ANDRIJONO ANDRIJONO
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/ RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen Risiko Klinik T. W. UTAMI; ANDRIJONO ANDRIJONO; N. KAMPONO; JUNIZAF JUNIZAF
Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology Volume. 30, No. 3, July 2006
Publisher : Indonesian Socety of Obstetrics and Gynecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.159 KB)

Abstract

Tujuan: Memberi pemahaman tentang manajemen risiko klinik. Bahan dan cara kerja: Kajian literatur. Hasil: Manajemen risiko klinik merupakan proses yang terencana dan sistematik untuk menurunkan dan atau mengendalikan kemungkinan kerugian akibat segala risiko yang ada dalam manajemen pasien. Manajemen risiko melibatkan kultural, proses, dan struktur yang ditujukan ke arah manajemen efektif dan pengendalian efek samping. Prinsipnya adalah identifikasi akar permasalahan, mengarah pada penilaian risiko medik dalam situasi klinik untuk dapat mengambil langkah yang rasional dalam rangka mengontrol risiko. Tahap-tahap manajemen risiko terdiri dari identifikasi, analisa, pengendalian, evaluasi risiko, yang ditujukan untuk menurunkan risiko serta morbiditas dan mortalitas. Pada dasarnya, tahapan tersebut berlaku dalam setiap kasus medik, namun pada situasi gawat darurat diperlukan kecepatan dan kecermatan yang tinggi untuk memecahkan masalah klinik serta menentukan tindakan dan terapi yang tepat dalam situasi yang terbatas. Kesimpulan: Manajemen risiko klinik merupakan suatu metode untuk mengidentifikasi, mengontrol, memonitor, serta meminimalisasi semua aspek risiko melalui proses yang terencana dan sistematik untuk menurunkan dan atau mengendalikan kemungkinan kerugian akibat risiko yang ada dalam manajemen pasien sehingga terwujud sistem pelayanan medik yang aman, efektif, dan berkualitas. Dalam menjalankan praktik kedokteran harus senantiasa berdasarkan pedoman pelayanan yang berlaku serta pokok-pokok etika kedokteran sesuai dengan Kode Etik Kedokteran Indonesia. [Maj Obstet Ginekol Indones 2006; 30-3: 141-4] Kata kunci: manajemen risiko klinik.
Kajian pemberian neoadjuvant kemoterapi pada karsinoma ovarium stadium lanjut di RS Dr. Cipto Mangunkusumo tahun 2000 - 2005 I. FAUZIAH; ANDRIJONO ANDRIJONO
Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology Volume. 31, No. 2, April 2007
Publisher : Indonesian Socety of Obstetrics and Gynecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.702 KB)

Abstract

Tujuan: Mengevaluasi pemberian perioperatif neoadjuvant kemoterapi pada penderita karsinoma ovarium stadium lanjut di RS Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta, serta mengetahui pencapaian sitoreduksi optimal, morbiditas pembedahan dan kualitas hidup. Rancangan/rumusan data: Studi retrospektif deskriptif pada pasien karsinoma ovarium lanjut yang mendapat neoadjuvant kemoterapi antara 1 Januari 2000 hingga 30 Juni 2006. Bahan dan cara kerja: Data diambil secara berurutan dari status penderita karsinoma ovarium stadium lanjut yang ada di catatan medik rawat inap dan rawat jalan di bagian Obstetri dan Ginekologi RS Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta antara 1 Januari 2000 hingga 30 Juni 2006. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan program statistik SPSS 12. Hasil: Didapatkan 29 pasien selama kurun waktu penelitian. Pemilihan pasien yang akan diberi neoadjuvant kemoterapi tidak berdasarkan pada nilai CA 125 > 500 U/mL, serta tidak berdasarkan temuan ascites dan efusi pleura. Kemungkinan berdasarkan dari keadaan umum pasien, sayangnya data tersebut tidak diperoleh pada penelitian ini karena ketidaklengkapan data. Dari 29 pasien tersebut, 8 pasien respon terhadap terapi dan kemudian dilakukan pembedahan. Pencapaian sitoreduksi optimal pasien karsinoma stadium lanjut yang diberikan neoadjuvant kemoterapi sebesar (37,5%), lebih tinggi dibandingkan penelitian multicenter pada terapi konvensional yang hanya 20-30%. Namun, belum dapat dilihat bahwa pemberian neoadjuvant kemoterapi juga dapat menurunkan morbiditas pembedahan dan memperbaiki kualitas hidup pada pasien dengan keadaan umum buruk, karena ketidaklengkapan data. Kesimpulan: Sitoreduksi optimal dilakukan pada 37,5% pasien yang mendapat neoadjuvant kemoterapi, lebih tinggi dibandingkan dengan pencapaian dengan terapi konvensional. Belum didapatkan perbedaan dalam hal morbiditas dan perbaikan kualitas hidup. [Maj Obstet Ginekol Indones 2007; 31-2: 86-91] Kata kunci: karsinoma ovarium stadium lanjut, neoadjuvant kemoterapi, residu tumor, perdarahan, perawatan ICU, kualitas hidup