Sugiarto Sugiarto
Departemen Patologi Anatomi, Fakultas Kedokteran dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Prevalensi Hiperplasia Prostat dan Adenokarsinoma Prostat secara Histopatologi di Laboratorium Patologi Anatomi Rumah Sakit Umum Daerah Cibinong Hafizhah Triana Sakinah Mulyadi; Sugiarto Sugiarto
Muhammadiyah Journal of Geriatric Vol 1, No 1 (2020): Muhammadiyah Journal of Geriatric
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.525 KB) | DOI: 10.24853/mujg.1.1.12-17

Abstract

Latar belakang: hiperplasia prostat merupakan kejadian proliferasi dari jaringan prostat dimana hampir 80% pria akan mengalami hiperplasia prostat pada usia >50 tahun. Adenokarsinoma prostat merupakan jenis keganasan prostat yang paling sering dijumpai dan menempati urutan keempat setelah kanker paru, payudara, dan kolorektal. Tujuan: tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran jumlah kasus serta karakteristik histologic dan klinik dari Hiperplasia Prostat dan Adenokarsinoma Prostat di RSUD Cibinong pada 1 Januari 2017 – 31 Agustus 2019. Metode: penelitian merupakan penelitian deskriptif dari data-data retrospektif pasien di Laboratorium Patologik Anatomik yang didiagnosis hiperplasia prostat dan adenokarsinoma prostat dengan 307 sampel. Hasil: hasil penelitian didapatkan jumlah kasus hiperplasia prostat sebanyak 287 kasus (93,46%) dan jumlah kasus adenokarsinoma prostat sebanyak 20 kasus (6,51%). Dan hampir keseluruhan penderita mengalami gejala retensio urin. Kesimpulan: dapat disimpulkan bahwa paling sering terjadi pada tahun 2018 sebanyak 117 kasus (40,76%) hiperplasia prostat dan tahun 2017 sebanyak 10 kasus (50%) untuk adenokarsinoma prostat. Serta kelompok usia tersering terkena hiperplasia prostat dan adenokarsinoma prostat adalah kelompok usia 65 – 74 tahun.
Gambaran Karakteristik dan Jenis Histopatologi Tumor Fibroepitelial Payudara di RSUD Cengkareng Jakarta Tahun 2019-2022 Fita Ferdiana; Mieke Marindawati; Sugiarto Sugiarto; Octhanissa Prajna Paramita; Nur Wahyu Eka Saputri; Putri Indah Ayu Ningsih
Muhammadiyah Journal of Midwifery Vol. 6 No. 2 (2025): MUHAMMADIYAH JOURNAL OF MIDWIFERY (MYJM)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/myjm.6.2.69-75

Abstract

Latar belakang: Tumor fibroepitelial merupakan tumor jinak terbanyak pada payudara. Jenis terbanyak adalah fibroadenoma (FAM) dan tumor filodes. Keduanya mempunyai perbedaan perilaku biologis dan manajemen klinis. Tumor filodes terjadi terutama pada wanita yang lebih tua dibandingkan pada FAM dan umumnya memiliki ukuran lebih besar. Tujuan: mengetahui karakteristik usia dan ukuran tumor pada FAM dan tumor filodes serta jenis histopatologinya. Metode: penelitian deskriptif observasional dengan sampel pasien yang didiagnosis secara histopatologi menderita tumor fibroepitelial jenis FAM dan tumor filodes di RSUD Cengkareng tahun 2019-2022. Hasil: Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 140 kasus, terbagi atas 108 kasus FAM dan 32 kasus tumor filodes. Usia rata-rata penderita FAM adalah 26,6 tahun dan tumor filodes 46,3 tahun. Ukuran tumor FAM paling banyak antara 3-5 cm sedangkan tumor filodes lebih dari 5 cm. Jenis histopatologi terbanyak dari FAM adalah jenis NOS (94,4%). Tumor filodes jinak sebanyak 42,9%, pasien tumor filodes borderline sebanyak 17,1% dan pasien tumor filodes ganas 34,3%. Simpulan: Rata-rata usia pasien FAM lebih muda dibandingkan usia pasien Tumor filodes. Ukuran tumor FAM lebih kecil dibandingkan tumor filodes. Jenis histopatologi terbanyak dari FAM adalah NOS dan jenis tumor filodes terbanyak adalah jinak.