Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengawasan Nyamuk Aedes aegypti Menggunakan Ovitrap Dengan Metode Image Processing Dia Bitari Mei Yuana; Muhammad Diaz Ellyas Fenca Putra; Leovander Aditama Syahputra; Agil Gilang Chandra Saputra; Marzuki Akmal; Fatkhul Hidayah
Journal of Electrical Engineering and Computer (JEECOM) Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jeecom.v4i1.3666

Abstract

Berdasarkan data Kementrian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2020, kasus DBD (Demam Berdarah Dengue) tersebar di 472 kabupaten dalam 34 provinsi, sebanyak 95.893 kasus dan 661 angka kematian akibat DBD. Kasus Demam berdarah ini kian meningkat setiap tahunnya. Menurut keterangan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), salah satu potensi DBD ditularkan ke manusia melalui gigitan Aedes aegypti betina yang terinfeksi. Gejala demam berdarah yang ringan dapat menyebabkan suhu badan tinggi, bintik merah pada kulit, rasa sakit pada otot serta sendi. Sementara itu demam berdarah dapat berakibat komplikasi yang dikenal dengan istilah dengue hemorrhagic fever, yang dapat menyebabkan Menorrhagia atau pendarahan yang berlebihan, serta Hipotensi atau penurunan tekanan darah secara ekstrem, bahkan menyebabkan kematian. Dengan urgensi terhadap DBD yang ditularkan oleh nyamuk ini, banyak masyarakat yang masih menggunkan cara manual untuk membasmi nyamuk, seperti menggunakan raket nyamuk ataupu kelambu. Cara itu dinilai kurang efektif dengan memakan banyak waktu dan tenaga serta hasil yang kurang maksimal. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah inovasi teknologi sebagai solusi alternatif dalam pemecahan masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan masyarakat dalam membasmi nyamuk secara manual. Dalam tulisan ini, penulis mengembangkan inovasi teknologi menggunakan ovitrap dengan metode image processing. Alat yang diciptakan nantinya dapat menarik perhatian nyamuk dengan lampu uv, setelah itu nyamuk akan mati karena tersedot kedalam ovitrap. Selain itu, alat ini juga dapat mengambil gambar nyamuk yang terperangkap dan melakukan perhitungan serta pengklasifikasian nyamuk, yang kemudian ditampilkan pada aplikasi berbasis dekstop. Alat ini diharapkan dapat membantu masyarakat maupun Juru Pemantau Jentik (Jumatik) untuk menciptakan lingkungan yang terhindar dari bahaya DBD.
Image Segmentation for Oyster Mushroom Grade with Canny Detection for Image Classification Ratih Ayuninghemi; Dia Bitari Mei Yuana; Nurul Sjamsijah; Lukie Perdanasari; Mohammad Hidayatullah; Iqbal Ikhlasul Amal
International Journal of Artificial Intelligence Research Vol 6, No 1.2 (2022)
Publisher : International Journal of Artificial Intelligence Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29099/ijair.v6i1.2.468

Abstract

Product quality must remain good to consumers and expand market segmentation to increase income and improve farmers' welfare, post-harvest handling needs to be done. One of the post-harvest handlings of fresh oyster mushroom products is grading. The grading process is carried out based on the quality of the oyster mushroom harvest which is classified into three, namely Grade A, Grade B, and Grade C. Computer technology with digital image processing segmentation and image classification using canny edge detection can be the first step in the process of grading fresh oyster mushrooms. so that the image can be processed for canny detection, it is necessary to do image segmentation. From the results of thresholding on the oyster mushroom image, the threshold value of T is obtained, namely with T1 below 50 and T2 above 150. The T threshold value is a classification for the canny detection process. Of the six oyster mushroom datasets, five datasets of oyster mushrooms were obtained accurately, while one mushroom had broken lines and noise.
Feature Requirement With Human-Centered Design Approach to Developing A Psychological-Based HIV Dia Bitari Mei Yuana; Afis Asryullah Pratama; Tegar Wahyu Yudha Pratama; Nilam Puspitasari; Nurina Aprilya; Faiqatul Hikmah; Bayu Krisna Dwihadi Fahrizal
International Journal of Healthcare and Information Technology Vol. 3 No. 2 (2026): January
Publisher : P3M Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/ijhitech.v3i2.6746

Abstract

HIV cases among adolescents in Indonesia have been on the rise recently. Moderate to severe depressive symptoms are reported to be experienced by adolescents living with HIV, which coincides with this increase in cases. This suggests that it is essential to initiate strategic initiatives to enhance the efficacy of the initial screening process by implementing application-based HIV risk group identification through the use of psychological approaches. Designing a user interface that is appropriately structured and meets user requirements is crucial to ensuring the effectiveness of the application being developed. This investigation involved the assessment of feature requirements by HIV disease counselors and psychologists in accordance with the Human-Centered Design (HCD) methodology. Counselors who specialize in HIV disease contribute to the query elements utilized in the initial screening assessment. Meanwhile, psychologists contribute to the approval of the questions utilized as an initial screening test, which affects the psychological well-being and accuracy of adolescent users. The stages adopted for the implementation of HCD were modified in accordance with ISO 9241-210. This research generated user personas, use case diagrams, and the User Interface (UI) design for the VitaMind application, which is primarily designed for pre-test screening. This is a multiplatform application that comprises both web-based and mobile components. This application design has been tested using the system usability scale (SUS) method and produced an accuracy score of 86.1%. The primary contribution and novelty of this research lies in the application of Human-Centered Design principles to the development of a mental health-focused, pre-test HIV screening application tailored for students. Usability testing, employing the System Usability Scale (SUS) method, yielded results demonstrating a high degree of usability.
Sarana Pelaporan Angka Bebas Jentik dan Deteksi Jentik Nyamuk menggunakan Deep Learning DIA BITARI MEI YUANA; IRA AMELIA AGASTA; MUHAMMAD ADI SAPUTRO; ETIK AINUN ROHMAH
MIND (Multimedia Artificial Intelligent Networking Database) Journal Vol 10, No 1 (2025): MIND Journal
Publisher : Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/mindjournal.v10i1.89-98

Abstract

AbstrakDemam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Kabupaten Jember mencatat 1.627 kasus pada tahun 2024, dengan Angka Bebas Jentik (ABJ) hanya mencapai rata-rata 92%, di bawah standar nasional >95%. Penelitian ini mengembangkan sistem deteksi jentik nyamuk otomatis menggunakan metode Deep Learning berbasis CNN dan GRU. Fitur visual diekstraksi melalui model InceptionV3, kemudian dianalisis secara sekuensial oleh GRU untuk klasifikasi larva. Hasil menunjukkan model mencapai akurasi pelatihan dan pengujian dengan performa optimal pada epoch ke-20 sebesar 99.19%, loss 0.0419. Jika dibandingkan dengan metode sebelumnya (AOA) yang hanya mencapai 84%, pendekatan ini terbukti lebih akurat dan tahan terhadap variasi kondisi data.Kata kunci: Demam Berdarah Dengue, Aedes aegypti, Angka Bebas Jentik, Deep Learning, Gated Recurrent Unit, Deteksi OtomatisAbstractDengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a major public health issue in Indonesia. In 2024, Jember Regency recorded 1,627 cases, with the Larvae Free Index (LFI) averaging only 92%, below the national standard of >95%. This study developed an automatic mosquito larvae detection system using a Deep Learning approach based on CNN and GRU. Visual features were extracted using the InceptionV3 model and then analyzed sequentially by the GRU for larval classification. The results showed that the model achieved optimal training and testing performance at the 20th epoch with 99.19% accuracy and a loss of 0.0419. Compared to the previous method AOA, which achieved only 84% accuracy, this approach proved to be more accurate and robust against variations in data conditions.Keywords: Dengue Hemorrhagic Fever, Aedes aegypti, Larvae-Free Rate, Deep Learning, Gated Recurrent Unit, Automated Detection
Pengembangan Sistem Ketertelusuran Produk Beras Berbasis Cloud dengan Referensi GS1 Traceability Standard (UD Tani Rejo Jember) : Penelitian Fuad Adhim Al Hasan; Mochamad Rizky Pradika; Muhammad Farhan Ramdhanie; Ardianti Simanjuntak; Dia Bitari Mei Yuana; Choirul Huda; Syamsul Arifin
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5605

Abstract

Upaya ketertelusuran yang sistematis penting untuk menjamin kualitas dan keamanan beras ekspor. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem ketertelusuran berbasis web dan mobile untuk UD Tani Rejo, dengan menggunakan standar GS1 Traceability sebagai dasar utama. Sistem ini dirancang agar produk beras memenuhi persyaratan ekspor sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian No. 31/2017 tentang Kelas Kualitas Beras. Metode yang digunakan adalah GS1 Global Traceability Standard, yang mendokumentasikan seluruh proses rantai pasok: (1) pencatatan data petani dan metode budidaya, (2) dokumentasi pascapanen dan transportasi, (3) data penggilingan dan kualitas beras, (4) proses pengemasan hingga pengiriman, dan (5) pelacakan real-time oleh konsumen dan pemangku kepentingan. Implementasi sistem ini menunjukkan hasil signifikan: penurunan kehilangan beras dari 132 kg menjadi 56,5 kg, peningkatan harga jual sebesar Rp500/kg, dan pengurangan nilai kerugian menjadi Rp1,574,933. Teknologi ini meningkatkan efisiensi biaya operasional, transparansi, kepercayaan konsumen, dan daya saing produk. Sistem ini memungkinkan pemantauan kualitas beras secara real-time, memastikan kepatuhan terhadap standar ekspor, dan memperkuat posisi beras Indonesia di pasar global.
Rancang Bangun Aplikasi VitaMind untuk Skrining Awal HIV Pada Remaja Sebagai Kelompok Risiko Dia Bitari Mei Yuana; Afis Asryullah Pratama; Tegar Wahyu Yudha Pratama; Nilam Puspitasari; Nurina Aprilya; Faiqatul Hikmah
BIOS : Jurnal Teknologi Informasi dan Rekayasa Komputer Vol 7 No 1 (2026): March
Publisher : Puslitbang Sinergis Asa Professional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/bios.v7i1.196

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) remains a public health problem, particularly among adolescents who are in the social exploration phase and at risk of experiencing psychological distress. Social stigma, anxiety, and fear of diagnosis often prevent HIV-risk groups from accessing mental health services. Unfortunately, psychological screening has not been optimally integrated into primary health care. This study aims to develop VitaMind, a conversation-based psychological screening application that integrates a rule-based system and generative artificial intelligence (AI) to support early detection of psychological conditions in adolescents at risk of HIV. The research method used a Research and Development (R&D) approach with a Waterfall software development model, including needs analysis, system design, implementation, and testing. The results show that VitaMind is able to provide interactive, safe, and easily accessible self-psychological screening, equipped with sexual health education features and psychologist consultation registration. The integration of the rule-based system and generative AI produces adaptive and empathetic responses, thereby increasing user comfort. The VitaMind application has the potential to become a digital innovation to strengthen mental health services and support HIV prevention efforts among adolescents.
Goal-Directed Design dalam Perancangan Antar Muka Pengguna: Studi Kasus Website Tax Corner Polije Dia Bitari Mei Yuana; Oryza Ardhiarisca; Rahma Rina Wijanti; Avisenna Harkat; Sugeng Hartanto; Dessy Putri Andini
Journal of Electrical Engineering and Computer (JEECOM) Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jeecom.v8i1.14103

Abstract

Prosedur perpajakan sering dianggap rumit, memerlukan banyak dokumen, dan membutuhkan pemahaman yang kuat tentang aturan yang berubah-ubah. Kondisi ini menyebabkan wajib pajak di kampus dan masyarakat sekitar mengalami kesulitan dalam mengakses informasi, melakukan perhitungan pajak, dan melaporkan kewajiban pajak mereka secara mandiri. Website perpajakan dibutuhkan untuk menjadi sarana layanan yang terintegrasi, informatif, dan mudah diakses kapan saja. Namun, pengembangan website perpajakan tidak hanya menekankan aspek teknologi, tetapi juga harus dapat membantu pengguna mencapai tujuannya. Goal-Directed Design (GDD) menekankan pemahaman mendalam tentang tujuan pengguna sehingga solusi yang dibangun tidak hanya memenuhi tugas administratif tetapi juga memahami tujuan, perilaku, dan kebutuhan pengguna. Melalui tahapan pengumpulan data pengguna, penyusunan persona, analisis skenario, hingga perancangan alur interaksi, GDD membantu menghasilkan desain yang berorientasi pada tujuan utama pengguna. Hasilnya didapatkan nilai 90,38% dengan System Usability Scale menunjukkan bahwa antar muka yang dibuat memiliki tingkat usability yang sangat baik yang disebut dengan excellent.