H. R. SEPUTRA
Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin/ Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Ekspresi Protein P53 pada Kanker Ovarium H. R. SEPUTRA; S. RAUF; A. DJUANNA; R. MASADAH
Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology Volume. 31, No. 1, January 2007
Publisher : Indonesian Socety of Obstetrics and Gynecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Mencari hubungan antara ekspresi protein P53 dengan stadium, derajat diferensiasi dan jenis histopatologi kanker ovarium. Rancangan penelitian: Penelitian observasional, desain cross sectional pada rumah sakit pendidikan di Makassar. Bahan dan cara kerja: Pasien yang dinyatakan kanker ovarium dengan pemeriksaan histopatologi, dianalisis ekspresi P53-nya dengan teknik imunohistokimia. Hasil: Diperoleh 39 sampel antara 15 Oktober 2005 - 31 Mei 2006. Karakteristik terbanyak pada kelompok umur ≤ 45 tahun (53,8%), pendidikan SD (38,4%), tidak bekerja (74,4%), pernah melahirkan (56,4%), dan tanpa riwayat pemakaian kontrasepsi hormonal (79,5%). Berdasarkan pemeriksaan histopatologi ditemukan 9 sampel bukan ganas dan 30 sampel kanker ovarium. Di antara 30 sampel tersebut, ditemukan jenis histologi, stadium dan derajat diferensiasi terbanyak adalah jenis serosum (30,7%), stadium FIGO I (40,0%) dan diferensiasi jelek (70%). Pada penelitian ini juga ditemukan bahwa kejadian kanker ovarium tidak berhubungan dengan umur (p=1,000), paritas (p=0,704) dan riwayat kontrasepsi (p=0,355). Ekspresi protein P53 tidak ditemukan pada 33,3% kasus, sedangkan ekspresi derajat I dan IV ditemukan pada 23,3% kasus. Di samping itu ditemukan bahwa ekspresi protein P53 tidak berhubungan dengan jenis histologi (p=0,372), dan derajat diferensiasi (p=0,388), namun berhubungan dengan stadium klinis FIGO (r=0,550; p=0,002). Kesimpulan: Ekspresi protein P53 ditemukan pada sebagian besar penderita kanker ovarium di mana derajat ekspresi P53 tersebut berhubungan secara linear dengan stadium klinis FIGO, namun tidak berhubungan dengan jenis histologi dan derajat diferensiasi kanker ovarium. [Maj Obstet Ginekol Indones 2007; 31-1: 26-32] Kata kunci: P53, kanker ovarium, imunohistokimia