah guna narkotika yang masih terus dilakukan jelas merupakan penyimpangan dari komitmen bersamasekaligus pembangkangan ketentuan hukum yang ada.Penjatuhan pidana penjara tidak memenuhi rasa keadilan, oleh karena sebagaiamana diuraikan di atas bahwa penjatuhan pidana penjara terhadap penyalah guna narkotika bagi diri sendiri, dalam hal ini korban penyalahgunaan narkotika hanya akan menjadi beban Lembaga Pemasyarakatan yang berujung pada pembebanan APBN. Disamping itu dari segi sosiologis, korban penyalahgunaan yang selesai menjalani pidana penjaranya akan mengalami stigma dari masyarakat sehingga mendorongnya untuk kembali bersosialisasi dengan lingkungan lamanya, yaitu para penyalah guna narkotika, karena itu tujuan pemidanaan untuk resosialisasi tidak dapat tercapai.Kata Kunci: Pidana penjara, narkotika, pertanggungjawaban.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS UNTUK TUJUAN KHUSUS (ENGLISH FOR SPECIFIC PURPOSE) BAGI DOSEN BAHASA INGGRIS PADA FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PAMULANG Aarifin Arifin; Fariz Rifqi Hasbi
e- Jurnal Mitra Pendidikan Vol 4 No 12 (2020): Jurnal Mitra Pendidikan Edisi Desember
Publisher : Kresna Bina Insan Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52160/e-jmp.v4i12.797

Abstract

Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian pengembangan yang bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran Bahasa Inggris dengan tujuan khusus (english for specific purpose) pada Fakultas Ekonomi Universitas Pamulang dan diharapkan dapat memberikan manfaat dalam proses pembelajaran efektif yang tidak hanya bagi dosen tetapi juga dapat mengembangkan kemampuan dan keterampilan mahasiswa. Dalam hal hal menulis, membaca, menyimak, dan terlebih dalam hal berkomunikasi dan berinteraksi menggunakan bahasa inggris dengan baik sesuai dengan bidang keilmuannya. Adapun Metode yang diguakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Bahasa inggris untuk tujuan khusus atau English for Specific Purpose (ESP) merupakan suatu pendekatan baru dalam pembelajaran yang memungkinkan bagi siapapun yang meggunakan bahasa inggris untuk kajian khusus sesuai dengan profesi dan kebutuhan bidang keilmuan. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah dengan memberikan pembelajaran bahasa inggris yang efektif bagi mahasiswa fakultas ekonomi khsusnya jurusan akuntansi yang sesuai dengan kebutuhannya.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE TWO STAY TWO STRAY UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS SISWA KELAS XI PADA SMA NEGERI 6 DEPOK Arifin Arifin; Fariz Rifqi Hasbi
e- Jurnal Mitra Pendidikan Vol 5 No 12 (2021): Jurnal Mitra Pendidikan Edisi Desember
Publisher : Kresna Bina Insan Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52160/e-jmp.v5i12.884

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning) dengan metode Two Stay Two Stray untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar bahasa inggris siswa pada kelas XI Sekolah menengah Atas (SMA) Negeri 6 Depok. 2) untuk mengetahui peningkatan pemahaman, motivasi, dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa inggris siswa pada kelas XI Sekolah menengah Atas (SMA) Negeri 6 Depok dengan menggunakan model pembelajaran kooperaatif. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini akan dilaksanakan dalam tiga tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini akan dilakukan pada siswa kelas XI SMA Negeri 6 Depok dengan jumlah populasi sebanyak 30 siswa. Pengumpulan data yang digunakan penelitian ini adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif berupa lembar observasi keterlaksanaan model pembelajaran kooperatif dengan metode two stay two stray, dan lembar angket motivasi siswa. Sedangkan data kuantitatif berupa data yang diperoleh dari 1) persentase keterlaksanaan model pembelajaran yang diperoleh dari jumlah jawaban Ya dan Tidak pada lembar observasi, 2) persentase motivasi belajar siswa dan 3) peningkatan hasil belajar yang diperoleh dari N-gain hasil pretest dan posttest hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif Two Stay Two Stray.
Pertanggungjawaban Individu dalam Peristiwa Pidana dengan Tenaga Bersama Melakukan Kekerasan Kepada Orang Lain: Eksaminasi Putusan Nomor 849/Pid.B/2020/PN Jkt.Tim Fariz Rifqi Hasbi
Jurnal Hukum Lex Generalis Vol 6 No 7 (2025): Tema Hukum Pidana
Publisher : CV Rewang Rencang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56370/jhlg.v6i7.1407

Abstract

Within the community, violence is still common. Whether it's as a reaction to a violation of customary norms or violations of legal norms, such as beatings of thieves who are caught red-handed and incidents of brawls, or violence committed for a specific purpose, such as the persecution of someone because they don't want to follow their will. But what is certain is that violence will cause harm to victims and/or public order, both physical and non-physical, ranging from damage to property, public facilities, minor injuries to victims, serious injuries to loss of life. Therefore violence is included in acts against formal law and material legal acts. As a legal phenomenon in the social environment, violence can be carried out individually or together. Collective violence is commonly referred to as beatings, that is, with joint force to abuse or destroy property. However, law enforcement against these crimes will experience difficulties if the parties participating in the beating run away, or in other words if only 1 (one) person was caught among the alleged perpetrators of the beating. Therefore, in enforcing the law against bullying incidents, it is necessary to have an alternative in applying the law so that it can ensnare the perpetrators of the beating, especially if only 1 (one) person is arrested and processed under criminal procedural law. The purpose of this study is to find out which articles in the Indonesian Criminal Code regulate the crime of beatings and to find out the application of Article 351 concerning persecution of beatings. The research method in this research is normative juridical research which is also known as doctrinal research, which is a research that analyzes both law as law as it is written in the book, as well as law as it is decided by judge through judicial process. The targeted output is a Sinta accredited journal.