Abdul Rosyid
STAI Binamadani

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

REFORMASI PENDIDIKAN KHALIFAH: STUDI PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM HASAN LANGGULUNG Abdul Rosyid
Tarbawi : Jurnal pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2021): Tarbawi : Jurnal Pemikiran dan pendidikan Islam
Publisher : STAI BINAMADANI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.635 KB) | DOI: 10.51476/tarbawi.v4i2.259

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk menjelaskan reformasi pendidikan Khalifah yang digagas oleh pakar pendidikan Islam, Hasan Langgulung. Reformasi Pendidikan Khalifah adalah pendidikan berbasis spiriztual atau juga dapat disebut pendidikan langit, pendidikan Ilahi berdasarkan bimbingan wahyu Allah. Konsep pendidikan ini berupaya mengembangkan pendidikan iman, kesalehan, kesetiaan, kecerdasan dan karakter yang memiliki keterampilan dan keinginan untuk terus belajar dan melayani orang lain sepanjang hidup mereka. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang berfokus pada penelitian dalam penelitian perpustakaan. Penelitian ini menggunakan dua pendekatan, yaitu pendekatan filosofis dan pendekatan ilmiah. Mengintegrasikan pendekatan filosofis dengan pendekatan ilmiah dimaksudkan untuk menemukan jawaban atas masalah pendidikan dalam upaya merancang konsep.Tulisan ini menunjukan bahwa paradigma reformasi pendidikan Khalifah dari Langgulung, ditujukan untuk mengeksplorasi, menumbuhkan dan mengembangkan, serta mengoptimalkan semua potensi manusia sebagai khalifah di bumi ini, untuk mewujudkan kesejahteraan mereka, duniawi dan ukhrawi dalam kapasitas mereka sebagai Hamba Allah.Penelitian ini mendukung pendapat para pakar pendidikan seperti David H. Yarn Jr., (2010), AN. Whitehead (1929), Syed Muhammad Naquib al-Attas (2014) yang berpendapat bahwa, "Inti dari pendidikan adalah agama dan tujuan terpenting pendidikan adalah membentuk manusia agama. Reformasi pendidikan Khalifah Langgulung adalah kritik konstruktif terhadap pendidikan humanis yang cenderung sekuler, mengabaikan sisi spiritual dan agama. Kritiknya adalah bahwa pendidikan celestial berusaha membebaskan umat manusia sebagai abdullah (hamba Allah) dari segala jenis belenggu hidupnya di dunia ini, tetapi juga di akhirat.