Wigati Wigati
Balai Besar Penelitian Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit Salatiga, Jawa Tengah, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penggunaan Metode Jaring Penghalang (Barrier) sebagai Metode Alternatif Koleksi Nyamuk Anopheles di Lapangan Shinta Shinta; Wigati Wigati
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Volume 14 Nomor 1 Juni 2018
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Badan Litbangkes Kemenkes RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1367.012 KB) | DOI: 10.22435/blb.v14i1.297

Abstract

Barrier net was introduced as alternative method for mosquitoes collection to minimize mosquitoes bites to collectors. The aim of study was to introduce barrier net, as alternative method for collecting mosquitoes in field. The study was conducted in Pesawaran and South Lampung Regency, Lampung Province, from January to June 2011. Barrier net was 25x2 meters expanded, and tied by bamboo. Barrier net was installed in area, separated from breeding habitats of Anopheles to communities. The result showed that in Pesawaran Regency, caught by barrier net, An. subpictus 72,5 per person per night; An. sundaicus 20,51 per person per night; An. barbumbrosus 0,13 per person per night. Otherwise, by outdoor human landing collection, An. tesselatus 23,75 per person per night and An. sundaicus 11,25 per person per night. In South Lampung Regency, caught by barrier net, An. sundaicus 1,25 per person per night; An. vagus 1,0 per person per night; An. annularis and An. subpictus 0,25 per person per night, while, by outdoor human landing collection, An. sundaicus 150,625 per person per night on May, whereas, on June, An. tesselatus 54,375 per person per night. The conclusion was, barrier net could be as alternative method for getting mosquitoes resting collection ABSTRAK Metode jaring penghalang (barrier) merupakan metode alternatif koleksi nyamuk, meminimalkan kontak kolektor terhadap gigitan nyamuk. Penelitian bertujuan memperkenalkan metode jaring penghalang sebagai metode alternatif koleksi nyamuk di lapangan. Penelitian dilakukan di Kabupaten Pesawaran dan Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, bulan Januari sampai Juni 2011. Jaring penghalang berukuran 25x2 meter dibentangkan dengan penyangga bambu, dipasang di daerah yang memisahkan habitat perkembangbiakan nyamuk Anopheles dengan pemukiman penduduk. Hasil penangkapan nyamuk di Kabupaten Pesawaran dengan metode jaring penghalang; An. subpictus 72,5 per orang per malam; An. sundaicus, 20,51 per orang per malam; An. barbumbrosus 0,13 per orang per malam. Penggunaan metode umpan orang luar (UOL) di Kabupaten Pesawaran, An. tesselatus 23,75 per orang per malam; An. sundaicus 11,25 per orang per malam. Hasil penangkapan nyamuk di Kabupaten Lampung Selatan dengan metode jaring penghalang, An. sundaicus 1,25 per orang per malam; An. vagus 1 per orang per malam; An. annularis dan An.subpictus 0,25 per orang per malam. Sedangkan dengan metode umpan orang luar (UOL) di Kabupaten Lampung Selatan, An. sundaicus 150,625 per orang per malam bulan Mei, bulan Juni An. tesselatus 54,375 per orang per malam. Kesimpulannya, metode jaring penghalang (barrier) dapat dijadikan metode alternatif dalam memperbanyak koleksi nyamuk istirahat di luar rumah.