Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Keaksaraan Fungsional di Lombok Putra, Wira Adi
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

"Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Keaksaraan Fungsional Di Lombok Barat" merupakan proyek sekolah informal yang ditujukan kepada para kaum buta aksara/buta huruf, khususnya bagi masyarakat marjinal/kurang mampu. Gagasan proyek ini tercetus ketika melihat masih terdapat kaum buta aksara yang sulit untuk bertahan dalam arus globalisasi, sehingga proyek ini diharapkan bukan hanya berperan untuk pemerataan pendidikan tetapi juga turut serta mengenalkan dan menumbuhkan kepekaan terhadap potensi lokal yang dapat berkontribusi untuk mengangkat kekayaan Lombok.  Adapun sekolah informal ini mengakomodasi dari tahap pemberantasan hingga tahap pelestarian, yang terfokus pada membaca, menulis dan menghitung, selain itu agar kaum buta aksara dapat bertahan dalam produktivitas yang dimiliki masing – masing, disediakan fasilitas taman bacaan masyarakat dan pembelajaran tentang pengembangan kekayaan lokal setempat dari kesenian hingga kebudayaan Lombok. Konsep desain yang digunakan pada sekolah informal ini adalah "perjuangan" dengan pendekatan arsitektur vernakular dan pendalaman tektonika (the art of joint) yang sesuai dengan prinsip – prinsip pendidikan keaksaraan yaitu konteks lokal, desain lokal, partisipatif, dan fungsionalisasi hasil belajar.  
Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Keaksaraan Fungsional di Lombok Wira Adi Putra
eDimensi Arsitektur Petra Vol 1, No 1 (2013): Februari 2013
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1461.649 KB)

Abstract

"Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Keaksaraan Fungsional Di Lombok Barat" merupakan proyek sekolah informal yang ditujukan kepada para kaum buta aksara/buta huruf, khususnya bagi masyarakat marjinal/kurang mampu. Gagasan proyek ini tercetus ketika melihat masih terdapat kaum buta aksara yang sulit untuk bertahan dalam arus globalisasi, sehingga proyek ini diharapkan bukan hanya berperan untuk pemerataan pendidikan tetapi juga turut serta mengenalkan dan menumbuhkan kepekaan terhadap potensi lokal yang dapat berkontribusi untuk mengangkat kekayaan Lombok.  Adapun sekolah informal ini mengakomodasi dari tahap pemberantasan hingga tahap pelestarian, yang terfokus pada membaca, menulis dan menghitung, selain itu agar kaum buta aksara dapat bertahan dalam produktivitas yang dimiliki masing – masing, disediakan fasilitas taman bacaan masyarakat dan pembelajaran tentang pengembangan kekayaan lokal setempat dari kesenian hingga kebudayaan Lombok. Konsep desain yang digunakan pada sekolah informal ini adalah "perjuangan" dengan pendekatan arsitektur vernakular dan pendalaman tektonika (the art of joint) yang sesuai dengan prinsip – prinsip pendidikan keaksaraan yaitu konteks lokal, desain lokal, partisipatif, dan fungsionalisasi hasil belajar.